
Pukul sembilan malam David memasuki kamarnya, Aira yang menyadari kehadiran David segera menyembunyikan ponselnya di bawah bantal.
"Kau menyembunyikan sesuatu..?"tanya David dengan kening mengkerut .
Aira menggeleng, "Tidak.."
"Aku tadi melihatmu sedang bermain ponsel, saat aku datang kau langsung buru-buru menyembunyikan ponselmu. Ada apa? apa ada yang kau sembunyikan dariku.."tanya David dengan tatapan menyelidik. David merangkak naik ke tempat tidur.
"Tidak ada, percayalah. Sudah malam tidurlah.."ujar Aira
David menggeleng, ia mendekati Aira, "kau mau apa.."sambung Aira
"Diam..."ucap David,
Tatapan keduanya bertemu hembusan nafas keduanya saling terdengar, David dengan segera mengambil ponsel milik Aira yang di sembunyikan di bawah bantal.
"Ketemu .."seru David
Aira tergagap, "Jangan, cepat berikan padaku ponselku.."ia berusaha mengambil ponsel yang berada di tangan David.
"Diam, aku hanya akan melihat sebentar."seru David
Aira menghela nafasnya, David mulai mengecek ponselnya awalnya keningnya mengkerut namun sedetik kemudian ia terkekeh.
"tips mendapatkan anak kembar.."David terkekeh saat membaca halaman web terakhir yang Aira baca di ponselnya.
Semburat rona merah muncul di wajah Aira, "Kembalikan.."Aira kembali meraih ponsel di tangan David.
Dengan cepat David menjauhkan ponsel Aira ia menyembunyikannya di belakang tubuhnya. Aira tetap berusaha meraih ponselnya.
"Jadi kau ingin anak kembar,.."Goda David salah satu tangannya menarik tangan Aira hingga wanita itu kini jatuh ke dalam dadanya.
"Memalukan.. lupakan"Aira mengumpat pada diri sendiri. Ia memalingkan mukanya.
"Ku rasa idemu itu tidak buruk, ayo kita praktek.."seru David ia meraih wajah Aira agar menghadap dirinya.
David menatap Aira dengan tatapan mendamba, sebelumnya David kembali mengambil ponsel Aira dan meletakkannya di atas nakas. Hembusan nafas keduanya terdengar, David memajukan wajahnya, lalu dengan cepat David mengecup bibir Aira dan **********. Tangan Aira langsung bergerak meraih tengkuk David untuk memperdalam ciumannya. Ciuman David beralih ke leher jenjang Aira. Aira menggelinjang hebat akan sentuhan yang David berikan. Tangan David mulai merambat membuka kancing piyama Aira. Setelah terbuka David membuangnya ke sembarang arah, David mulai menyusuri tubuh Aira dengan lidahnya.
Aira mulai mengeluarkan suaran desahan, membuat gairah David mulai meninggi, David membuka kain pembungkus kedua bukit kembar milik Aira lalu membuangnya asal. Nafas Aira terengah-engah. Dengan cepat David mulai mencium dan meremas dada Aira, membuat Aira kembali menggelinjang dan mengeluarkan desahan yang hebat.
Tangan Aira tidak tinggal diam, ia pun mulai membuka kancing piyama David satu persatu. Hingga kini keduanya tanpa sehelai benangpun. David telah bersiap memposisikan dirinya, sebelum suara ketukan pintu mengganggu kenikmatan keduanya.
"Mommy, Daddy.."panggil Axel mengetuk pintu dengan kencang.
"David, Axel memanggil kita.."seru Aira ia menahan
"Sebentar saja,"ucapnya, gairahnya sudah di unjung tanduk bagaimana bisa Aira menyuruhnya berhenti.
"Mommy Daddy wuaa..."Axel mulai menangis
"shit.."David bangkit dari atas tubuh Aira.
"Pakailah bajumu kembali.." David pun mulai mengambil pakaiannya dan memulainya. Aira yang sudah menemukan pakainnya ia memilih masuk ke dalam kamar mandi.
Ceklek..
"Ada apa son.."tanya David dengan lembut.
"Aku ingin tidur dengan Mommy dan Daddy.."ucap Axel
David menggaruk tengkuknya ingin menolak tapi melihat wajah Axel tidak tega.
"Ya sudah ayo masuk.."
__ADS_1
"Di mana Mommy, Dad.."tanya Axel saat kakinya sudah berhasil melangkah masuk ke dalam kamar.
"Lagi di kamar mandi. Ayo tidurlah.."perintah David.
Axel pun menurut ia mulai membaringkan tubuhnya, di tengah-tengah. Perlahan mata Axel mulai terpejam.
Aira keluar dari kamar mandi ia mulai membaringkan dirinya di samping Axel. David menatap lekat-lekat Aira.
"Jangan tidur dulu.."cegah David
"kenapa? aku sudah ngantuk.."ujar Aira
"Lanjutkan yang tadi.."
Aira menggeleng, "Tidak bisa ada Axel.."
"Pindah saja di kamar Axel.."pinta David
"lanjutkan besok saja, aku sudah ngantuk.."seru Aira dengan mata mulai terpejam.
"Tega sekali, baiklah aku rasa. Bulan madu adalah jalan terbaik.."ucap David
⚘⚘⚘
Siang ini Dino mengajak Tia pergi ke Mall.
