Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Kemarahan David


__ADS_3

Flashback on


Tok.. tok..


Pintu rumah Aira di ketuk dari luar. Tidak lama Aira membuka pintu nya.


Ceklek.. ia terkejut mendapati Papanya David lah yang datang.


"Tu.. tuan.. Silakan masuk.."ucap Aira


Deni menatap sinis Aira, "tidak perlu.."


Deni mengeluarkan selembar cek tangannya terulur untuk memberikannya pada Aira.


"Ambilah ini untukmu, dan pergilah menjauh dari putraku.."kata Deni


Aira masih terdiam, "Ayo ambilah kenapa diam. bukankah ini yang kau inginkan dengan mendekati putraku.."sambung Deni


Aira mengepalkan kedua tangannya, "Aku tidak memerlukan uangmu, tapi aku memerlukan putramu.."


Deni memaksa Aira menerima selembar cek itu, dengan emosi Aira merobek kertas itu lalu melemparkannya pada Deni.


"Kau.."Rahang Deni mengeras


"Aku sudah memperingatkanmu dengan baik-baik, tapi sepertinya kau memang tidak bisa di peringatkan baik-baik. Lihat apa yang bisa aku lakukan padamu."ucap Deni


"Jika kau tidak menuruti perintahku. Lihat apa yang bisa aku lakukan pada David. Aku akan menendangnya dari perusahaan dan keluarga jika kau masih berhubungan dengannya. Kau tidak mungkin bukan membiarkan ia terlunta-lunta di jalanan."ancamnya


Flasback off


🎋🎋🎋*


David mengetuk pintu rumah Aira, tidak lama pintu rumah Aira terbuka. Aira yang membuka pintunya.


Pandangan keduanya bertemu Aira bisa melihat tatapan kecewa David padanya. Namun David tetap menampakan senyumnya pada Aira.


"Apa kau baik-baik saja? kenapa tidak datang. Aku menunggumu Aira.."ucap David dengan lembut.


"Karena aku memang tidak perlu datang.."cetusnya ia memalingkan mukanya.


"kenapa.."tanya David


"Karena aku memang tidak mau menikah denganmu. Pergilah aku tidak membutuhkanmu.. Mulai sekarang jangan ganggu aku dan Axel lagi.."ucap Aira, ia bersiap untuk kembali menutup pintunya.


David mencegahnya, "Aku tau kau sedang berbohong padaku. Katakan Aira ada apa.. Kita bisa bicara baik-baik bukan.."


"Tidak perlu ada yang di bicarakan.. Pergilah.."Aira mendorong David hingga David terjatuh lalu Aira menutup pintunya.


David bangkit kembali mengetuk pintunya rumah Aira.

__ADS_1


"Aira buka pintunya. Ku mohon kita bisa bicarakan ini baik-baik bukan."ucap David


Aira menutup kedua telinganya ia berusaha untuk tidak mendengarkan ucapan David.


David menghela nafasnya hatinya merasa sakit dengan apa yang terjadi pada Aira, tapi David tidak akan menyerah.


David mengepalkan kedua tangannya, ia berlalu pergi ke mobilnya.


"Wira antarkan aku ke rumah utama. Aku akan memberikan pelajaran pada Pak Tua itu.."ucap David dengan kilatan amarah.


Wira pun mengangguk, mobil David kembali membelah jalanan yang cukup padat pada tengah malam. "Tambahkan kecepatannya Wira.."


"Tidak bisa. Kondisinya sedang macet parah Tuan"ucap Wira, benar memang.


"Tuan apa tidak sebaiknya menunggu hari esok saja."


"Tidak bisa, kesabaranku sudah tidak ada batasnya.."


🎋🎋🎋


Menjelang pagi mobil David baru tiba di kediaman utama. Tanpa menunggu di bukakan pintu oleh penjaga, David langsung membuka pintu mobilnya sendiri.


David menghela nafasnya, ia dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah. Melewati beberapa pelayan rumah yang sedang bersih-bersih. David mengetuk kencang kamar Deni dan Mega.


Merasa terusik Deni dan Mega pun terbangun lalu membuka pintu.


Ceklek.. Saat Deni membuka pintu ia melihat raut wajah David yang penuh dengan amarah.


