
ππSebelumnya aku akan mengatakan ya jika alur cerita ini maju mundurππ
ππHappy reading.. jangan lupa komennya biar aku semangat upππ
πππ
Dalam perjalanan pulang David masih termenung hal yang sama entah kenapa penyesalan saat kejadian lima tahun yang lalu semakin membekas dalam hatinya.
Apalagi mengingat kini hubungannya dengan Dino renggang, adik sepupunya itu seolah menjauh dan menjaga jarak darinya.
Flasback on
Lima tahun yang lalu
Dino datang dengan tergesa-gesa, suasana ballroom hotel yang masih mencekam membuat tanda tanya besar bagi Dino.
Ada apa...?
Kenapa Aira bisa pergi dalam keadaan menangis..?
Lalu di mana Kak David berada, tidakkah ia melindungi wanita itu...?
Berbagai pertanyaan muncul di otaknya.
__ADS_1
"Sayang kau sudah datang...?"tanya Dera sang Mama menghampiri putranya,
Dino memalingkan wajahnya dari sang mama kemudian tatapannya beralih pada sang Kakak sepupu yang saat itu masih di cengkram oleh Deni sementara satu tangannya masih memegang ponsel entah berusaha untuk menghubungi siapa. Lalu perlahan ekor matanya mulai bergerak melihat satu persatu wajah seseorang yang berada di ballroom hotel itu. Telinganya berdengung mendengarkan bisik-bisik para tamu hotel akan apa yang telah terjadi pada Aira. Kedua tangannya mengepal sempurna bersiap untuk meninju siapapun.
"Diam..."teriak Dino dengan lantang, membuat semua orang yang tengah membicarakan Aira langsung terdiam.
Dino memandang tajam, "Ada yang bisa jelaskan apa yang telah terjadi di sini, bagaimana Aira bisa keluar dalam keadaan kacau dan menangis seperti itu..?"tanya Dino dengan lantang.
Semua terlonjak kaget akan pertanyaan dari Dino, tidak ada yang membuka suara, perlahan David melepaskan cengkraman Deni, ketika ia hendak membuka suaranya, ia mengurungkan niatnya tatkala Dera bersuara.
"Kenapa Dino? kau mau membela wanita itu. Dia hanya wanita rendahan di bayar oleh David kakak sepupumu itu, dan mama rasa dia pantas mendapatkan hal itu.."Jelas Dera dengan sinis, sungguh ia semakin tidak menyukai Aira karena Dino anaknya pun justru datang membelanya.
Dino masih terdiam, "Dino apa yang mamamu katakan itu benar, wanita itu hanyalah seorang wanita sewaan. Dia tidak pantas berada dalam lingkup keluarga kita"sambung Deni
"Diam...."Dino sudah tersulut emosi kali ini.
Ia menunjuk satu persatu orang yang berada di ballroom hotel itu, "Jika kalian menganggap Aira hanyalah wanita rendahan hanya karena dia seorang wanita bayaran, lalu apa pendapat kalian tentang diri kalian sendiri. Apa menurut kalian semua, kalian adalah orang-orang yang terhormat"mata Dino sudah memerah menahan amarah Dino menggeleng, "Tidak kalian telah salah menilai diri kalian sendiri, seseorang yang terhormat tidak akan pernah melakukan hal sepicik itu pada seorang wanita, jikapun dia bersalah kalian tidak pantas mempermalukannya di depan umum seperti ini. Kalian telah merendahkannya. Aku tidak menyangka jika aku bisa terlahir dari keluarga sepicik ini."ucap Dino
plakkkkk...
Semua orang tecengang kaget saat Dera melayangkan tangannya menampar sang putra. Pun demikian dengan Dino, ia tidak menyangka jika mamanya pun melakukan hal itu. Dino meringis kala merasakan perih di bagian sudut bibirnya.
"Kau menjelek-jelekkan keluargamu sendiri, demi membela wanita seperti dirinya.."ucap Dera
__ADS_1
"Kenapa ma..? aku mengatakan hal yang benar bukan.."sahutnya
Dino melangkah mundur, "Dengar aku baik-baik, kalian semua yang berada di sini akan menyesal telah melakukan hal serendah itu pada Aira.."
Dino kembali menunjuk David, "Terutama kau Kakaku tersayang, hari ini kau telah membuktikan betapa pecundangnya dirimu, kau mampu membawa seorang wanita kemari namun saat ia membutuhkan pertolonganmu kau tidak membelanya atau melindunginya. Akan ku pastikan kau akan selalu mengingat hari ini, dan menyesal sedalam-dalamnya kak.."tunjuk Dino pada David
Setelah mengucapkan kata-kata itu Dino bergegas keluar meninggalkan pesta itu, semua keluarga besar Adinata terdiam mendengarkan penuturan Dino yang penuh dengan emosi.
David segera berlalu pergi dari pesta itu menuju kediamannya, ia berniat untuk meminta maaf pada Aira. Namun saat sampai di rumah ia terkejut tidak mendapati Aira di sana, Aira sudah pergi entah kemana. Perlahan penyesalan itu mulai hinggap dalam hatinya, ia tidak cukup cepat menyusul Aira pergi tadi.
Flashback off..
"Tuan kita sudah sampai.."ucap Wira membuat lamunan David buyar.
David mengangguk, "Terimakasih.."sahutnya kala Wira membukakan pintu mobilnya.
πππ
ππBeberapa hari belakangan sibuk, maaf baru bisa upππ
ππjangan lupa tekan like, komen, hadiahnya ya..ππ
bersambung..
__ADS_1