"Mas Dino sudahlah. Aku rasa ini sudah cukup, ini terlalu banyak untukku..."ucap Tia sambil menunjuk paperbag yang ia bawa.
"Masih ada yang belum di beli, kau diam saja. Biar aku yang memilih.."ujar Dino
Tia memandang barang-barang yang ia bawa belum lagi yang ada di tangan Dino, rasanya sangat sayang apalagi ketika melihat harga barang yang Dino belikan untuknya, Tia merasa terlalu boros membuang-buang uang.
"Aku sudah mendapatkannya, ayo kita pergi makan."seru Dino, ia mengajak Tia pergi, Tia berjalan mengikuti langkah Dino di belakangnya.
"Kau tidak punya mata ya.."sentak wanita itu.
"Maaf.."lirih Tia
Dino yang merasakan bahwa Tia tidak ada di belakangnya ia pun kembali memutar tubuhnya. Dino terkejut saat melihat Tia menunduk di hina oleh seorang wanita di depannya.
"Ada apa ini..?"ucap Dino
Tia mendongak, "Mas Dino.."
"Dino.."
"Mama.."
"Lihatlah Dino babu ini sudah menabrak mama hingga belanjaan mama jatuh ke lantai.."ucap Dera ia menunjuk Tia,wanita yang di tabrak Tia ternyata mamanya Dino.
Hati Tia teriris mendengar penghinaaan Mamanya Dino, "Apakah mama merasa di rugikan. Hanya terjatuh tidak sampai kotor bukan ataupun rusak bukan. Dia juga sudah meminta maaf kan.."
"kenapa kau membelanya.. Aku ini mamamu Dino.."ucap Dera
"Tapi dia kekasihku.."ucap Dino, membuat Dera terkejut.
"Kau tidak pernah pulang menemui mama, sekalinya bertemu kau bersikap kurang ajar pada mamamu ini.."teriak Dera
"Memang lebih untuk kita tidak pernah bertemu sampai hatimu itu benar-benar bersih ma.."ucap Dino
"Ayo kita pergi.."sambung Dino, saat ia menyadari aktivitas mereka menjadi sorotan para pengunjung lainnya.
"Dino.."teriak Dera
__ADS_1
Dera mengepalkan tangannya, "Tidak akan ku biarkan babu itu mengambil putraku.."
⚘⚘
Sepulang dari kampus Felicia mengemudikan mobilnya ke arah Mall ia hendak membelikan kado untuk ulang tahun temannya itu. Tidak masalah beli kadonya dulu, masalah nanti dia akan datang dengan siapa akan ia pikirkan nanti.
cit..
"Apalagi.."ucap Feli saat tiba-tiba mobilnya mogok di tengah jalan.
Ia mencoba menghidupkan mobilnya namun tetap tidak bisa. Felicia memilih turun mengecek mobilnya.
Dia menendang ban mobilnya yang kempes, di tambah kepulan asap saat ia membuka bagian mesin.
"Apes sekali.."umpatnya.
Felicia melihat sekeliling tempat itu tidak ada bengkel sama sekali, tidak ada pula taksi yang lewat. Saat Felicia hendak berbalik mengambil ponsel bermaksud memesan secara online, sebuah mobil berhenti di depannya membuat ia terkejut. Di tambah pula saat orang itu menurunkan kaca mobilnya.
"Kenapa dengan mobilmu Nona.." tanya Wira
"Kak Wira,.."lirihnya, ia malah terpesona melihat ketampanan pria itu.
"Nona.."panggilnya lagi.
"mogok.."ucapnya cepat.
Wira segera memarkirkan mobilnya di depan mobil Felicia, kemudian ia turun menghampiri Felicia. Ia melihat kondisi mobil felicia.
"Saya akan menelpon petugas bengkel untuk memperbaiki mobil anda. Sementara kalau tidak keberatan saya akan mengantar anda sampai rumah Nona.."ucap Wira
Felicia malah terbengong tanpa menjawab ucapan Wira.
"Nona, apa anda mendengar ucapan saya.."sambung Wira kembali.
Felicia terlonjak kaget, mendadak lidahnya kelu, ia hanya menganggukan kepalanya, membuat Wira mengernyit bingung.
"Ayo Nona.."ajak Wira ia membukakam pintu mobil belakang.
"Bolehkan aku duduk di sampingmu saja Kak Wira.."pinta Felicia
Wira hanya menganggukan kepalanya, setelahnya Wira memutari mobilnya lalu masuk ke dalam kursi kemudi.
"Kak Wira dari mana.."tanya Felicia
"dari kantor.."jawabnya datar
"lalu mau ke mana..?"
Wira melirik ke arah Felicia sejenak, "Mau menemui klaen di cafe XX yang ada di mall.."
"Bolehkah aku ikut.."pinta Felicia
"Nona saya mau meeting bukan mau main..."
"Aku tau, aku juga ada perlu di sana. Aku ingin mencari hadiah untuk temanku yang mau ulang tahun.."ujar Felicia, ia mendengus kesal laki-laki di sampingnya ini terlalu datar namun entah kenapa ia begitu penasaran.
"Baiklah.."Wira tidak jadi mengantarkan Felicia pulang..
⚘⚘⚘
⚘⚘jangan lupa like, komen, hadiahnya⚘⚘
bersambung..
__ADS_1