
Wira masuk ke dalam ruangan David sambil membawa dokumen-dokumen penting persiapan meeting nanti, serta sebuah undangan pernikahan. Ia meletakkannya di atas meja David.
"Apa ini.."tanya David
"Undangan pernikahan Tuan Darren.."sahut Wira lemah.
"Pernikahan ?. Bukankah sepuluh hari yang lalu kita baru menghadiri upacara pemakaman calon istrinya, saya pikir pernikahannya batal, lalu ini.."David memegang undangan dari Darren. (kisah Darren ada di novel Balada Dendam dan Cinta bagi yang belum baca boleh mampir😁😁😂 promo lagi kan jadinya).
"Entahlah Tuan.."sahut Wira lemah.
David menatap Wira keningnya mengkerut, "Kau baik-baik saja Wira, wajahmu terlihat begitu pucat. Jika kau merasa kurang sehat lebih baik kau pulang saja. Saya bisa menghadiri pertemuan klien nanti dengan Novi.."ujar David
"Saya baik-baik saja Tuan.."sahutnya.
🌹🌹🌹
Di sebuah restoran dengan ruang kelas VIP David, Wira, beserta klien pentingnya sedang melakukan percakapan-percakapan penting membahas kerja sama antar keduanya. Namun sejak tadi Wira merasa gelisah, entah apa yang pria itu rasa kepalanya berdenyut nyeri, namun sebisa mungkin pria itu bersikap biasa.
Hingga meeting pun selesai tidak lama hidangannya pun tiba, karena waktu sudah mendekati makan siang jadi David mengajak kliennya untuk makan siang.
"Saya dengar anda putra dan putri anda sudah lahir Tuan.."ucap Jhon, selaku rekan kerja David.
"Ya Tuan.."seru David
"Wah selamat, maaf saya belum sempat berkunjung.."
"Tidak masalah, saya mengerti orang seperti anda pasti sangat sibuk.."seru David
"Tidak sesibuk anda Tuan David..."dusta Jhon.
David tersenyum tipis, "Mari hidangannya Tuan.."
"Wah terimakasih sekali, anda memesankan makanan begitu banyak.."ucap Jhon
"Agar anda lebih leluasa memilih, barangkali ada sesuatu makanan yang membuat alergi.."tutur David
Jhon terkekeh, "saya bukan tipe pemilih dalam hal makanan Tuan David.."serunya sambil memulai makanan.
David melirik ke arah Wira yang terdiam, "Wira ayo makan kenapa kau masih diam saja.."tanya David
"Iya Tuan.."sahutnya ia mulai mengambil hidangan di atas meja.
"Mari Tuan Jhon silakan makan.. "sambung Wira
"Oh silakan Tuan Wira.."sahut Jhon
Wira mulai mulai mengambil makanan itu dengan sendok dan garpunya, perlahan ia memasukkannya ke mulut. Aneh, ia merasa aneh perutnya seperti tidak dapat menerima makanan itu.
Kening David mengkerut melihat cara Wira makan seperti begitu di hayati.
"Apa tidak enak Wira, kau bisa mencoba hidangan yang lain.."ucap David
"enak kok Tuan.."dustanya, Ia kembali menyuapkan makanan itu ke dalam mulutnya. Namun kali ia merasakan mual dan ingin muntah, perutnya sama sekali tidak dapat menerimanya.
__ADS_1
Wira menutup mulutnya berusaha menahan diri untuk tidak muntah di sana, atau nanti ia akan membuat David malu.
"Tuan saya permisi ke toilet dulu.."pamit Wira
David dan Jhon menganggukan kepalanya, setelah itu Wirq segera melesat pergi dengan terburu-buru.
🌹🌹
Huek.. huek...
Wira kembali memuntahkan makanan tadi beserta cairan bening, ia menatap wajahnya di pantulan cermin, wajahnya memang terlihat pucat tidak seperti biasanya.
"Ada apa denganku, aku tidak pernah seperti ini. Jangan-jangan aku menyidap penyakit berbahaya lagi.."gumamnya, Wira menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikiran negatifnya.
"Tapi, sejak pagi aku seperti ini. Untung saja Felicia sudah berangkat lebih dulu, entah sampai jam berapa wanita itu akan ceramah.."sambungnya.
Wira membasuh mukanya dengan air agar terlihat segar sedikit.
🌹🌹
"Lho Tuan, di mana Tuan jhon.."tanya Wira sat ia kembali ke ruang meeting tadi.
