
Felicia memandang tajam interaksi Wira dan seorang wanita cantik yang tidak jauh dari tempatnya duduk. Tangannya bersedekap sesekali ia akan mendengkus kesal saat lagi-lagi Wira memberikan senyuman tipis pada wanita itu, ingin sekali ia datang dan melabraknya, tapi sekali ia sadar siapa dirinya. Ada apa dengan dirinya.
Setelah sampai di Mall Wira memberitahukan jika ia akan menemui rekan bisnisnya di cafe tersebut, untuk itu setelah selesai Felicia berniat menghampiri Wira. Melihat Wira masih dalam mode serius Felicia mengurungkan niatnya, ia memutuskan untuk duduk tidak jauh dari tempat duduk Wira.
Wira dan wanita itu saling berjabat tangan, membuat Felicia semakin kesal. Tanpa berfikir panjang Felicia langsung menghampirinya.
"Apakah sudah selesai meetingnya, aku sudah bosan menunggumu.."ucap Felicia sambil menggandeng lengan Wira, membuat Wira tekejut.
Wanita itu melihat tangan Felicia yang merangkul di lengan Wira, ia menggelengkan kepalanya.
"Sudah Nona. Tuan Wira saya pamit dulu. Sampai jumpa lain kali."ucapnya sebelum berlalu pergi.
"Iya, sampai jumpa juga.."ucap Wira sambil tersenyum, membuat Felicia mencebik kesal.
"Nona, tangan anda.."ucap Wira membuat Felicia tersadar ia segera melepaskan tangannya.
"Oh maaf.."serunya sedikit canggung.
"Mari Nona..."ujar Wira
"kemana..?"sahut Felicia
"pulang.. Bukankah anda sudah selesai.."tutur Wira
"Nanti saja. Aku ingin makan."ucapnya membuat Wira melirik kembali ke arah tempat duduk di mana tadi Felicia berada, di situ jelas terlihat sudah ada bekas makanan.
"Bukankah anda sudah makan.."tanya Wira
"Ih aku lapar lagi. Jangan banyak membantah temani aku makan.."ucapnya, ia kembali mendudukan dirinya. Felicia kemudian memanggil pramusaji untuk memesan makanan.
Wira hanya diam tanpa, sesekali ia akan melirik ke arah Felicia yang tampak sedang kesal, tapi ia tidak mau banyak bertanya karena apa.
Tidak lama seorang pramusaji datang membawa pesanan makanan Felicia.
"Kau tidak ingin ikut makan kak.."tanya Felicia saat ia memasukan makanan dengan mulutnya.
"Sudah tadi sekalian meeting.."ucapnya, membuat Felicia kembali mencebik kesal.
"Dia lagi dia lagi.."umpatnya
"Ada apa Nona.."tanya Wira
Felicia menggeleng ia kembali menikmati makanannya. Ia kembali memikirkan bagaimana caranya mengajak Wira untuk menemaninya ke pesta ulang tahun temannya itu.
__ADS_1
"Kak Wira akhir pekan apa kau ada acara.."tanya Felicia
Wira hanya menjawabnya dengan gelengan kepalanya. "Ada apa..?"
"Bisakah temani aku untuk datang ke pesta ulang tahun temanku.."tutur Felicia
"Tidak bisa Nona.."jawab Wira cepat.
Gleg.. apa ini dia menolakku, tidak bisa di biarkan,,, saatnya melakukan akting..gumamnya
"Kenapa..?"tanya Felicia dengan kecewa.
"saya.."
"Wuaa.. hiks.. hiks..."tangis Felicia.
Wira kalang kabut saat melihat Felicia menangis, apalagi kini semua pengunjung resti mulai melihat ke arahnya.
"Tolong jangan menangis Nona. Lihatlah kita jadi pusat perhatian semua orang.."tutur Wira ia mulai berdiri menghampiri Felicia, ingin menenangkan namun ia tidak berani menyentuh Felicia sedikitpun.
"wua.. hiks.. hiks.." Felicia tidak memperdulikan ucapan Wira, ia kembali menangis.
Wira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Baiklah, katakan apa yang bisa saya lakukan agar anda berhenti menangis Nona.."
"Hei kenapa membuat kekasihmu menangis, turutilah maunya kasihan sekali.."ucap salah satu pengunjung di sana.
"Baiklah Nona. Aku akan menemanimu.."serunya
"Sungguh.."
Wira menganggukan kepalanya. Felicia langsung berdiri memeluk Wira. Membuat tubuh Wira menegang kaku.
"Nona tolong lepaskan.."pinta Wira
"maaf aku hanya terlalu senang.."ucapnya setalah ia melepaskan pelukannya.
Wira menggelengkan kepalanya, nyidam apa dulu Nyonya Mega saat mengandung dia, gumamnya.
⚘⚘⚘
"Kenapa anda bisa berfikir mengajak saya ke pesta teman anda Nona.."tanya Wira saat dalam perjalanan pulang.
"Oh ayolah kenapa harus membahas hal itu lagi."ujar Felicia
__ADS_1
"Apa yang akan saya dapatkan setelah aku menemani anda ke pesta teman anda Nona.."tanya Wira iseng-iseng.
"Bagaimana jika aku membayarmu. Bukankah dulu kakakku juga melakukan hal yang sama pada Kak Aira. Kenapa aku tidak.."ujar Felicia dengan polosnya, Wira mengekerutkan keningnya.
"Tapi saya tidak membutuhkan uang, gaji yang saya dapatkan dari kakak anda sudah sangat cukup bahkan lebih.."seru Wira
Felicia mencebik kesal, pria itu memang selalu seribu cara untuk menolaknya.
"Baiklah, aku akan membayarmu nanti tidak memakai uang."serunya
"Apa Nona..."
"Aku akan memberikannya nanti setelah kau selesai menemaniku ke pesta itu."sahut Felicia.
"Lupakan Nona aku hanya bercanda.."ucap Wira
"Hei aku bukan orang yang ingkar janji,"tutur Felicia
Tidak lama mobil Wira berhenti di depan rumah Felicia.
"Sudah sampai Nona.."ucap Wira
Felicia mengambil salah satu paperbag miliknya, lalu memberikannya pada Wira.
"Pakailah ini saat nanti ke pesta. Aku sudah membelikannya tadi untukmu."ucap Felicia
"Nona saya mempunyai banyak pakaian, saya rasa.."
"Aku tidak menerima penolakan, tega sekali kau menolak pemberianku. Apa kau tidak tau aku membeli baju ini dengan mengurangi uang sakuku.. Kau bahkan tau aku belum bekerja.."cerocosnya.
"Baiklah.."Wira pun menerimanya.
"Jangan lupa jemput aku jam 7 malam, aku masuk dulu.."ucap Felicia
Wira mengangguk, Felicia segera keluar dari mobil Wira kemudian masuk ke dalam rumah.
Felicia tersenyum senang, "ternyata kemampuan aktingku sangat berguna. Lihat saja akan ku buat dia tergila-gila padaku."ucapnya
Wira memandang paper bag yang di berisikan baju yang di berikan oleh Felicia, tanpa sadar bibirnya membentuk senyuman tipis.
Wira segera membelokkan mobilnya ke apartemen miliknya. Semenjak David menikah Wira memutuskan untuk pulang ke apartemen miliknya.
⚘⚘⚘
__ADS_1
jangan lupa like, komen, hadiahnya