
ππ
David termenung di ruangan, ia menatap setiap sudut isi ruangan ini. Iya, kini ia tengah berada di kamar yang tadinya di pakai Aira.
Lalu ia duduk di pinggir ranjang, kemudian tatapannya beralih pada sebuah gaun yang terlipat rapi di sana di atasnya ada sebuah gelang yang ia berikan pada Aira beberapa hari lalu.
Tangannya terulur untuk membelai gaun itu dan membayangkan penampilan Aira yang terlihat memukau dengan gaun itu. Wanita cantik dengan sikap yang tegas dan blak-blakan. Terluka malam ini karenanya. Sebenarnya ia berniat untuk menyusul membela Aira namun cengkraman Deni di tubuhnya begitu kuat. Menyesal, ia mengutuk diri sendiri tidak cukup kuat menyusul Aira dan justru membuat wanita itu pergi.
Menyesal karena ia tidak mampu menjaga Aira dengan baik. Andai dari sebelumnya ia mengecek terlebih dahulu siapa saja tamu yang akan datang, mungkin kejadian seperti ini tidak akan terjadi. Aira membawa barang-barang miliknya, namun ia meninggalkan semua barang pemberian David. Sekelabat bayangan ketika Aira menangis di pesta itu terlintas, ia tidak tau Aira pergi ke mana. Tapi yang pasti ia akan mencarinya, untuk meminta maaf.
"Tuan anda di sini?"
Terguran dari pintu membuat David menoleh, "apa ada kabar dari Aira, Wira? Di mana wanita itu?"tanya David.
"Saya sudah mengecek ke sahabat Aira yang bernama Jhony Tuan, tapi dari informasi yang saya dapat, Aira tidak pergi kesana."
David mengangguk, "Sedekat apa hubungan keduanya, apa bisa di percaya jika mereka hanya memiliki sahabat"
__ADS_1
Wira membuka tabletnya dan memulai membaca catatan rincinya, "Jhony pria berumur 27 tahun yang memiliki sebuah bengkel, mereka berteman sejak kecil. Ikatan keduanya bisa di katakan layaknya saudara."
"Saat ini Jhony sudah memiliki seorang istri yang bernama Siska ia tengah mengandung."
"Lalu Aira, apakah ia tidak pernah punya kekasih?"tanya David
Wira menggeleng dengan cepat, "Tidak pernah tuan"
"Tapi bagaimana mungkin, wanita itu begitu cantik. Pasti banyak laki-laki yang mau dengannya?"
"Bisa jadi jika ia punya kekasih maka kejadiannya akan seperti saat ini Tuan"
Deg...
David kini menyadari sesuatu, apa yang di katakan asistennya itu memang ada benarnya, Aira mungkin memilih sendiri dan tidak mempunyai kekasih karena pekerjaannya. Tapi meski begitu wanita itu begitu lugu dan menjaga kesuciannya, David yang merampas dan kini ia menghancurkan wanita itu.
"Damnt it..."umpatnya pada diri sendiri.
__ADS_1
"Wira, apa menurutmu aku salah?"tanya David
Wira pun terkejut akan pertanyaan atasannya itu, "Saya tidak ada hak untuk berkata itu tuan"
"Jika kau seorang laki-laki, kemudian ada seorang perempuan yang berkorban segalanya demi dirimu, lalu kau membalasnya dengan cara memalukannya di depan umum, apa yang akan kau lakukan Wira?"tanya David lagi.
Wira terlihat berfikir, "saran saya hanya satu Tuan, tanyakan pada hati anda. Apakah anda cinta atau tidak?"
"Saya permisi Tuan"Wira pamit pergi.
David termenung ia masih cukup tidak mengerti akan ucapan asistennya itu. Cinta? hubungannya dengan Aira memang terlihat dekat, namun ia tidak mengerti itu karena cinta atau bukan.
Aira memang bukan kekasihnya, ia hanya seorang wanita asing yang ia sewa demi membatalkan perjodohan yang di buat oleh kedua orang tuanya, namun tidak di pungkiri jik David merasa Aira telah menempati sisi hati yang tidak mampu ia jelaskan dan tidak ia mengerti. Ia merasa ada sesuatu yang telah hilang dari hatinya, tapi ia masih tidak mengerti apa. Katakanlah jika ia memang bodoh dalam hal urusan cinta.
πππ
ππkira-kira di mana Aira ya?ππ
__ADS_1