Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Kekecewaan David


__ADS_3

πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnyaπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


ADINATA GROUP


Brak.. pintu ruang kerja David terbuka dengan kencang. Deni masuk dengan wajah garangnya.


Brak.. Deni melempar beberapa foto tepat di depan David.


"Jadi ini yang membuatmu selama ini sering pergi dari perusahaan.."tanya Deni dengan rahang mengeras.


David mengambil beberapa foto yang di bawa Deni tadi, di sana terlihat jelas foto dirinya beserta Aira dan Axel saat di taman bermain kemarin.


David menegakan tubuhnya ia menatap Deni.


"Kenapa..?"tanya David


"Jadi kau mematai-mataiku..."sambungnya berdecak kesal.


"Aku tidak menyangka kau masih bergaul dengan wanita rendahan macam dia.."


"Cukup.."Teriak David dengan kencang.


"Tidak ada yang boleh mengatakan Aira wanita rendahan, meski itu dirimu.."David menunjuk wajah Deni.


"Dia pantas mendapatkannya. Dan aku tidak suka kau bergaul dengannya.."ucap Deni


"Aku tidak butuh penilaianmu.."


"Jika dia bukan wanita rendahan, tidak mungkin dia mempunyai anak di luar nikah.."ucap Deni

__ADS_1


Tangan David mengepal, "Aku yang membuatnya hamil di luar nikah, dan kau mau apa.."


Deni terkejut mendengarnya.


"Meski kau papaku, aku tidak akan takut melawanmu. Ku peringatkan dirimu, jangan menyentuh mereka, atau aku akan melakukan apa yang tidak pernah kau fikirkan selama ini.."Ancam David,


Deni keluar dari ruangan David dengan wajah emosi.


"Aku tidak akan membiarkan putraku bersama wanita itu.."gumamnya dengan tangan terkepal.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


CAFE TASTE COFFE


Sebuah mobil lamborghini tiba di pelataran cafe, David membuka pintu mobilnya. Ia berjalan melangkah masuk dalam cafe yang sudah ia boking khusus untuk dirinya dan Aira.


Senyum cerah terukir di wajahnya membayangkan hal romantis yang akan terjadi malam ini. David mengenakan stelan jas dengan dasi kupu-kupu yang si sematkan di lehernya.


Sebuah cincin berlian yang akan ia berikan pada Aira nanti. David kembali memasukan cincin itu ia kembali melirik arloji di tangannya.


Waktu sudah menunjukkan pukul delapan lewat, namun Aira tidak kunjung tiba. David bersikap tenang, 'mungkin saja Aira masih di jalan' pikirnya.


Berusaha menghilangkan pikiran akan sesuatu buruk yang terjadi David mengedarkan pandangannya ke segala isi Cafe yang sudah ia sulap sedemikian rupa.


Waktu terus berlalu begitu cepat hingga kini waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Namun Aira tidak kunjung tiba di cafe, rasa khawatir mulai muncul dalam benak David.


David mengeluarkan ponselnya ia mencari nomor ponsel Aira setelah dapat Davi segera menelpon Aira, terhubung namun anehnya Aira tidak mengangkat ponselnya hingga panggilan itu berakhir.


David kembali mengulang panggilan ke Aira, jika tadi terhubung sekarang justru nomor ponsel Aira tidak aktif.


Ada apa...?

__ADS_1


Apa yang terjadi..?


Bebagai pertanyaan muncul dalam benak David, seperti inikah dulu saat Aira menunggunya dinner makan malam namun David tidak datang.


Apa maksudnya..? ucap David dengan kecewa.


David menggelengkan kepalanya, "Aku tau Aira bukan tipe wanita yang pendendam. Pasti sesuatu telah terjadi.."ucapnya


Kini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, David segera berlalu keluar dari cafe dengan rasa kecewa ia tersenyum kecut, senyum yang tadi ada saat ia baru tiba kini telah berganti dengan rasa kecewa.


"Tuan.. Apa anda baik-baik saja.."tanya Wira setelah ia membukakan pintu untuk David.


David mengangguk ia menghela nafasnya, "antar aku ke rumah Aira.."perintahnya


Wira pun mengikuti perintah David.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Rumah Aira


Aira terduduk lemah di pinggir ranjangnya, ia menatap ponsel yang bergetar tertera nama David sebagai pemanggil.


Aira memilih mengabaikan panggilan David.


"Maaf.."ucap Aira, setelah panggilan berhenti Aira buru-buru mematikan ponselnya.


"Aku tidak mau membawamu dalam derita.. Aku sangat mencintaimu, tapi aku tidak berdaya.."serunya, Aira menitikkan air matanya.


πŸŽ‹πŸŽ‹


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2