
Di sebuah kamar hotel bintang lima terdengar suara erangan dan desahan yang begitu menggema.
"Fre..ya.." desah sang pria saat ia mencapai pelepasan, tubuhnya ambruk saat itu juga.
"Kau benar-benar hebat fre, selalu bisa memuaskanku.."ucap Anton, ia menyingkirkan tubuhnya yang menimpa Freya.
Anton bangkit dari tempatnya ia mengambil ponselnya, sedangkan Freya masih mengatur nafasnya yang tampak tak beraturan akibat permainan panas mereka.
Anton kembali ke sisi Freya, lalu menunjukkan sebuah Video.
"Kau lihat ini.."ucapnya sambil menyodorkan ponselnya.
"Apa.."wanita itu berusaha bangkit, banyak bercak kemerahan yang tersemat di dalam tubuhnya.
Setelah berhasil duduk Freya mengambil ponsel Anton lalu melihat Video rekaman kekaucauan pesta pernikahan David dengan jelas. Freya tersenyum sinis.
"Ada apa..?"tanya Anton ia ikut masuk kembali ke dalam selimut.
"Entah aku harus senang atau ikut sedih melihat video itu,"ucap Freya
"Kenapa?"tanya Anton dengan penasaran.
"Aku dulu pernah di jodohkan oleh Papaku dengan David Adinata, tapi lihatlah pria itu menolakku karena wanita yang berada di sisinya.."
"Dia istrinya.."ujar Anton
"Sekarang, dulu bukan.."
"Lalu kau mundur begitu saja begitu.."tanya Anton lagi
Freya menggeleng, "Awalnya tidak, tapi sial David dan Asistennya itu bukan orang yang bodoh, mereka menggali segala informasi tentang diriku membuat aku tidak bisa berkutik."
Anton mengangguk, "Kau menyerah.."
"Tentu saja, aku tidak mungkin mempertaruhkan perusahaan kedua orang tuaku, juga nama baik diriku.."ucap Freya
"Tapi sekarang aku senang dan lega, rasanya dendamku terbalaskan akan kekacauan yang di buat wanita itu, dia bodoh atau bagaimana bisa-bisanya berhadapan dengan seorang David Adinata.."sambungnya
"Lalu apa keinginanmu saat ini, apa kau berniat untuk menganggu mereka.."tanya Anton
Freya menggeleng, "Tidak, meski aku memebenci keduanya. Aku tidak akan mengusik hidup mereka."
"Bagus..."ujar Anton
__ADS_1
"Apa kau berniat untuk menikah.."samnung Anton
Freya tertawa kencang, "Kau bodoh atau bagaimana, mana ada seorang pria yang mau menikahiku bekas banyak pria.."
"Bagaimana jika memang ada.."tanya Anton dengan serius.
"siapa..?"Freya menghentikan tawanya
"aku.."
Freya melirik ke arah Anton, "Kau waras. Sudahlah jangan bercanda. Aku akan pergi mandi.."Freya bangkit dari tempatnya, namun Anton menarik tangan Freya.
"Aku serius.. Aku mencintaimu Fre.."
"Kau sadar apa yang kau ucapkan, kau tau bagaimana kehidupanku kan. Jangan membuat dirimu menyesal Anton, aku bukan wanita baik-baik.."tutur Freya ia menatap dalam kedua bola mata Anton.
Anton mengangguk, "Aku serius.."
"Beri aku waktu.."seru Freya
"Baiklah.."Anton pasrah membiarkan Freya berlalu ke kamar mandi.
๐ท๐ท๐ท
"Tuan memanggil saya.."tanya Wira setelah ia mengetuk pintu dan masuk ke ruangan David.
"Aku butuh bantuanmu Wira.."ucap David
"Siap Tuan.."
"Tolong jemput Felicia di kampus, mobilnya mogok. Aku tidak bisa membiarkan dia menaiki taksi. .."perintah David
"Baik Tuan.."
๐ท๐ท๐ท
UNIVERSITAS XY
"Kau menunggu siapa..?"tanya Bima teman kampus yang sejak dulu mengaggumi Felicia.
"Pacarku.."Jawab Felicia datar, sungguh ia tidak suka melihat tatapan Bima yang seakan-akan ingin menerkam dan menelanjangi dirinya.
"Ayolah ikut denganku, aku bisa mengantarmu. Sekalian kita senang-senang dulu.."ucap Bima
__ADS_1
"Brengsek.."ucap Felicia
"Kau jangan berkilah, aku tau kau tidak mempunyai kekasih. Jangan sok jual mahal.."ucap Bima tangannya mulai menggapai pipi Felicia, namun Felicia menangkisnya.
"Kau,."Bima menatap tajam Felicia, ia mencengkram tangan Felicia erat.
"Ikut denganku.."Bima menyeret paksa Felicia,
"Lepas brengsek,.."teriak Felicia, Bima kini sudah sampai ke depan mobilnya. Ia hendak membuka pintu mobilnya.
Bugh.. bugh..
Sebuah pukulan mendarat di tubuh Bima membuat pria itu tersungkur jatuh merintih kesakitan.
"Kak Wira..."Felicia langsung berlari memeluk Wira, membuat Wira terkejut.
"No..na.."Ucap Wira
"Siapa kau, berani sekali memukulku.."ucap Bima ia bangkit dari tempatnya.
"Itu hanya sebuah peringatan kecil karena kau sudah berani menganggunya. Jika kau mengulangi lagi akan ku pastikan kau mendapatkan yang lebih.."ancam Wira
Bima tersenyum sinis seolah tak percaya, tidak mau mendapatkan lebih banyak pukulan, ia berlalu masuk ke dalam mobilnya.
"Ayo Nona, dia sudah pergi.."ucap Wira
Felicia melepas pelukannya, membuat Wira menghela nafasnya lega ada desiran aneh yang ia rasa saat Felicia memeluk dirinya ,namun sebisa mungkin ia mengendalikan dirinya, seumur hidupnya baru kali ini ia di peluk seorang wanita.
"Kak terimakasih.."ucap Felicia begitu sampai di mobil.
"Sama-sama Nona.."jawab Wira
"Kenapa harus memanggiku Nona, panggil Feli saja.."pinta Felicia
"Aku tidak ada hak untuk itu.."ujar Wira
๐ท๐ท
๐ท๐ทSegini dulu ya. Karena kalian minta di lanjutin ya aku lanjutin. Jangan pada bosan ya๐. Nanti next part usahakan mulai membahas Dino, sekarang lagi mikirin krangkai kata-katanya.
Oh ya jangan protes kenapa aku menyempilkan tokoh Freya lagi, barangkali ada yang penasaran๐๐. Rencananya aku juga akan mempertemukan Aira dengan mama tirinya, Dino dengan papanya begitu. Doakan ideku mengalir layaknya air mengalir ya๐๐๐ท๐ท
๐ท๐ทBuat semangatku boleh kalian lempar bunganya, pencet likenya, ketik komentar kalian๐ท๐ท
__ADS_1
bersambung..