Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Hanya ada dua kemungkinan


__ADS_3

πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya.. TerimakasihπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹


Setelah pulang kerja Aira menyemlatkan diri untuk pergi ke makam Papa dan Mamanya.


Dan di sinilah kini Aira berada, tempat peristirahatan terakhir kedua orang tuanya. Perasaan bersalah masih selalu menghantuinya, Aira masih merasa bahwa ia lah penyebab Papanya bisa tiada di dunia ini. Perlahan cairan bening keluar dari sudut matanya.


"Maaf..."hanya satu kata yang keluar dari bibirnya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Ceklek..pintu terbuka


"Hai..."sapa Dino


"Uncle Dino.."sahut Axel dengan senyumnya.


"Apa kabar ponakan Uncle.."tanya Dino


"baik.."sahutnya


Dino hanya menanggukan kepalanya, "Ini untuk keponakan uncle.."Ucap Dino memberikan beberapa hadiah pada Axel.


Mata Axel berbinar bahagia, "Banyak sekali. Terimakasih uncle.."


"Sama-sama.."


"Pantas beberapa hari Uncle tidak pernah terlihat kemari, ternyata Uncle habis jalan-jalan ya.."tanya Axel


"Uncle sedang banyak kerjaan sayang.."ucapnya sambil mengacak-acak rambut Axel.


"Apa uncle habis naik pesawat terbang..."tanya Axel


"bagaimana kau tau.."


"Mommy yang memberi tahu. Apa uncle tau aku juga ingin sekali naik pesawat keliling dunia..."ucap bocah itu sambil membuka hadiah dari Dino lalu tersenyum cerah saat menemukan di dalamnya sebuah mainan yang ia sukai.


"Kalau kau mau Uncle bisa membawamu pergi naik pesawat.."tutur Dino dengan lembut.


Axel menggeleng, "Tidak untuk sekarang Uncle..."


"Lalu....?"tanya Dino


"Saat nanti aku sudah bertemu Daddy, aku akan memintanya untuk mengajakku aku dan Mommy pergi keliling dunia dengan pesawat terbang.."seru Axel, membuat Dino langsung terdiam.


"Kau begitu menginginkan untuk bertemu dengan Daddymu, Axel...?"tanya Dino dengan serius.


"Tentu saja, apa Uncle tau di mana Daddy atau setidaknya Uncle mempunyai fotonya mungkin, aku bisa mencarinya sendiri.. Aku yakin Tuhan pasti akan membantuku.."seru Axel membuat Dino terdiam bingung harus menjawab apa.

__ADS_1


"Eh ada Tuan Dino..."seru Tia dengan mata berbinar, Dino menghela nafasnya lega kedatangan Tia seperti telah menyelamatkan nyawanya. Namun di sisi lain ia pun tidak tega melihat wajah sendu Axel.


"Tia, di mana Aira..?"tanya Dino, Tia yang semula tersenyum mendadak merubah wajahnya menjadi sendu saat Dino menanyakan Aira.


"Ada di belakang Tuan.."sahutnya, Dino menganggukan kepalanya lalu bangkit berdiri.


"Ada yang ingin ku bicarakan padanya, kau tolong temani Axel di sini saja Tia.."titah Dino


Tia hanya mengangguk pasrah sampai tidak menyadari Dino sudah berlalu pergi meninggalkan Tia dan Axel.


"Kok sakit ya.."lirih Tia, sebelum kemudian ia menggelengkan kepalanya mengenyahkan segala pemikirannya.


Harusnya aku sadar siapa aku, aku dan Tuan Dino ibarat kata bumi dan langit, jangankan menyukaiku melirikku saja mungkin ia tidak sudi. Sepertinya Tuan Dino memang menyukai Nona Aira, aku harus mengubur dalam-dalam perasaanku.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Aira.."panggil Dino, membuat Aira terlonjak kaget.


"Dino.. kau kapan datang.."tanya Aira


"Baru saja..."


"Bisa kita bicara sebentar.."sambung Dino


Aira mengiyakannya, lalu ia mencopot celemeknya dan mematikan kompornya, setelah itu ia mengajak Dino duduk ke taman kecil samping rumahnya.


Dino menghela nafasnya sebelum ia membuka mulutnya, "Sampai kapan kau akan menyembunyikan Axel dari Kak David Aira.."


"Untuk apa kau bertanya seperti itu.."seru Aira dengan heran.


"Aira aku merasa sudah tidak kuat untuk terus berbohong pada Axel tentang kebenaran Daddynya. Bisakah kita jujur saja padanya.."ucap Dino


"Apa yang kau katakan, aku tidak mau.."Aira menolak dengan tegas.


