Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Bonchap 5_Wellcome baby Seena


__ADS_3

"Kita tidak akan pernah tau kasih sayang orang yang tua, sampai kita sendiri menjadi Ayah dan Ibu untuk anak-anak kita .."


Untukmu para orang tua di dunia ini, Terimakasih atas segala perjuangan dan pengorbananmu, kasihmu sepanjang masa dan tanpa tanda jasa.


by.Arsyazahra (Ara)


🌹🌹🌹


Keringat dingin tampak bercucuran di dahi Tia, terlihat bagaimana ia berjuang keras melahirkan putrinya. Dino tidak tega melihatnya, ingin sekali ia menangis. Tidak, ia tidak mau lemah, apapun alasannya ia harus kuat berada di sisi sang istri. Memberi kekuatan, dan memberikan kata-kata cinta dan mesra. Tidak untuk menghilangkan, namun setidaknya mampu mengalihkan perhatian Tia.


Di luar ruangan tampak Papa Surya, Bunda Annisa, serta Mama Dera menunggu dengan harap-harap cemas. Beberapa bulan yang lalu usai bicara pada David, Dino mengeluarkan mamanya dari penjara. Benar apa kata David ,Dera sudah berubah wanita itu kini tinggal bersama Dino dan Tia di rumah barunya. Awalnya Papa Surya tampak keberatan, tapi lambat laun ia mulai terbiasa, bagaimanapun sejak awal Dera lebih dekat dengan putranya.


"Aaa..."jerit Tia sembari menjabak rambut Dino dengan kuat. Di susul dengan suara tangisan yang menggema di ruangan itu.


"Cucuku sudah lahir.."seru Dera dengan bahagia ketika ia mendengar tangisan bayi dari dalam ruangannya.


"Aku sudah menjadi nenek.."sambungnya.


"Iya Dera, kita sudah menjadi kakek dan nenek."sahut Surya


Dera menghapus sudut matanya yang basah, ia merasa sangat bahagia dan tak sabar untuk menggendong cucu itu.


"Selamat ya mas, mbak.."ucap Annisa.


Dera mengangguk, "Dia juga cucumu kan Annisa, kita akan merawatnya bersama.."seru Dera.


Annisa mengangguk, tersenyum bahagia. Dia yakin Dino sekarang juga akan bangga mempunyai mama seperti mama Dera.


Genggaman tangan Tia yang berada di rambut Dino terlepas, Dino menghela nafas lega. "Terimakasih sayang, kau sangat hebat."bisik Dino sembari memberi ciuman di seluruh wajah istrinya, tak lupa ia pun menitikkan air matanya.


"Mas menangis.."lirih Tia.


"Melihat perjuanganmu aku merasa sangat berdosa pada Mama, Tia. Aku merasa menjadi anak durhaka selama ini, aku banyak membangkang padanya.. Tidak cukup itu aku juga membuatnya masuk ke dalam penjara,,"ucap Dino dengan suara serak.


"Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan mas. Dan mulai saat ini kau bisa memperbaiki semuanya.."ucapnya.


"Tuan, Nyonya ini Bayi anda perempuan sangat cantik seperti Ibunya.."ucap Dokter menggendong bayi mungil yang masih terlihat merah kulitnya.


"Boleh saya menggendongnya dokter.."seru Dino


"Tentu, anda juga harus mengadzaninya.."tutur Dokter.


"Baiklah.."


🌹🌹🌹


Pintu ruang bersalin terbuka, Mama Dera, Papa Surya, Bunda Annisa tampak ketiganya sedang menunggu dengan rasa bahagia. Dino memandang ketiganya dengan binar bahagia. Dino berjalan ke arah mamanya, ia berjongkok dan bersujud di kaki mamanya.

__ADS_1


Dera terkejut, "Dino apa yang kau lakukan, bangun nak.."pekik Dera. Papa Surya dan Bunda Annisa pun terkejut.


Dino menggeleng, "Maafkan putramu ini Ma..."


"Bangunlah nak, kau tidak melakukan kesalahn kenapa harus minta maaf.."ujar Dera ia pun mensejajarkan tubuhnya dengan putranya.


