
Dino merasa ada sesuatu yang berbeda dengan Tia, sejak pertemuan tidak terduga dengan mamanya di Mall saat itu. Tia sedikit menjaga jarak darinya. Terlebih saat Dino mengajaknya keluar selalu ada alasan untuk Tia menolaknya.
Pandangan Tia tertuju pada Axel yang sedang belajar, namun pikirannya entah melayang ke mana.
'Babu ini', kata-kata mamanya Dino terus terngiang. Meski Dino sudah mengatakan untuk tidak memikirkan ucapan mamanya itu, namun Tia tetaplah sadar diri.
"Onty..."panggil Axel membuyarkan lamunan Tia.
"Iya. Apa.."sahut Tia gelagapan.
Axel menunjuk ke arah belakang Tia, "itu.."
Tia memutar kepalanya melihat ke belakang, dia terkejut.
"Mas Dino.."lirihnya
Dino menghampiri keduanya, "Kenapa tidak pernah mengangkat telponku.."cecar Dino dengan rasa kesal.
"A..aku sibuk.."jawabnya
Dino mengernyit heran, "Sibuk apa..? Aku tau kau sedang menghindariku kan.."
"Tidak.."
Dino tersenyum sinis, "Ikutlah denganku.."Dino memegang pergelangan tangan Tia.
Axel melihat interaksi keduanya dengan bingung.
Tia menepis tangan Dino, "Tidak bisa, aku sedang menjaga Axel. Kau tau kan Kak Aira dan Kak David sedang tidak ada di rumah,"jelas Tia dengan kesal. David dan Aira sedang melakukan perjalanan bulan madu. Keduanya berharap setelah kepulangannya nanti akan mendapatkan kabar baik.
Dino mendesah kasar, "Kalau gitu ajak saja Axel.." matanya beralih menatap Axel, "Axel mau kan pergi jalan dengan Uncle.."sambungnya
"Kemana..?"sahut Axel
"Kita bersenang-senanglah.."sahutnya
"Beli ice cream dan mainan.."tanya Axel
"Tentu , apapun yang kau inginkan.."sahutnya Dino.
"Tidak bisa Axel, kau harus belajar..."tutur Tia, ia berusaha membuat rencana Dino gagal.
__ADS_1
"Aku sudah selesai onty.."ucapnya, membuat Dino menyeringai senang.
Tia mendengkus kesal.
⚘⚘⚘
Dino membawa Tia dan Axel ke taman bermain Ketiganya tersenyum bahagia, lupa sudah segala kegundahan di hati Tia.
"Uncle aku ingin ice cream.."pinta Axel saat ii ia tengah duduk salah satu kursi di taman bermain itu.
"Ok tunggulah di sini,.."titah Dino, ia berlalu pergi membeli ice cream.
Dino mengantri membeli ice cream untuk Axel. Setelah mendapatkan ice cream nya Dino hendak melangkah ke temlat Axel dan Tia berada, tiba-tiba ia mendengar seseorang memanggil dirinya.
"Dino.."
Dino melirik ke sumber suara itu, "Papa.." Dino terkejut, ice cream yang sedang ia bawa seketika terjatuh begitu saja.
Surya, memandang Dino dengan tatapan kerinduan. Ingin sekali ia merengkuh tubuh sang putra ke dalam pelukannya. Tatapan keduanya terkunci.
⚘⚘⚘
**Warning 21 ++
Queens Park Hotel
Aira menatap senja dengan di temani secangkir teh, setelah menyeruput teh nya sedikit, Aira bangkit dari tempat duduknya. Aira menatap laju lalang kendaraan yang cukup padat, dari balkon kamar hotel yang kini ia tempati.
Tiba-tiba sepasang tangan kekar melingkar di pinggangnya cukup membuat ia terkejut.
"Apa yang kau pikirkan hem.."tanya David lembut.
Aira menggeleng, "Tidak ada.."
David mengecup leher jenjang Aira, "bohong,"
"Geli.."seru Aira
"Kalau kau tidak jujur aku akan melakukan lebih,"
"Jangan gila, kita sedang di luar kamar.."decak Aira
__ADS_1
"Apa salahnya mencoba suasana baru.."sahutnya
"Kau bilang ingin anak kembar, apa salahnya kita kerjar target.."goda David, ia bahkan semakin mengeratkan pelukannya kepalanya masih bertahan ia benamkan di ceruk leher sang istri, tangannya merambat mulai meremas dada Aira dari balik bajunya.
Aira berusaha menjernihkan otaknya untuk menggagalkan tingkah laku David.
"David.. jangan .. ah.."
Aira merutuki kebodohannya, justru suara laknat itu yang keluar, David justru terkekeh ia kembali menggoda Aira, tangannya masuk ke dalam baju Aira dan merambat ke dadanya, lalu mulai meremasnya.
"ah.. David jangan katakan kau benar akan melakukannya di sini.."ucap Aira dengan nafas terburu, apalagi kini David kembali meremas dadanya.
David membalikkan tubuh Aira hingga kini keduanya berhadapan, David segera meraih tengkuk Aira.
Sebuah ciuman panas yang David berikan, meski awalnya Aira menolak namun siapa yang bisa tahan dengan sentuhan lembut dan halus yang David berikan membuat dadanya bergelanyar aneh, serasa ada jutaan kupu-kupu yang menari dalam dirinya.
"David ini di luar.."ucapnya, saat David hendak mengeluarkan bagian yang paling menonjol milik Aira. David menuntun Aira ke sofa panjang yang berada di balkon hotel itu, ia menindih tubuh Aira.
"aku tau, memangnya tidak boleh.."serunya, belum sempat Aira menjawab David sudah mengeluarkan kedua bukit kembar milik Aira. David menyesapnya perlahan, sedangkan kedua tangannya ia gunakan untuk memilin dan membelai yang lain, dan itu berhasil membuat Aira kelabakan. Suara desahan Aira mulai terdengar tak dapat ia kontrol.
"David.."ucapnya penuh damba, seakan meminta lebih, dan ia menyukai apa yang David lakukan kini.
David dapat membaca gelagat Aira, tangan David dengan terampil membuka satu persatu pakaian Aira setelahnya ia menghempaskan benda itu begitu saja, kini Aira sudah tanpa sehelai benangpun.
Jika sebelumnya Aira menolak sentuhan David kali ini ia justru menginginkan hal yang lebih, apalagi saat tangan David dengan terampil bermain di bawah sana, Aira seakan menikmati dengan mata yang terpejam.
David dengan tergesa-gesa melucuti pakaiannya hingga kini ia pun sudah tak memakai pakaian sehelai benangpun.
David kembali membenamkan bibirnya pada bibir Aira, saat Aira tengah menikmati dengan apa yang David lalukan. David menghentikan aktivitasnya saat hendak memasuki dirinya, membuat Aira kesal.
"Ada apa..?"tanya Aira dengan bingung.
"Aira ini di luar.. Kenapa malah menggodaku sih"ucap David ia sengaja menggoda istrinya, Aira berdecak kesal ingin sekali ia gunakan keahliannya dalam meninju seseorang saat ini juga.
"Masukin.. cepat.."bentak Aira, habis sudah kesabarannya. Bagaimana bisa David menjahili dirinya saat gairahnya sudah di ubun-ubun.
"Ini mau kamu lho ya.."ucap David sambil menuntun miliknya memasuki lembah milik Aira.
Hingga kini hanya terdengar suara leguhan dan desahan dari keduanya.
⚘⚘
__ADS_1
⚘⚘jangan lupa like, komen, hadiahnya..⚘⚘