"Sudah pulang.."sahut David
Wira menganggukan kepalanya, David melirik ke arah Wira.
"Kau mau melanjutkan makanmu Wira.."
David bangkit dari tempat duduknya, tangannya mengadah, "Mana kunci mobilnya Wira.."
Wira memberikan kunci mobilnya, "Kan saya yang menyetir Tuan.."
David menggeleng, "Tidak, aku tidak ingin kau menyetir dalam kondisi seperti ini. Ayo aku akan mengantarmu ke rumah sakit.."
"Jangan..."pekik Wira
"Saya tidak mau kesana Tuan.."sahutnya
David menghela nafasnya, "Baiklah kalau begitu aku akan mengantarmu pulang saja.. Aku tidak mungkin membiarkanmu bekerja dalam kondisi tidak fit, lihatlah wajahmu bahkan begitu pucat.."
"Baiklah Tuan.."seru Wira pasrah.
🌹🌹
Sampai di apartemen Wira langsung membaringkan dirinya di ranjang, benar ia memang merasa tidak baik-baik saja. Ia merasa lemas tak bertenaga. Dengan istirahat mungkin nanti keadaannya akan membaik.
Felicia berjalan ke apartemen dengan tergesa-gesa usai mendapatkan telpon dari David ia langsung bergegas pulang , David mengatakan jika suaminya pulang cepat karena tidak enak badan.
Sampai di apartemen Felicia menghela nafasnya melihat Wira terlelap dengan meringkuk. Di lihat dari wajahnya suaminya itu terlihat pucat.
Tanpa membangunkan Wira, Felicia meletakkan tasnya, kemudian mengambil baju ganti dan menggantinya.
Felicia kemudian berlalu ke dapur memasak bubur untuk Wira, David bilang Wira belum makan apapun.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian makanannya sudah jadi Felicia meletakannya di atas nampan lalu membawanya ke kamar bersama segelas air putih. Ia meletakkan makanannya di atas meja, lalu ia mendudukan dirinya di samping Wira tidur.
"Kak, bangun.. ayo makan ..."ucap Felicia ia mengguncang tubuh Wira.
Perlahan kelopak mata Wira terbuka, "Feli.."ucapnya, ia bangkit langsung memeluk Felicia. Felicia mengerutkan keningnya.
"Makan ya kak.."ucap Felicia
"Sebentar Fel, aku merasa lebih baik jika memeluk dirimu. Tadi aku pusing banget perutku mual. Takutnya nanti pas makan juga mual lagi.."tutur Wira
"Mual, kau seperti wanita hamil saja."celetuk Felicia
"Ngaco, aku pria tulen mana mungkin hamil. Ada kamu harusnya yang hamil.."sahut Wira
Mengingat kata hamil, Felicia baru ingat jika ia sudah telat datang bulan dua minggu, tapi ia tidak merasakan tanda-tanda apapun. Tidak masalah besok dia akan mengeceknya.
Wira melepaskan pelukannya, lalu tersenyum tipis ke Felicia.
"Aku mau makan, tapi suapin ya.."pinta Wira
"Tumben..."sahut Felicia bingung
"Entahlah tiba-tiba aku merasa akan bisa makan jika di suapinmu.."tutur Wira
Felicia menganggukan kepalanya, ia mengambil makanan tadi perlahan ia mulai menyuapkan bubur itu pada Wira.
Benar, tidak mual lagi. Aneh pikir Wira. Wira terus menikmati makannya hingga habis tak tersisa, setelahnya Felicia memberikan minum.
"Gantilah pakaianmu kak kalau mau tidur lagi.."perintah Wira
"Males, nanti sajalah.."Wira hanya melepas jasnya dan membiarkan kemeja putihnya tetap menempel.
"Mau kemana.."sambung Wira bertanya pada Felicia
"Mengembalikan mangkok ke dapur.."sahutnya
"Nanti saja, sekarang ayo temani aku istirahat.."pinta Wira dengan wajah melas.
"Baiklah..."Felicia menurut kembali meletakkan nampannya di atas meja. Kemudian ia merangkak naik ke tempat tidur.
Wira segera menarik tubuh Felicia hingga terjatuh di tubuhnya. Felici mengerucutkan bibirnya kesal. Wira memeluk tubuh Felicia erat kemudian ia mulai memejamkan matanya.
🌹🌹
Tetap bagi aku
Like
komentar
Hadiahnya ya guys
gak kasihan aku nulis panjang lho guys😯
__ADS_1