
Dalam perjalanan pulang David masih terdiam memikirkan pertemuan yang tanpa tak sengaja dengan Aira. Mengetahui kenyataan jika Aira sudah menikah David merasa kecewa, tapi ia bisa apa. David bukanlah tipe pria yang suka menganggu rumah tangga orang, namun entah kenapa rasa ingin tau tentang Aira terus menguap dalam hatinya. Lima tahun yang lalu Jhony mengatakan Aira tidak pernah memiliki kekasih namun sekarang David di pertemukan Aira dalam keadaan ia sudah menikah, kenapa takdir begitu cepat mengubah semuanya, seolah tidak bisa memberikan kesempatan untuk David memperbaiki semuanya.
Wira yang duduk sambil menyetir sesekali melirik ke arah atasannya itu, tampak David yang terdiam dengan tenang. Ada rasa lega saat tanpa sengaja David kembali bertemu dengan Aira, setidaknya mungkin David sudah mengungkapkan maaf untuk kejadian lima tahun yang lalu. Meski ia juga harus menelan rasa kecewa saat mengetahui Aira sudah memiliki seorang putra itu artinya Aira sudah menikah.
Felicia merasa jenuh akan keterdiaman yang tercipta di dalam mobil.
"Kak.."panggil Felicia
"Hem.."sahutnya
"Axel itu lucu ya dia juga pintar."
David hanya menganggukan kepalanya tanpa berniat untuk menjawab ucapan adiknya itu.
"Entah kenapa aku merasa Axel kok mirip denganmu ya kak.."sambung Felicia.
"Jangan ngaco Felicia, Aira sudah menikah tidak baik jika ucapanmu sampai terdengar di telinganya.."
Felicia menghela nafasnya, "Aku hanya mengatakan apa yang ku rasa. Aku juga merasa sepertinya Kak Aira itu seperti sedang menyembunyikan sesuatu.."
"Feli.. diamlah..."
"Kakak ingatlah aku itu kuliah jurusan psikolog sedikit demi sedikit aku bisa membaca gelagat seseorang. Aku merasa kak Aira seperti menyembunyikan sesuatu. Entah kenapa kak Aira begitu rubah aku merasa ia begitu tertekan ."desah Felicia, David tergelak dan terdiam mencerna segala ucapan adiknya itu.
__ADS_1
'Dan aku juga tau jika kak Aira sebenarnya mencintaimu.. tapi melihatmu begini aku jadi tidak berminat memberitahukan semuanya,'
"Kak Wira berhentilah di restoran di depan aku merasa lapar.."perintah Felicia, Wira melirik ke arah David. David hanya menganggukan kepalanya.
๐๐๐
CAFE & RESTO AILIN
Tampak Axel sedang duduk terdiam di pojokan menunggu sang Mommy yang bekerja. Tadinya Axel di suruh menunggu di ruangan Mommynya tapi bocah itu tampak jenuh. Anak itu sudah berganti pakaian mungkin Mommynya sudah mempersiapkannya.
"Axel.."Sapa Felicia saat masuk ke dalam resto itu.
Axel menoleh ke arah Felicia, "Onty Feli, Uncle David, Uncle Wira.. mau apa..."tanya bocah itu polos.
Sedang David tampak berfikir bagaimana bisa Axsl berada disini lalu di mana Aira.
"Kau sendiri sedang apa Axel...?"tanya David akhirnya
"Menunggu Mommy bekerja.."jawab Axel.
"Oh Mommy mu bekerja di sini.."tanya David
Axel hanya mengangguk, lalu menunjuk ke arah sang Mommy yang tampak sedang menyapa beberapa pengunjung. Wanita dengan kemeja berwana coklat serta celana hitam dengan rambut yang di ikat kuda, dengan polesan make up yang tipis tampak wanita itu sedang tersenyum manis saat menyapa beberapa pengunjung. Tanpa sadar David mengangkat bibirnya sedikit tersenyum samar, ada hati yang menghangat kala melihat senyum Aira. Semua itu tidak luput dari pandangan Felicia dan Wira tentunya.
__ADS_1
Sampai akhirnya ia tersadar saat Felicia menepuk bahunya untuk mengajaknya duduk. David pun melangkah mengikuti Felicia.
"Axel sinilah makan bersama Uncle.."ucap David
"Bolehkah..."ucap Axel dengan mata berbinar, padahal tadi ia sudah makan.
Setelah keempatnya duduk tampak seorang pramusaji datang menawarkan berbagai menu. Sambil menunggu pesanan datang Axel tampak berceloteh panjang lebar pada David, namun anak itu tidak pernah menyinggung soal ayahnya saat bersama David ia hanya menceritakan sebagian kegiatannya di sekolah.Tidak lama itu seorang pramusaji datang membawa pesanan mereka.
Aira kebingungan mencari Axel karena yang ia tadi putranya itu duduk di ruang kerjanya. Matanya menyapu seluruh isi area cafe dan resto itu, sampai akhirnya ia menangkap sosok yang ia cari tengah tertawa bahagia bersama seorang pria yang entah sejak kapan telah mengisi hatinya. Sesekali Aira bisa melihat David dengan telaten menyuapkan makanan pada Axel.
"Ternyata ikatan batin antara seorang ayah dan anak begitu kuat, sejauh apapun aku memisahkan mereka tetap saja Tuhan memberi jalan untuk mereka bertemu,"gumamnya sambil tersenyum menatap wajah sang putra yang tampak begitu bahagia, Aira belum pernah melihat wajah putranya sebahagia itu.
Tanpa sadar langkah kaki Aira membawanya mendekat ke arah mereka.
"Axel..."panggil Aira, membuat David dan yang lainnya menoleh menatap ke arah Aira.
"Mommy ..."sahutnya sambil memakan makanannya.
๐๐
๐๐jangan lupa like, komen, vote, hadiahnya๐๐
๐๐kemarin gak up sibuk banget, anak juga gak mau tidur siang๐ญ๐ญ, nah hari ini kebteulan ia bo2 siang jadi sempetin ngetik๐๐
__ADS_1
bersambung..