Dino menghampur memeluk mamanya tangisnya pun luruh saat itu. "Maaf karena tak mampu menjadi putra yang baik untukmu, aku justru menjadi putra yang durhaka dengan memasukanmu ke penjara. Aku selalu membangkang setiap perkataanmu, dan hari ini aku melihat sendiri bagaimana perjuangan istriku melahirkan putri kami, dia mempertaruhkan nyawanya ma. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana dulu kau juga melakukan hal yang sama, saat kau berusaha melahirkan diriku..."ucap Dino dengan serak.


Dera mengelus punggung Dino, ia menghapus sudut matanya yang basah, lalu ia melepas pelukan putranya dan membingkai wajah putranya serta menghapus air mata Dino.


Dera tersenyum tipis, "Kau salah Dino. Kau putra mama yang baik, dan hebat. Mama sangat bangga karena telah melahirkan putra seperti dirimu. Kau tidak durhaka pada mama, apa yang kau lakukan itu benar, andainya kau tidak memasukan mama ke penjara, mungkin mama tidak akan sadar nak. Sekarang jangan menangis, kau sudah menjadi ayah. Didik dan rawatlah dengan baik. Jangan sampai kau melakukan kesalahan yang sama seperti papa dan mama nak.."ujar Dera tersenyum tipis.


"Terimakasih ma.."seru Dino


Papa Surya dan Bunda Annisa pun menangis haru.


"Selamat Dino, terimakasih telah memberi kami cucu.."seru Papa Surya


"Papa.."ucap Dino, ia pun memeluk papanya itu.


"Selamat Dino.. Bunda bahagia dengarnya.."


"Terimakasih Bunda.."


🌹🌹🌹


"Seena.."jawab Dino sembari menggenggam tangan Tia.


Kini Tia sudah di pindahkan ke ruang perawatan untuk itu semua keluarga sudah dapat mengunjunginya.


"Namanya cantik, iya kan Pa...."seru Annisa


"Iya Bun.."


"Kenapa Aurell tidak di ajak Bun, dia pasti senang ada adik bayi.."ucap Tia


"Nanti Bunda aja kesini.."seru Annisa.


Pintu ruangan terbuka, Wira dan Felicia masuk.


"Selamat malam semuanya.."ucap Felicia


"malam.."sahut semua


"Selamat ya kak Dino udah jadi Daddy ni."Ucap Felicia


"makasih Feli.."

__ADS_1


"Berapa bulan Fel.."tanya Tia


"Menginjak tiga bulan sih kak.."sahutnya


"Oh kau juga sedang hamil Fel.."ucap Dera


"Iya tante.."seru Felicia


"Fel, pulang yuk kakak ngantuk.."ucap Wira menahan kantuknya.


"Sebentar kak, baru juga sampai.."jawabnya ia justru mendudukan dirinya di sofa panjang di ruangan Tia.


"Ayo lah Fel, kakak ingin makan sesuatu.."ucap Wira


"Bukannya tadi baru makan.."celetuk Felicia


"Tapi aku bener-bener ingin sekarang, ayo buruan.."desak Wira.


Felicia menghentakkan kakinya kesal sembari melangkahkan kakinya keluar, sebelumnya ia berpamitan pada suaminya.


"Lucu nya, Felicia yang hamil tapi Kak Wira yang ngidam..."Seru Dino terkekeh geli.


"Kakak ingin makan apa sih.."cetus Felicia saat sampai di mobil.


"Martabak Fel, tapi kamu yang buat ya.."seru Wira


"What....?"pekik Felicia


"Kakak yang benar saja, aku gak tau caranya. Beli sajalah.."


"Aku gak mau, pokoknya kamu harus buatin. Kan bisa liat tutorial youtobe."desak Wira tidak mau di bantah.


"Rasanya pasti gak enak kak.."lagi-lagi ia membuat alasan .


"Aku tuh gak menilai rasanya, yang penting itu buatanmu.."ucap Wira


"Ish menyusahkan saja.."gerutu Felicia


🌹🌹


Jangan lupa


Like


Komentar


Hadiahnya ya

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2