Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Bab 12 : Aku Terpaksa


__ADS_3

Hari ini Aira kembali disibukkan dengan berbagai pekerjaan kantor.


"Ra apa sudah selesai?" tanya Sandra sembari melirik arloji di pergelangan tangannya. "Ayo waktunya makan siang," sambungnya.


Aira mengangkat wajahnya, menatap Sandra yang sudah berdiri di depan mejanya, lalu ke menggeleng. "Tidak, kau makan duluan saja, aku belum selesai. Ini harus segera diselesaikan untuk bahan presentase nanti."


Sandra menghela nafasnya, Aira memang selalu mengutamakan pekerjaannya. Ia pun berlalu pergi.


****


Selama dalam meeting semua diam mendengarkan apapun yang David jelaskan, lelaki itu memang terbilang cerdas dan tegas dalam urusan bisnis, terbukti selama dalam kepemimpinannya perusahaannya kini bertambah maju pesat.


Hingga kini baik Aira maupun David masih sama-sama bersikap profesional. Selama David menjelaskan mengenai strategi penjualan bulan depan, ngomong-ngmong perusahaan David bergerak di bidang elektronik, ya Adinata group namanya.


Aira sekali-kali melirik ke arah David, tak jarang pula David menangkap basah mata Aira yang tertuju padanya. Namun ia hanya menganggap hal biasa.


"Makanlah, dari tadi kau belum makan aku tidak mau kau jatuh sakit," ujar Sandra sambil memberikan sebungkus makanan. Setelah Aira datang ke mejanya,.


"Terimakasih kau tau saja aku sangat lapar," sahutnya.


"Tapi mungkin sudah dingin. em bagaimana hasilnya?" tanya Sandra.


"Lumayan! Semua menyetujuinya," ucap Aira di sela-sela makannya, sungguh ia merasa amat lapar sepanjang meeting tadi perutnya terasa perih.


Aira terus mengunyah makannya, sampai akhirnya ia terlonjak kaget saat David datang beserta sekretarisnya. Untuk apa pikirnya..


"Em maaf mengganggu, pak David hanya ingin melihat-lihat saja, kalian lanjutkan saja kerjanya," jelas Wira membuat Aira hampir tersedak.


Aira buru-buru mengakhiri makannya, lalu kembali fokus pada meja kerjanya. David sempat melirik ke arah Aira.


"Terimakasih untuk kerja keras kalian, berkat kalian semua perusahaan ini semakin maju, bulan depan aku akan menaikkan bonus kalian," ucap David, disambut heboh semua karyawan di situ.


****


"Pak David memang the best, dia tampan, cool, cerdas, kaya lagi beruntung sekali wanita yang nanti akan menjadi pendampingnya," puji Sandra sambil membereskan meja kerjanya.

__ADS_1


Aira hanya menanggapi dengan senyum.


"Ra, apa kau tidak menyukai pak David, ekspresimu biasa aja padanya, kau tidak ada kagum-kagumnya dia tampan dan kaya lho ra, kau ini sampai kapan jomblo terus," cecar Sandra kemudian.


"Kau benar dia tampan dan kaya pintar, tapi kita harus sadar diri bukan. Jika derajat sosial kita berbeda, ibarat kata bagai punduk merindukan bulan, untuk itu kita jangan terlalu banyak bermimpi. Lagian aku tidak terpikirkan soal pasangan, bagiku hidup sendiri lebih baik. Aku duluan ya, San." Aira menjawab seraya berlalu pergi.


****


"Pesanlah makanan yang kalian inginkan, hari ini aku akan mentraktir kalian," ucap Aira pada Siska serta Jhony sahabatnya itu.


"Benarkah? Kau tampak bahagia apa kau habis dapat bonus?" tanya Jhony, diangguki oleh Siska. Tidak lama seorang pramusaji mendatangi meja mereka lalu mereka menyebutkan beberapa menu yang mereka pesan.


"Iya,.. dan ini aku ingin mengembalikan uang kalian. Maaf jika aku terlalu lama mengembalikannya," ucap Aira sembari memberikan amplop yang di dalamnya ada beberapa jumlah uang.


"Tidak usah sungkan kami adalah sahabatmu. Saat kau sedang butuh tentu kami akan membantumu, memangnya kau sudah ada saat ini, kenapa cepat-cepet di kembalikan?" tanya Siska.


"Aku masih ada," jawab Aira. "Ayo makanlah," sambungnya setelah datangnya seorang pramusaji mengantarkan pesanan mereka.


"Ra, apa kau masih menjalani pekerjaan sampingan mu itu?" tanya Jhony.


"Masih, hanya saja saat ini aku dikontrak eklusive oleh seseorang. Dan kami terikat kontrak perjanjian selama empat bulan," tutur Aira


"David Adinata, ia merupakan seorang pimpinan perusahan di mana aku bekerja" jelas Aira.


