
Malam ini Aira memakai dress yang cantik untuk pertama kalinya ia akan dinner makan malam berdua. Entah mengapa ia merasa senang, tadi setelah pulang dari kantornya Aira langsung buru-buru pulang untuk mengganti pakainnya.
Sebelumnya David sudah menginformasikan di restoran mana keduanya akan makan malam, David sudah menyiapkan semuanya, karena masih ada sedikit pekerjaan David menyuruh Aira untuk datang lebih dulu dan menunggunya di sana.
ππππ
David masih betah berkutat dengan pekerjaannya di kantor, sesaat ia di kejutkan dengan kedatangan Jelita di hadapannya.
"David kau masih sibuk juga.."tanya Jelita sambil mendudukan dirinya.
"Sedikit.."jawab David dengan datar,
"Ada apa?"sambung David kembali bertanya pada Jelita.
"David setelah ini bisakah kau temani aku sebentar"pinta Jelita dengan senyum manisnya.
David kembali melirik ke arah Jelita "ke mana?"serunya.
"Ada sesuatu yang ingin ku beli, ini juga pesan dari kedua orang tua Laura? bisakah kau menemaniku."pintanya penuh harap.
David berfikir sejenak sambil melirik arlojinya "Berapa lama..?"tanyanya
"Hanya sebentar saja"sahut Jelita
"Baiklah ayo.."David menyimpan filenya lalu menutup laptopnya dan bangkit.
Saat ia keluar ia bertemu dengan Wira "Wira aku akan pergi sebentar dengan Jelita, kau pulanglah lebih dulu"serunya
"Tapi tuan, bukankah..."ucap Wira tertahan saat David kembali memotongnya.
"hanya sebentar.."serunya
__ADS_1
Akhirnya Wira hanya mengangguk mengerti, dan membiarkan mereka pergi.
πππ
Aira sudah tiba di restoran, ia mendudukan dirinya di situ lalu memandangi berbagai menu restoran itu yang begitu menggugah selera. Ia sengaja memang belum makan, karena menunggu makan malam ini. Aira kembali melihat arlojinya, lalu memandang ke arah pintu berharap David segera muncul, namun ia harus menelan rasa kecewa.
"Tidak masalah mungkin tuan David terlalu sibuk pekerjaannya belum selesai jadi aku akan sabar menunggu"seru Aira berusaha menutupi rasa kecewa.
Aira kembali menunggu David. Hingga sampai beberapa jam David tidak juga kunjung datang. Benarkah seorang tuan David Adinata bisa ingkar janji?
Atau dia hanya ingin mengejaiku saja?
Kenapa dia lakukan ini ?
Aku tidak memintanya bukan?
Banyaknya pertanyaan muncul di benak Aira.
Aira menengok ke arah waiters itu lalu menengok ke arah pintu masih berharap hal yang sama, namun laki-laki yang ia tunggu tidak juga menampakkan dirinya. Akhirnya Aira bangkit dan ingin pergi.
"Nona makanannya..?"tanya sang waiters
Aira menghentikan langkahnya, kembali menengok ke arah waiters tadi "Untukmu saja"seru Aira lalu ia keluar dari restoran ini.
Aira menyusuri jalanan menggunakan kedua kakinya, ia tidak menangis ia hanya merasa kecewa. Kecewa pada diri sendiri, yang terlalu gampang percaya dan ia sendiri terlalu berharap.
"Dari awal bukankah tuan David sudah memperingatkan diriku dengan berbagai hal, dia juga membangun tembok pembatas rasa antara aku dan dia, kenapa aku masih percaya saja padanya. Aku ini siapanya ? kenapa aku tidak juga sadar kan posisiku diriku sebenarnya? semua hanya tinggal menunggu waktu bukan."seru Aira
Ia kembali melangkahkan kakinya, sebenarnya banyak taksi yang lewat namun Aira masih memilih jalan kaki. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti saat melihat David berjalan berdampingan dengan seorang wanita yang Aira kenal bernama Jelita, keduanya masuk ke dalam mobil.
"Jadi karena ini Tuan David tidak datang? lalu kenapa ia tidak menghubungiku saja, jadi aku tidak perlu menunggunya"seru Aira .
__ADS_1
πππ
David sudah tiba di rumah, tapi ia tidak mengumumkan adanya Aira.
"Wira apakah Aira sudah pulang..?"tanya David pada Wira
"Bukankah ia bersama anda Tuan.."sahut Wira yang masih mendudukan dirinya di sofa.
"Berarti Aira masih menungguku.."David segerq keluar dari rumah, saat David ingin membuka pintu mobilnya.
Ia di kejutkan kedatangan Aira, "Aira.."panggil David
Aira masih berusaha bersikap seperti biasa "Tuan David, kau mau pergi.."serunya
"Tadinya aku mau menyusulmu,"ucap David sambil memandang Aira.
Aira tersenyum "Tidak perlu tuan aku sudah pulang, tuan aku masuk dulu ya.. Selamat malam"ucap Aira berlalu pergi meninggalkan David, tanpa mendengar penjelasan bagaimana David bisa tidak datang ke acarany dinner makan malam itu.
David masih memandangi kepergian Aira, entah mengapa ia merasa kecewa pada diri sendiri.
Aira memasuki kamarnya, tanpa menghiraukan panggilan Wira.
.
.
.
ππKalau aku jadi Aira sudah menangis..ππ
bersambung..
__ADS_1