"David hentikan.."teriak Mega. Namun sepertinya David sudah tidak bisa mengendalikan dirinya, ia terus memukul Deni.


Bugh.. bugh.. David terus memukuli Deni.


Melihat Deni yang sudah tidak berdaya David pun menyudahi pukulannya.


"Apa yang kau katakan pada Aira.."tanya David dengan emosi.


"Kenapa? jadi wanita itu benar menjauhimu. Baguslah.."seru Deni


"Aku sudah memberikan peringatanmu padamu sebelumnya jangan pernah menyentuh mereka tapi kau mengabaikan peringatanku.."ucap David


"David aku papamu, tapi kenapa kau justru membela wanita.."


"Dia wanita yang aku cintai, jika membunuhmu tidak berdosa pun akan aku lakukan demi dirinya.."ucap David dengan tatapan amarah.


Keributan yang David ciptakan menimbulkan kegaduhan hingga Felicia, Dera, dan Dino pun terbangun. Ketiga terkejut mendapati apa yang terjadi pada Deni. Sementara Mega tertunduk menangis,


"Aku bisa saja menerima putramu, tapi aku tidak akan menerima ibunya.."sahut Deni


David tersenyum sinis, "Jika kau tidak bisa menerima keduanya maka bersiaplah untuk kehilangan putramu.."

__ADS_1


Deg.. Mega melirik ke arah David dan menggeleng.


"David, tidak nak. Jangan lakukan apapun.."ucap Mega


Mengabaikan permintaan Mega, David kembali berucap.


"Jika kau mau menendangku dari keluarga ini, bukankah hal itu sudah kau lakukan sejak dulu."ucap David, Deni terdiam.


"Oh ya satu lagi. Kau mungkin lupa akan sesuatu, aku tidak akan mungkin kau tendang dari perusahaan. Karena perusahaan itu sepenuhnya milikku. Ingatlah apa yang kakek berikan padaku dulu. Jika aku mau, justru aku yang akan menendangmu. Tapi aku masih mempunyai sedikit nurani tidak seperti dirimu"sambung David


"David.."teriak Deni


"Diam.. biarkan aku bicara. Jika aku bisa memilih lebih baik aku tidak mempunyai papa seperti dirimu. Kau mengatakan aku putramu, tapi kau tidak pernah mengerti kebahagiaanku."ucapnya


David menggeleng, "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sebelum kau meminta maaf pada Aira. Jika kau fikir dengan mengancam Aira aku akan menyerah, maka kau salah besar"


Felicia dan Dino terpengarah melihat kemarahan David kali ini. Setelah itu David pergi begitu saja.


"Paman kenapa kau sekejam itu pada putramu. Tidakkah kau ingin melihat kebahagian putramu."ucap Dino dengan kecewa.


Felicia menggeleng, "Aku tidak menyangka mempunyai papa kejam seperti dirimu.." Felicia berlalu dengan rasa kecewa.


Saat Deni dalam keadaan terpojok, ia melirik ke arah Mega.


"Kenapa kau tidak pernah belajar dari kesalahan. Harusnya kau membuat putramu memaafkanmu, bukan malah semakin membencimu.."ucap Mega ia bangkit dari tempatnya menuju lemari.


"Kau bisa menyakitiku, tapi aku tidak terima kau menyakiti putraku."Mega mengambil koper lalu memasukan baju-bajunya.


Deni berusaha bangkit mencegah Mega, "Mega apa yang kau lakukan."


"Aku akan pergi dari sini. Aku tidak mau lagi hidup dengan orang jahat seperti dirimu."


"Jangan.. ku mohon jangan pergi.."pinta Deni


"maaf.."sambung Deni


Namun Mega tidak menggubrisnya, ia tetap pada pendiriannya.


'Aku harus memberimu pelajaran'


Mega tetap memilih pergi dari ruma itu, Deni tidak bisa mencegahnya karena keadaan tubuhnya yang lemah.


Kini ia terduduk lemah tak berdaya di lantai. Putra satu-satunya membencinya, istrinya pergi meninggalkannya.


Dera tampak miris melihat keadaan kakaknya. I menghela nafasnya.


"Aku akan membantu mengobati lukamu.."ucap Dera ia mencari kotak p3k.


🎋🎋

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2