"What???" pekik Siska kaget, sedang Jhony sama terkejutnya. "Astaga, bagaimana bisa kau menyetujui kontrak perjanjian itu ra? Apa kau memikirkan bagaimana kedepannya? Kenapa kau harus berususan dengan seorang keluarga konglomerat."


"Aku terpaksa, aku tidak jalan lain. Hutangku banyak padanya, dengan aku menyetujui perjanjian itu perlahan-lahan hutangku akan lunas, lagi dia juga tetap memberi gaji. Aku pikir tidak masalah, dengan begini aku bisa menabung untuk membeli rumah, serta pengobatan papaku," seru Aira


"Baiklah jika begitu keputusanmu," sahut Jhony meski ia merasa khawatir.


"Ku mohon rahasiakan ini dari siapapun, karena orang kantor pun tidak ada satupun yang tau," pinta Aira . Siska dan Jhony pun menyetujui, kemudian mereka melanjutkan makannya diiringi dengan gelak tawa mereka.


****


Pukul sembilan malam Aira tiba di depan kosannya, keningnya mengkerut melihat ada seorang pria di depan kamar kosannya. Ia berjalan mendekat lalu menghampiri pria itu.

__ADS_1


"Maaf anda cari siapa ya?" tanya Aira, kemudian pria itu membalikkan badannya dan tersenyum dengan smirknya.


"Kau-" ucap Aira tertahan. "Mau apa kau kesini?" tanya Aira dengan tatapan tajam.


"Oh ayolah sayang, jangan galak-galak pada ku. Aku sangat merindukanmu, sudah lama kau tidak pulang kampung. Aku sengaja datang kesini menemuimu, dan ingin menghangatkanmu di ranjang," ucap Baron yang merupakan saudara tiri Aira


Plak!!!


Satu tamparan mendarat di pipi Baron, kemudian Baron mengusap bekas tamparan itu, lalu tersenyum sinis.


"Kau pikir aku wanita apa, aku tidak sudi di sentuh olehmu, " seru Aira.


"Karena memang aku tau kau seperti apa, lihatlah jika kau wanita baik-baik, tentu tidak mungkin jam segini kau baru pulang kantor, aku tau kau hanya seorang ja lang bukan," ucap Baron sambil terus maju mendekat ke Aira.


"Jangan mendekat! Dan kau tidak berhak ikut campur urusanku," teriak Aira


Namun Baron tetap mendekat ke Aira hingga kini jarak keduanya sangat dekat, "oke aku tidak akan ikut campur urusanmu, tapi nanti setelah aku selesai menikmati tubuhmu," seru Baron, sembari membekap Aira lalu menyeretnya ke dalam kosan Aira dengan sekali dorongan pintu kosan Aira terbuka.


Aira berusaha memberontak namun tenaga Baron lebih kuat. Baron melemparkan Aira ke dalam ranjangnya lalu ia membuka bajunya,, setelahnya ia mendekat berusaha untuk mencumbu Aira. Namun, Aira justru meludahinya. Dan ia berdiri menghindari Baron, melemparkan apapun yang ada di hadapannya pada Baron. "Tidak apa, ini membuatku semakin tertantang," ucap Baron dengan senyum smirknya.


"Ayolah sayang mendekat, kau jangan malu-malu, aku tau kau pun mau bukan," seru Baron berusaha meraih Aira, hingga akhirnya Aira jatuh dalam kungkungan Baron.


Aira sempat kehabisan akal, mendadak ia merasa lemas juga jijik pada dirinya. Ia berdoa semoga ada yang menggagalkan niat Baron ini.


Sepertinya Tuhan mendengar doa Aira, tidak lama pintu kosan Aira didobrak oleh seseorang,


"Hei kalian sedang apa?" ucap seseorang Bapak-bapak dan Ibu-ibu.


Entah mendapat kekuatan dari mana Aira berusaha mendorong Baron kemudian ia menendang pedang Baron.


"Aw!! Wanita sialan!!" teriak Baron berjangkit kesakitan.


****


Di sinilah Aira dan Baron berada akhirnya, mereka di bawa polisi. Karena semua saksi yang melihat mengira jika keduanya sedang melakukan adegan mesum.

__ADS_1


Aira berusaha menjelaskan segala kenyataan yang terjadi namun polisi tidak percaya. Sedang Baron selalu membalikkan fakta, ia bilang jika Aira selalu menggodanya, lalu mereka ingin melakukannya atas dasar kemauan mereka sendiri. Namun, seorang warga datang menggagalkannya.


Sungguh Aira rasanya ingin membunuh saudara tirinya ini. Ia mengepalkan tangannya dengan kuat.


__ADS_2