"Apa kau tidak kasihan padanya Aira, dia begitu menginginkan kehadiran Daddynya. Hatiku merasa sakit saat ia terus menanyakan kebenaran Daddynya, seolah ia mengetahui jika aku pun menyembunyikan sesuatu padanya. Axel bukan anak yang lugu Aira, dia bocah yang pintar, meski dalam hatinya ia memendam begitu banyak luka. Sampai kapan kau akan terus begini.."


"Lalu menurutmu aku harus apa. Haruskah aku mendatangi kakakmu lalu berkata bahwa Axel adalah putranya. Kau fikir dia akan percaya. Hanya ada dua kemungkinan saat ia mengetahui siapa Axel itu Dino. Dia tidak akan mengakui Axel sebagai putranya, atau dia akan mengambil Axel dariku Dino. Dan aku tidak siap untuk keduanya.."tutur Aira


"Kau fikir kakakku sepicik itu Aira. Percayalah Kak David tipikal orang yang bertanggung jawab. Dia pasti akan dengan senang hati menerima kau dan Axel."ucap Dino


"Lalu bagaimana dengan keluargamu. Apa penilaian mereka terhadapku Dino.."


"Keluargaku hanya akan pasrah tunduk pada Kak David, dia pasti akan melindungimu dan Axel."


Aira terdiam memikirkan ucapan Dino, ia meremas tangannya kuat. Tanpa mereka sadari obrolan keduanya di dengar oleh Axel. Axel memang sedang mencari Mommynya, merasa tidak menemukan Mommynya di dapur Axel berinisitif untuk ke taman, kebetulan pintinya tidak di tutup oleh Aira. Hanya ada satu kata yang terekam jelas di otak Axel 'David' nama Daddynya , ia tersenyum cerah mendengar namanya saja membuat ia terharu dan begitu merindukannya sosok itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


Adinata Group


David tengah melakukan meeting membahas jalannya pembangunan cabang perusahaannya.


"Apa semua berjalan lancar.."tanya David


"Sejauh ini berjalan dengan semestinya Tuan.."seru Nara selaku pemegang proyek ini.


David mengangguk mengerti.


"Bagaimana dengan lokasinya, saya belum sempat untuk berkunjung kesana."ucap David


"Lokasinya sangat strategis Tuan, lihatlah.."jelas Nara menggeser-geser gambar-gambar yang terlihat jelas di layar monitor yang terpampang jelas di depan.


"Tunggu, gedung apa yang di sebelah itu.."tanya David


"Oh ini merupakan gedung sekolah TK, Children Foreigh School. Ada apa Tuan..?"tanya Nara


"Tidak ada.."


"Kemungkinan dalam waktu dekat saya akan mengunjungi proyek itu. Baiklah meeting kali ini saya rasa cukup sampai di sini"ucap David sebelum melangkah keluar menuju ruangannya.


"Kau.."


"Sedang ada kau di sini.."tanya David dengan tajam.


"menunggumu.."seru Jelita


"mengapa tidak kau tunggu di luar, aku tidak suka ada orang lain masuk ke dalam ruanganku tanpa ijin"serunya sambil mendudukan dirinya di kursinya.


Jelita menghela nafasnya, "Maaf, David mamaku menyuruhmu untuk datang makan malam di rumah nanti"


David menghentikan aktivitasnya sejenak, "Aku tidak janji, aku sibuk .Kau tentu tau hal itu.."


Jelita mencebik kesal akan jawaban David, selalu saja David menolak ajakannya.


"Kenapa kau selalu menolak ajakan ku.."tanya Jelita ia cukup lelah untuk memendam.


"Sudah ku katakan sebelumnya bukan, kau menerima bertunangan denganku berarti kau siap merima segala konsekuensinya bagaimana aku akan memperlakukan dirimu. Dan aku tegaskan sekali lagi, aku terpaksa bertunangan denganmu. Sekarang keluarlah aku banyak kerjaan.."ucap David


Jelita menghentakkan kakinya dengan kesal keluar dari ruangan David lalu menutup pintunya dengan kasar.


"Apa-apaan dia menolakku. Sulit sekali mendapatkan hatinya, bahkan Laura sudah tiada pun dia tidak pernah melirikku, apa jangan-jangan dia masih memikirkan wanita itu. Tidak mungkin, sudah lama wanita itu menghilang. David dekat dengannya hanya menyewanya saja, mereka tidak hubungan apapun selain itu. Lihat saja akan ku pastikan kau tunduk padaku David.."ucap Jelita dengan geram.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2