Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Dimana suamimu bekerja


__ADS_3

Dua minggu telah berlalu , cabang kantor David yang berada di dekat sekolah Axel pun sudah jadi dan sudah resmi di buka. David juga sudah menempati apartemen di daerah situ, ia kerap sekali menghabiskan waktunya di kantor cabangnya dari pada di kantor pusatnya. David merasa jauh lebih tenang berada di sana.


David pun kerap diam-diam bermain dengan Axel lalu mengantarkannya pulang, tentu saja saat Axel hanya di antar oleh Tia . Namun ia belum ada waktu untuk mampir ke rumahnya.


Dan kini David sedang dalam perjalanan mengantar Axel pulang sekolah.


"Uncle ayo mampir ke rumah Axel.."ucap Axel


"Em Axel, uncle.."


"Ayolah Uncle, sebentar saja.."pinta Axel dengan wajah memohon.


Akhirnya David pun menganggukan kepalanya menuruti permintaan Axel, tidak lama itu mobil David telah memasuki kediaman Axel. Anak itu tampak tersenyum senang, jika biasanya David hanya mengantarkan sampai depan gerbang sekarang David mengantarkannya sampai ke dalam rumah. David memang memilih menyetir mobil sendiri dari pada di supiri oleh Wira.


"Duduklah uncle, aku akan menyuruh Mommy untuk membuatkan minum."ucap Axel


David menurut mendudukan dirinya di kursi ruang tamu, "Mommy mu di rumah ? tidak bekerja.."


Axel menggeleng, "Mommy sedang cuti.."


David hanya menganggukan kepalanya, Axel berlalu pergi meninggalkan David. David mengedarkan pandangannyan matanya menyapu tiap sudut rumah, tidak satupun ia menemukan foto pernikahan Aira, di situ hanya ada satu foto Aira dan Axel. David mengerutkan keningnya ia merasa aneh.


'Apa kecurigaanku benar,'gumamnya.


"Uncle, ini minumnya..."ucap Axel yang sudah kembali membawa minuman dan telah mengganti pakaiannya.


"Mommy mu mana...?"tanya David


"Mommy sedang di dapur. Apa uncle ingin bertemu biar ku panggilkan."ujar Axel


"Tidak perlu, biar nanti Uncle saja yang menghampiri Mommy mu.."seru David


"Uncle temani aku bermain ya.."


"Oke, ayo..."


David pun menemani Axel bermain hingga tidak terasa ia sudah menghabiskan waktu yang lama namun David sama sekali belum melihat Aira.


"Axel, bolehkah Uncle bertanya..?"tanya David


"Boleh dong..."sahut Axel

__ADS_1


"Apa kau hanya tinggal bertiga di sini.."


"Iya, karena memang hanya ada aku, Mommy, dan Onty Tia ...."


David tersenyum tipis ia tidak mau mengeluarkan pertanyaan yang lebih banyak lagi yang akan membuat Axel sedih.


"Di mana kamar mandinya, Uncle ingin pinjam kamar mandi sebentar..?"tanya David


"Di dapur Uncle, pergi saja kesana. Di sana juga ada Mommy kok.."


"Oke... Uncle ke kamar mandi dulu ya.."seru David bangkit berlalu pergi.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Aira.."


Aira terlonjak kaget saat David tiba-tiba sudah berdiri di belakangnya.


"Tu.. tuan ada apa..?"tanya Aira


"Di mana kamar mandinya..."


Aira pun menunjukkan letak kamar mandinya, setelahnya David pun pergi ke kamar mandi. Setelah David pergi Aira mengelus dadanya.


David menghela nafasnya, "Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku Aira..?"tanya David.


"Tidak.."Aira bersikap acuh


David menganggukan kepalanya, ia menyandarakan badannya di pinggir meja matanya terus menatap Aira yang selalu berusaha menghindari kontak mata secara langsung.


"Ada yang ingin ku tanyakan padamu. Bolehkah.?"tanya David


"Apa..?"


"Di mana suamimu bekerja..?"tanya David to the point


"Apa urusannya dengan anda tuan..."Aira langsung melirik ke arah David dan menatap pria itu dengan tajam.


"Hanya ingin tau, aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku. Di rumah ini aku tidak melihat satupun foto pernikahanmu."ujar David dengan tenang.


"Tuan, anda itu seorang pria yang terhormat bukan jadi aku rasa anda tau tidak baik mencampuri urusan pribadi orang lain"seru Aira dengan kesal.

__ADS_1


"Aku tau, dari sejak pertama kau mengatakan sudah menikah aku sudah berusaha untuk tidak ingin campur urusanmu. Tapi aku tidak bisa, ada sesuatu yang membuat aku harus mencari tau perasaan yang mengganjal pada hatiku. Apalagi kalau aku melihat Axel, aku sungguh tidak ingin jauh darinya. Untuk itu aku bertanya langsung padamu, kau mau memberi tahuku atau kau akan biarkan aku mencari tahu sendiri...?"ucap David terus mengamati Aira.


"Tuan aku rasa anda sudah melampui batasan anda sendiri. Jadi ku mohon pergilah jangan urusi kehidupanku lagi.."pinta Aira


David terkekeh, "Aku mengerti dari jawabanmu, kau menyuruhku untuk mencari tau sendiri. Baiklah.. aku pergi dan secepatnya aku akan kembali.."


David berlalu pergi, Aira mengelus dadanya berusaha menenangkan hatinya, ia harap semua akan baik-baik saja. David tidak boleh tau tentang semua kebenarannya, atau Aira akan kehilangan Axel. Aira tidak ingin itu terjadi.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Axel, uncle pamit pulang dulu ya. Uncel harus kembali bekerja..."ucap David


"Baiklah Uncle, sering-sering main kesini ya uncle.."ujar Axel


"Pasti.."


David pun berlalu pergi keluar dan memasuki mobilnya. Dalam perjalanan David menelpon Wira.


"Hallo tuan.."


"Wira, tolong kau selidiki jejak Aira selama lima tahun ini. Aku ingin tau siapa suaminya, jika memang benar dia sudah menikah berikan aku data lengkap suaminya.."


"Baik tuan.."


"Aku ingin laporannya segera.."


"baik tuan.."


Setelah itu David menutup telponnya.


Semoga firasatku itu benar, gumammnya


Tidak lama ponsel David kembali berdering tertera nama Jelita di layar ponselnya.


David berdecak kesal, "ish mengganggu saja." David sengaja mengabaikan panggilan itu.


"Aku harus segera membatalkan pertunanganku dengan Jelita, makin kesini aku semakin tidak menyukai sifatnya itu.."ujarnya


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Hai-hai aku kembali😊😊, maaf dari kemarin sibuk apalagi aku harus mudik ke rumah mertua juga😊😊, semoga para readers masih setia menanti ya😊. Berhubung masih suasana lebaran author mau ucapain taqoballallohu waminku taqoball ya karim, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir batinπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹jangan lupa like, komen, hadiahnyaπŸ˜πŸ˜πŸŽ‹πŸŽ‹


__ADS_2