Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Apakah harus di perjelas


__ADS_3

Setelah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, Aira berniat untuk menyerahkannya ke David.


Aira menyapa sekretaris David "Mbak Novi ,apa Pak David ada di dalam"tanya Aira


"Ada, kau sudah di tunggu di dalam . Masuklah"seru Novi


Aira segera berlalu dan mengetuk pintu setelah mendengar perintah masuk, Aira segera membuka pintu dan masuk ke dalam.


Aira melihat jika kini David tengah bekerja serius menatap laptopnya, laki-laki itu memakai stelan jas yang rapi dan bermerk, tentu semua menambah kesan sempurna. Entah bagaimana Aira begitu terpesona dengannya.


"Sudah selesai Aira."tanya David membuyarkan lamunan Aira.


"Em.. sudah Tuan, ini"Aira menyerahkan berkas yang ia bawa pada David.


David mengambilnya, "Baiklah aku akan memeriksanya, kau boleh keluar"ucapnya.


Aira mengangguk dan berbalik ke luar.


"Aira..."panggil David membuat langkah Aira terhenti.


"Ya Tuan, apa ada yang salah dengan laporannya.."ucap Aira yang kini sudah berbalik menghadap David.


David menggeleng "Tidak ada, pergilah.."serunya.


Aira kembali melangkah kakinya keluar, saat sampai di depan pintu ia di kejutkan dengan kedatangan wanita yang pernah berada rumah keluarga David, ya dia Jelita.


"Kau..."ucap Jelita.

__ADS_1


"Maaf permisi.."seru Aira tanpa berniat menyapa Jelita.


Sebenarnya siapa wanita itu, apa dia kekasih tuan David, tapi jika memang kekasihnya kenapa tuan David justru melibatkan aku.


🎋🎋🎋


Aira tengah berada di gazebo rumah David, ia menatap bintang-bintang yang bertebaran di langit. Ia tersenyum rasanya sudah tidak sabar untuk menunggu berakhirnya kontrak kerja samanya dengan David.


Ini sudah memasuki bulan ketiga, artinya ia hanya tingga menunggu satu bulan lagi untuk bertahan di sisi David. Meski Aira adalah wanita yang tangguh dan kuat, tetap saja ia akan menunjukkan sisi lemahnya apalagi mengenai soal perasaan.


Jujur saja ia takut jika terlalu lama bersama David, ia akan benar-benar jatuh ke dalam pesona laki-laki itu. Seperti sebuah khilafan yang saat itu mereka lakukan, bagaimana bisa Aira dengan gampangnya menyerahkan dirinya pada laki-laki itu, tapi anehnya Aira tidak merasakan menyesal, ia justru menikmatinya. Sebelumnya Aira sangat menjaga kesuciannya, namun dengan David, Aira justru menyerahkan dirinya.


Membayangkan kejadian waktu itu membuat ia merinding. Aira menggeleng kuat mengenyahkan segala pikiran yang ia punya.


"Kau sedang apa..?"David datang membawa dua cangkir teh.


"Saya sedang menikmati udara malam saja.."sambungnya.


Davi mengangguk kemudia ia memberika secangkir teh untuk Aira "untuk saya Tuan.."tanya Aira.


"Tentu saja mana mungkin untuk Dino"cebik David


Aira mengambil tehnya dari tangan David, kemudian David duduk di sebelah Aira.


"Udara malam itu tidak baik, kau tidak istirahat saja."ucap David


"Sebentar lagi..Tuan sendiri kenapa malah keluar"tanya Aira

__ADS_1


"Aku habis menyelesaikan pekerjaanku, rasanya setelahnya aku perlu merefreskan otakku jadi aku kemari,"serunya.


Aira hanya menjawab ber oh ria..


"Aira.."panggil David


"Ya tuan.."sahut Aira


"Kau ingat saat kau mabuk waktu itu.."tanya David membuat wajah Aira memerah.


"Em maksudku soal kau yang mengatakan jika aku itu gay.."ralat David yang makin membjat Aira bertambah gugup saja.


"maafkan aku soal kata-kataku saat itu Tuan.."seru Aira


David tersenyum "Aku hanya ingin bertanya dari mana kau tau jika aku gay, siapa yang katakan hal itu padamu Aira.."tanya David


"Aku mendengar dari Nona Freya saat itu Tuan, dia bilang jika selama ini Tuan tidak pernah dekat dan membawa wanita manapun karena tuan itu gay, dan tidak suka wanita"seru Aira


David terkekeh "lalu kau mempercayainya"tanya David sambil menyerput teh nya.


"Awalnya.. tapi sekarang tidak.."seru Aira


"Kenapa sekarang kau tidak mempercayainya"tanya David, membuat wajah Aira merona.


Apakah harus di perjelas, jika aku sudah mendapatkan buktinya..seru Aira dalam hati.


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2