
"Axel apa yang kau makan.."tanya Aira melihat begitu banyak bungkusan makanan berserakan di lantai.
"Uncle Dino membawa begitu banyak makanan, Axel juga mendapatkan banyak coklat dari teman perempuan ,sayang Mommy kalau tidak di makan.."seru bocah itu sambil terus memakan makanannya.
Aira mendekat ke arah Axel, "Tapi sayang itu bisa di makan nanti, tidak harus di habiskan sekarang. Lihatlah kau bahkan begitu banyak makan coklat dan permen, Mommy khawatir kau akan sakit gigi nanti sayang. Ini sudah malam waktunya kau istirahat bukankah besok kau harus sekolah.."
"Sebentar Mommy, Aku belum ngantuk.."
"Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur, oke. Mommy ke dapur sebentar.."ucap Aira
Setelah memastikan semua makanannya habis Axel duduk merangkak naik duduk di sofa, tidak lama ia pun bersendawa.
"Kenyang sekali, aku jadi ngantuk. Tapi aku belum sikat gigi. Em.. tidak apalah hanya sekali ini saja.. "ucapnya sambil mengelus perutnya, perlahan bocah kecil itu merebahkan dirinya di sofa dan tidak lama tertidur.
Lima belas menit kemudian Aira kembali ke ruang tengah di mana Axel berada, ternyata ia mendapati anak itu sudah tidur tanpa menggosok giginya. Aira ingin membangunkannya namun di urungkan, ia merasa tidak tega putranya sedang tertidur lelap. Akhirnya Aira menggendong Axel lalu membawanya ke kamar.
Sebelum berlalu ke kamarnya Aira mengamati wajah Axel, kata-kata Dino seolah terngiang-ngiang di pikirannya. Tidak mudah untuk Aira mengambil keputusan yang Dino berikan, ada banyak hal yang harus Aira pertimbangkan. Aira belum siap untuk hal itu.
🎋🎋🎋
Pagi ini David sudah rapi dengan kemeja navy dari balik balutan jasnya, menutup pintu kamarnya pandangannya tertuju pada kamar yang pernah di pakai Aira. Entah bagaimana langkah kakinya membawanya ke kamar itu, di lihatnya kamar masih sama tertata rapi, menarik laci lalu kemudian tangannya terulur untuk mengambil gelang yang pernah ia berikan pada wanita itu. David ingat sekali Aira baru memakai gelang itu hanya sekali sebelum kejadian memilukan itu terjadi.
__ADS_1
Mendesah lelah kini David merasa sudah termakan dengan permainannya sendiri. Dari dekat pintu Wira mengamati kegiatan atasannya itu. Wira mengerti jika sampai detik ini David masih mengharapkan Aira, namun sekarang ia terjebak hubungan dengan Jelita. Anehnya lagi David memutuskan untuk menghentikan pencarian Aira, Wira sungguh kurang mengerti jalan pikiran atasannya itu. Sebenarnya bukan hanya David yang kehilangan sosok Aira, Wira juga merasa kehilangan teman bercanda, Wira merasa dengan adanya sosok Aira rumah ini memang terlihat berwarna.
'Semoga Tuhan masih mau berbaik hati untuk mempertemukan kalian tuan,'serunya dalam hati
Ponsel Wira berdering membuat David menengok ke arah pintu,.
"Maaf Tuan, sebentar.." merogoh ponsel di sakunya sedikit menjauh dari David.
"Hallo..."
"...."
"Bagaimana bisa...?"
"...."
"...."
"Baiklah langsung kau bawa ke rumah sakit..."ucapnya sebelum kemudian ia menutup ponselnya.
"Ada apa...?"Tanya David mengejutkan Wira.
__ADS_1
"Tuan, proyek pembangunan cabang baru perusahaan yang berada di dekat Sekolah Tk Children Foreigh School mengalami masalah. Ada beberapa bangunan yang roboh.."
"Apa ada korban..."tanya David dengan sedikit terkejut.
"Ada.."
"Bukankah proyek itu sudah berjalan 85%, bagaimana bisa terjadi.."
"Saya akan mencari hal itu Tuan, apa penyebabnya.."seru Wira
"Siapkan mobil, aku akan mengunjungi korban.."perintah David
"Tapi Tuan.. rapat di kantor..."
"Kau bisa menelpon Novi untuk menghandlenya , bagaimana pun aku ingin memastikan nyawa karyawanku, sekaligus aku juga ingin meninjau lokasi itu."
"Baik Tuan..."serunya..
🎋🎋🎋
🎋🎋**JANGAN LIKE, KOMEN,HADIAHNYA..🎋🎋
__ADS_1
🎋🎋Makasih semuanya,🎋🎋**