
ADINATA GROUP
David sedang sibuk berkutat dengan berkasnya saat pintu di ketuk dari luar.
Setelah di persilahkan masuk, pintu pun terbuka. Ternyata Wira yang datang.
"Tuan..."ucap Wira
David mengangguk , "Kau mendapatkan apa yang ku suruh Wira.."
Wira berdiri di hadapan dengan memegang tabletnya, "Iya tuan, tapi ini hanya sebagian. Entahlah info mengenai jejak Nona Aira lima tahun yang lalu sedikit tertutup."
David menghela nafasnya, "kalau gitu bacakan.."titah David
"Saya hanya bisa mendapatkan mengenai status Nona Aira tuan. Dari info yang saya dapatkan sampai detik ini status Nona Aira masih single. Nona Aira belum pernah menikah sama sekali Tuan..."jelas Wira
Deg...
David terkesiap mendengarnya tanpa sadar di bangkit dari kursinya, membuat Wira memandang David sejenak.
"Lalu siapa ayah Axel apa kau juga mendapatkan infonya..."tanya David
Wira menggeleng, "Tidak Tuan, mengenai Axel sendiri sepertinya Nona Aira menutupnya rapat-rapat. "
David memijat pelipisnya lalu kembali duduk di kursinya.
__ADS_1
"Tuan..."panggil Wira
"Sebentar biarkan aku berfikir dulu.."
David menarik laci mejanya lalu mengambil dua kantong plastik kecil yang berisi sehalai rambut Axel dan dirinya, lalu menutupnya kembali. Beberapa hari yang lalu David semlat mengambil sehelai rambut Axel, namun ia baru mau melakukan tes DNA. David awalnya ingin Aira yang jujur padanya, namun melihat Aira yang terus berdiam diri, sepertinya ia harus bertindak yang lebih. David terus mengikuti naluri hatinya, seperti ada dorongan yang kuat untuk David melakukan hal ini. David tau meskipun hatinya begitu yakin jika Axel adalah putranya jika ia datang dengan tangan kosong Aira pasti akan kembali menyangkalnya dengan seribu cara.
Wira masih tetap setia berdiri di depan David, dua kantong plastik yang berisi dua helai rambut itu menimbulkan tanda tanya besar di kepala Wira, namum ia tidak berani bertanya.
"Wira tolong kau berikan dua helai rambut ini pada pihak rumah sakit untuk melakukan tes DNA."titah David
"Tuan ini.. rambut siapa...?"tanya Wira
"Aku dan Axel..."serunya membuat Wira terkejut.
"Aku tau kau pasti terkejut, tapi aku hanya mengikuti naluri hatiku. Tolong kau urus semuanya, dan aku ingin hasilnya segera.."ujar David
"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi.."ucap Wira mengambil sampel tes DNA itu lalu keluar.
Wira keluar dengan berbagai pertanyaan berkecamuk di otaknya.
David memijat pelipisnya,' Aku mengerti mengapa Aira tidak berkata jujur padaku. Bagaimanapun hubungan kami sebelumnya hanya sebatas kontrak kerja. Mungkin banyak ketakutan yang Aira rasa, benar kata Felicia jika di lihat lebih dalam keadaan Aira kini lebih tertekan, tidak seperti dulu wanita itu dulu mempunyai sifat ceria dan energik. Jika dugaanku benar, perasaan bersalahku makin bertambah. Aku telah membawa Aira ke dalam jurang derita yang begitu dalam'.
Pikiran David terpecah saat ponselnya berdering menampilkan di layar monitor tertera nama Papa Dani di ponselnya.
David hanya meliriknya sekilas, tidak berniat untuk mengangkatnya. Seraya tersenyum tipis David sudah tau apa yang akan di katakan oleh Papanya itu. Apalagi jika bukan meluapkan kemarahannya karena ia telah membatalkan pertunangannya dengan Jelita. Wanita itu pasti datang ke rumahnya sambil menangis-nangis, David tau tipikal wanita seperti Jelita itu.
__ADS_1
πππ
"Tuan.."ucap Wira
"Ada apa..?"
"Pihak rumah sakit mengatakan hasilnya bisa keluar dalam waktu tiga hari.."jelas Wira
"ish kenapa begitu lama. Tidak bisakah di percepat.."ujar David
"Mereka bilang agar hasilnya benar-benar akurat Tuan.."
"baiklah.."
"Wira..."panggil David
"iya Tuan.."
"Menurutmu bagaimana pandanganmu tentang aku dan Axel, apa menurutmu dia memang mirip denganku.."tanya David
Wira memandang David sekilas sambil berfikir, "Iya, wajah kalian begitu mirip. Benar kata Nona Felicia, melihat Axel sendiri seperti melihat diri anda sewaktu kecil Tuan.."
Senyum terbit di bibirnya dengan jelas saat mendengar pendapat Wira. David hanya membayangkan saat semua itu benar lalu ia akan datang pada Axel dan mengatakan 'Sayang ini aku Daddymu', ia tidak pernah terfikirkan bagaimana reaksi Aira nantinya.
πππ
__ADS_1
ππJangan lupa like, komen, hadiahnya..ππ
bersambung..