Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
S2 : Koma


__ADS_3

Sesuai janji Wira pada Felicia jika paginya ia akan mengantarkan Felicia ke rumah orang tuanya. Dalam perjalanan keduanya sibuk dalam pemikiran masing-masing, canggung mungkin itulah yang keduanya rasakan.


Ponsel Wira berdering, kemudian Wira mengangkatnya..


"Ya.."


"...."


"Baiklah.."


Setelah itu ia mematikan telponnya, kemudian ia melirik ke arah Felicia sejenak.


"Nona, saya minta maaf tidak bisa mengantarkan anda masuk ke dalam. Saya sudah di tunggu klien penting, mengingat Tuan David belum kembali dari bulan madunya, pertemuan ini tidak bisa di wakilkan.."tutur Wira lembut namun tanpa expresi.


"Tidak apa Kak Wira aku mengerti.."lirih Felicia.


Setelah melewati gerbang tinggi rumah Felicia, Wira menghentikan mobilnya di depan pintu, tanpa mengucapkan sepatah kata Felicia membuka pintu mobil, entah apa yang gadis itu rasa. Malu itu mungkin gambaran hatinya saat ini.


"Nona.."Panggil Wira tanpa sengaja ia memegang pergelangan tangan Felicia. Felicia kembali menengok ke arah Wira, tatapan keduanya bertemu.


"Ada apa Kak.."sahutnya


"Jangan memikirkan hal itu lagi, semua baik-baik saja. Saya ada bersama anda Nona.."tutur Wira


"Benarkah.."tanya Felicia


Wira mengangguk, "Terimakasih.. aku masuk dulu.."sambung Felicia


⚘⚘⚘


Siang ini Dino sedang berada dalam restoran miliknya, setelah pertemuan dengan papanya sampai kini Dino belum menemui Tia lagi, pekerjaanya begitu menumpuk restorannya selalu rame.


Menghela nafas sejenak entah mengapa tiba-tiba ia merindukan gadis itu, tangannya terulur menggapai ponsel yang ia letakkan di atas meja.


"Hallo,.. kau di mana sayang.."sapa Dino


"Depan sekolah Axel, aku ingin menyebrang jalan, Axel menginginkan makan ice cream di kedai depan sekolahnya Kebetulan mobil yang menjemput kami belum tiba.."serunya


"Oh begitu, hati-hati.. Ku matikan dulu telponnya.."ucap Dino, entah kenapa firasatnya tidak enak.


"heem..


" Axel awas... Brakkk...."


"Tia..."teriak Dino, belum sempat ia mematikan ponselnya terdengar benturan yang sangat keras.


Terdengar suara bising-bising dari balik telpon. Tidak mau mengambil resiko Dino mengambil kunci mobilnya, ia memutuskan akan pergi.


Sampai di TKP Dino turun tidak ada siapa-siapa di sana, namun ia melihat bercak darah begitu banyak.


"Permisi pak apa benar di sini telah terjadi kecelakaan.."tanya Dino pada salah satu guru Axel yang hendak keluar gerbang.

__ADS_1


"Benar, ia merupakan korban tabrak lari. Korban telah di bawa ke rumah sakit terdekat.."tuturnya


"Terimakasih.."Dino kembali ke dalam mobilnya menuju rumah sakit di mana Tia berada.


Setelah sampai di rumah sakit, keluar dari mobil Dino berlari masuk. Sampai di sana terlihat ada beberapa polisi.


"Axel.."panggilnya.


"Uncle, aku takut.."


Dino berusaha menenangkan Axel, anak itu terlihat pucat dan gemetar. Ia memeluk erat Axel.


"Tenanglah.."


"Onty berdarah begitu banyak,.."


Pintu ruang operasi terbuka Dokter menghela nafasnya.


"Bagaimana keadaannya dokter? "Dino harus semua baik-baik saja, jujur hatinya sudah merasa sangat takut.


"Benturan yang di alami pasien cukup keras, kami sudah berupaya semaksimal mungkin. Maaf dengan berat hati saya ucapkan pasien mengalami koma.."tutur Dokter


Deg.. hancur rasanya hati Dino, ia tidak kuasa lagi menahan air matanya.


"Tuan, kami akan mengusut kasus ini hingga tuntas. Korban merupakan tabrak lari.."ucap salah satu polisi di sini.


"Cari pelakunya pak, aku ingin dia di hukum seberat-beratnya.."Dino mengepalkan kedua tangannya.


⚘⚘⚘


Dengan mata terpejam David merasa begitu gelisah dalam tidurnya. Peluh dingin membanjiri keningnya.


"Feli.."racaunya dalam tidurnya.


"Feli.."tangannya terulur meremas selimut begitu kencang.


"Feli.."


Aira yang merasa David tengah bermimpi buruk pun mendudukan dirinya ia menepuk pipi David.


"David, bangunlah. Kau bermimpi buruk.."ucap Aira


"Feli.."teriaknya ia langsung bangkit seraya membuka matanya.


"Kau bermimpi apa?"


David mengusap wajahnya kasar, "entahlah, perasaanku tidak enak.. Aku akan menelpon Feli.."


David mengambil ponselnya, namun ia terkejut saat ada sebuah pesan video.


"Pesan Video.."gumamnya.

__ADS_1


David langsung memutar video itu, matanya membulat tangannya mengepal.


"Brengsek..."umpatnya


Aira telonjak mendengar umpatan David, "Biar ku lihat.."Aira mengambil alih ponsel David.


"Feli.. Wira..."kata Aira saat melihat sebuah video yang menampilkan bagaimana Feli begitu agresif mencium Wira.


Aira kembali melihat ke arah David, "David tenanglah bisa jadi kejadian sebenarnya tidak seperti ini,"


"Apalagi, video itu jelas buktinya.."


"David, kau mengenal Wira cukup lama. Lihatlah video ini dengan teliti, Wira berusaha menghindari ciuman Felicia, aku merasa ada sesuatu kejadian yang terjadi.."


Aira menunjukkan video itu lagi, "Kau benar, Wira tidak mungkin mengecewakanku."


Tring.. tring..


ponsel Aira berdering.


Aira mengambil ponselnya lalu mengangkatnya.


"Hallo,.."


"Hallo ra, a... aku..."


"Ada apa Dino..?"


"Tia kecelakaan, sekarang dia di rumah sakit dan mengalami koma kak.."


Deg.. hati Aira langsung mencelos seketika jantungnya serasa mau lepas.


"Kau bohong Dino. Katakan kai bohong tadi saat ia mau mengantar Axel ke sekolah aku masih bicara dengannya dia baik-baik saja.."ucap Aira dengan gemetar air matanya sudah berjatuhan.


"Aira ada apa..?"tanya David


"Itulah yang terjadi kak, dia korban tabrak lari kak.."tuturnya.


Setelah itu Dino menutup telponnya.


"Tia koma, dia korban tabrak lari..."lirih Aira


David segera merengkuh tubuh Aira lalu membawa ke dalam pelukannya, Aira menangis tergugu.


"Kita akan pulang.."ucap David


"Aku juga akan menyuruh orangku untuk mencari pelaku.."sambungnya


⚘⚘


⚘⚘Jangan lupa like, komen, hadiahnya⚘⚘

__ADS_1


⚘⚘Sorry kemarin gak up. Suami dan putri Ara pada sakit😭😭..⚘⚘


bersambung..


__ADS_2