Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Serangan tiba-tiba


__ADS_3

**Warning 21++


mohon bijak dalam membaca, ini hanya sebuah novel. Di bawah umur bisa skip😊


Terimakasih, selamat membaca, jangan lupa tekan like, komen, vote aku pake hadiah aja**


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pukul sepuluh malam David masih berkutat dengan laptop dan berkas-berkasnya. David melirik arlojinya di tangan, kemudian ia mendesah dan menyenderkah bahu pada kursinya.


"Apa Aira sudah pulang.."seru David.


David merasa sudah tidak dapat berkonsentrasi, akhirnya ia membereskan pekerjaannya, menutup laptopnya, lalu ia keluar dari ruang kerjanya.


Bersamaan dengan hal itu, ia melihat Aira baru pulang. Keduanya terlonjak kaget dan saling pandang.


"Kau baru pulang...?"tanya David


"Iya Tuan.."sahut Aira, berusaha menahan gugupnya. Meski David hanya menatap Aira dengan biasa tetap saja Aira merasa gugup.


"Tuan kau belum tidur.."seru Aira,


"Belum, aku baru selesai membereskan pekerjaanku"dustanya, padahal pekerjaan yang ia kerjakan belum selesai, sedari tadi pikirannya terus tertuju pada Aira, benarkah Aira menghindarinya? pikirnya.


Aira mengangguk mengerti "Ya sudah, saya permisi untuk istirahat tuan"pamit Aira melangkah melewati David begitu saja.


"Aira..."panggil David yang mampu menghentikan niat Aira untuk membuka pintu kamarnya.


"Iya Tuan.."serunya.

__ADS_1


"Apa kau marah padaku,"tanya David


Aira membalikan badannya "tidak tuan,"


"Aku minta maaf tidak menepati janjiku kemarin malam Aira"ucap David


"Tuan, lupakanlah soal itu. Maaf aku merasa lelah dan ingin istirahat, permisi.."Aira membuka pintu kamarnya.


Aira memegang dadanya yang masih berdetak kencang, setelah di rasa tenang ia meletakkan tasnya, lalu pergi ke kamr mandi untuk membersihkan diri.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


David merebahkan dirinya di tempat tidurnya, ia sekuat tenaga berusaha memejamkan matanya. Namun hal itu tidak juga bisa, entah apa yang ia pikirkan yang jelas ia meras gelisah.


Ia merasa Aira benar-benar menghindarinya, sungguh ia merasa bersalah. David mencoba membuka jendela kamarnya, tidak juga mampu membuat ia tenang.


Entah bagaimana jalan pikiran David, kini ia sudah berdiri di depan pintu kamar Aira. Tanpa banyak berfikir David mengetuk pintu kamar Aira.


"Aira, apa kau sudah tidur..?"seru David memanggil Aira.


Tidak sahutan, namun kemudian


ceklek... pintu kamar terbuka. Aira membukanya terlihat ia baru selesai mandi, ia sudah memakai pakain tidur yang lengkap.


David menelan ludahnya kasar, ia bisa mencium aroma sabun dan shampo yang Aira pakai, entah mengapa begitu menggairahkan. Apalagi kini ia melihat rambut Aira yang basa, menambah kesan yang menggoda bagi David.


"Tuan ada apa...?"tanya Aira


David masih terdiam, pandangan David justru langsung tertuju pada bibir ranum Aira. Bukannya menjawab pertanyaan Aira, David justru mendekati Aira.

__ADS_1


"Tuan ada apa..?"tanya Aira lagi, namun David tidak juga kunjung menjawab.


Saat Aira ingin kembali bertanya David justru membungkam mulut Aira dengan bibirnya, mata Aira membulat sempurna ia merasa kaget saat tiba-tiba David menciumnya, Aira bisa merasakan jika ciuman David penuh dengan gairah yang menyala.


David mendorong Aira masuk lalu menutup pintu kamarnya.


Aira mengumpat kesal pada diri sendiri, meski logikanya menolaknya, namun tubuhnya merespon dan sangat menyukai segala sentuhan-sentuhan lembut yang David berikan. Katakanlah ia bodoh, seharusnya ia menendang pria yang saat ini tengah menciumnya saat ini, tapi Aira tidak bisa melakukannya, Aira sudah di butakan oleh gairah. Ia merasa amat gila dengan segala sentuhan yang David berikan.


David menatap Aira dan tersenyum pada Aira dengan mata yang sudah di penuhi gairah nafsu, David menggiring Aira ke tempat tidur kemudian ia membaringkannya dan menindihnya. Lalu David mulai mengamati setiap inci tubuh Aira, pandangannya berakhir pada wajah Aira, keduanya saling bertatapan.


"Aira, bolehkah aku melakukannya? aku menginginkannya?"tanya David pada Aira.


Aira hanya menganggukan kepalanya, kemudian David tersenyum lalu kembali membenamkan bibirnya pada bibir Aira. Keduanya saling ******* dan mencecap, tangan David dengan lincahnya mulai membuka satu persatu kain penghalang yang ada pada Aira. Kemudian David pun membuka pakaiannya sendiri, hingga kini keduanya suadah dalam keadaan polos.


"Kenapa...?"tanya David menyadari tatapan Aira.


Aira hanya menggelengkan kepalanya. David kembali menunduk lalu kembali mencium Aira , memberikan sentuhan-sentuhan lembut yang mampu membuat Aira terbang menuju nirwana pada puncak keindahan. Keduanya sama-sama di menikmati apa yang terjadi, sampai pada akhirnya hanya tercipta suara desahan.


Hingga pukul satu dini hari David baru sampai puncaknya, Aira merasa sudah lelah dan mengantuk.


"Terimakasih, tidurlah"David mengecup kening Aira, lalu membaringkan dirinya di sebelah Aira, ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya. Kemudian keduanya tidur saling berpelukan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹Aduh gimana? khilaf lagi kan. πŸ˜‚πŸ˜‚ Kalau aku jadi Aira sudah ku tendang David..wkkwkwkkπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹jangan lupa like, komen dan vote nyaπŸŽ‹πŸŽ‹


beraambung..

__ADS_1


__ADS_2