Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Pernikahan (pengorbanan sang papa)


__ADS_3

โš˜โš˜ siapkan hadiah buat Aira dan David ya, dengan cara berikan bunga apa kopi, syukur-syukur kasih tiket vote nya ini kan hari senin๐Ÿ˜Š, makasih readers tercinta.. emuach๐Ÿ˜‚โš˜โš˜


โš˜โš˜โš˜


International Hotel


Ballroom hotel yang telah di sulap dengan dekorasi sedemikian rupa membuat siapapun yang melihatnya akan terkagum-kagum. Pernikahan ini terkesan elegan dan mewah, David tidak tanggung-tanggung mengadakan pesta pernikahannya dengan Aira, meski sempat terjadi penolakan pada Aira, Aira pikir untuk apa pesta mewah apalagi mengingat ia sudah memilik putra, orang akan beranggapan David menikahi janda.


Tapi dari balik tujuan pesta ini David juga bertujuan untuk menyenangkan hati sang putra, setelah pernikahan David akan mengenalkan Axel pada publik.


Senyum tercetak jelas di wajah Aira, tidak di pungkiri ia begitu bahagia apalagi kala melihat wajah yang sudah di rias menjadi cantik luar biasa.


David terlihat begitu tampan, dan berwibawa dengan stelan jas beserta dasi kupu-kupu yang ia sematkan di lehernya.


"Kau bahagia.."tanya David pada Aira


Aira mengangguk, "Tentu,"


"Setelah ini kau pasti akan lebih bahagia.."ucap David


"Ayo kita keluar, semua tamu sudah menunggu.."sambungnya


David memberikan lengannya pada Aira tanda untuk minta di gandeng, Aira menatap David sembari tersenyum, David membalasnya dengan anggukan kepalanya.


Saat pintu kamar di buka terlihat sepasang calon pengantin keluar dengan rona bahagia di sambut dengan lemparan kelopak bunga mawar, para tamu banyak yang berbisik keduanya terlihat begitu serasi 'pasangan idaman'.


Hingga kini keduanya tengah berhasil duduk di depan meja penghulu.


"Calon menantu mama terlihat cantik sekali.."bisik Mega pada Aira.


Aira tersipu, "Makasih tante.."


"Mama nak, kau harus memanggilku mama.."


Aira menganggukan kepalanya.


Dengan satu tarikan nafas David mampu melaksanakan ijab kabul dengan lancar,


Saya terima nikah dan kawinnya Aira amandita binti Almarhum Bapak Hermawan dengan mas kawin uang senilai lima ratus millyar di bayar tunai


'sah..'


David dan Aira bernafas lega, senyum bahagia tergambar jelas di wajah keduanya. Para tamu undangan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengabadikan foto mereka.


โš˜โš˜


Sesi pergantian kostum kedua, Aira terlihat begitu cantik dengan gaun pengantin berwaran gold yang terkesan mewah.


David menatap kagum kecantikan pada wanita yang kini sudah resmi menyandang status sebagai istrinya itu.


Para keluarga berebut untuk saling berfoto.


"Di mana Axel.."tanya David saat foto keluarga hendak di mulai.

__ADS_1


"Tadi di sini.."sahut Dino matanya sembari menyusuri tiap sudut pesta.


Sementara tidak jauh dari pesta terlihat seorang pria paruh baya tersenyum tipis, Deni terlihat bahagia saat melihat rona bahagia di wajah sang putra.


Ya Deni memenuhi undangan sang putri, namun Deni terlanjur malu untuk berhadapan langsung dengan David, sedari tadi Deni memantau acara David dengan seksama.


"Aku merestui kalian, semoga bahagia.."ucapnya sambil menghapus sudut matanya yang basah, saat mengingat kala bagaimana begitu teganya ia hendak memisahkan sang putra dari wanita yang ia cintai.


"Opa.."


Deni terlonjak saat seorang anak kecil tiba-tiba melingkarkan tangannya di kedua kakinya.


"Hei.."


Deni bertambah terkejut saat melihat wajah anak kecil yang tadi memeluknya, ia melepaskan tangan kecil itu, Deni mensejajarkan tubuhnya padanya.


"Axel.."gumamnya lirih


Mata Axel berbinar saat Deni mengetahui namanya meski hampir tak terdengar.


"Opa tau namaku.."tanya Axel, Deni masih terdiam lidahnya kelu tak mampu menjawab. Ia mengamati Axel dengan seksama, tanpa sadar tangannya terangkat untuk membelai dan menyusuri wajah sang cucu, tanpa permisi air matanya menetes bagitu saja.


"Opa kau menangis, kenapa? apa aku membuatmu sedih.."tanya Axel dengan sendu.


Deni menggeleng, "Kau mengenali aku jika opamu.."


Axel menangguk, "Tentu aku pernah melihat fotomu di hp oma. Benar kata oma kau terlihat tampan.."


Deni tersenyum tipis, "Terimakasih, kau juga tampan.."


"Boleh opa memelukmu.."


"Tentu.."


Deni langsung membawa Axel ke dalam pelukannya, "Terimakasih sudah dengan lapang dada menerimaku sebagai opamu, terimakasih sudah tidak menjadi benci pada opamu ini."


"kenapa aku harus membencimu? Mommy bilang tidak baik jika kita hidup harus saling membenci, bukankah lebih indah jika kita saling memaafkan"kata Axel


Deni melepas pelukan Axel lalu mengusap kepala Axel, "Kenapa kata-katamu seperti orang dewasa"


"Karena aku bukan anak kecil lagi.."serunya membuat Deni tercengang, kemudian ia terkekeh.


"Opa ayo bergabung dengan Daddy, Mommy, Oma.."Axel tampak memaksa Deni.


"Biarkan opa di sini saja.."Deni menolak ajakan Axel.


"Aku belum befoto dengan Mommy dan Daddy,"


"Pergilah, kau harus berfoto dengan Mommy dan Daddymu, opa akan melihatmu dari sini.."


"No, aku akan berfoto dengan opa juga.."sahut Axel.


"Tapi.."

__ADS_1


"Ayo..."Axel tampak merengek.


Deni menghela nafasnya, "baiklah.."


โš˜โš˜


Sementara tidak jauh dari pesta terlihat seorang wanita cantik dengan memakai pakain pelayan dan masker penutup tersenyum sinis, "lihatlah apa yang akan aku lakukan, jika aku tidak bisa mendapatkanmu David, maka lebih kau mati.."ucapnya seraya tersenyum smirk.


Dari balik sakunya wanita itu mengeluarkan sebuah pistol yang sudah siap ia tembakan pada sasarannya.


Deni berajalan penuh dengan kegugupan, bagaimana jika David menolak kehadiranya, pikrinya saat itu.


David dan Aira yang saat ini tengah berfoto berdua terkejut saat melihat Axel berjalan sembari menggenggam tangan sang papa.


Deni membuang pandangannya ke sebuah arah, namun sedetik kemudian ia terkejut saat melihat seorang wanita yang berseragam pelayan dengan memakai masker sedang mengarahkan sebuah pistol pada David ataupun Aira.


Deni segera melepas tangan Axel, ia berlari menuju panggung di mana David dan Aira berada.


"David, Aira awas.."Deni mendorong kasar David dan Aira hingga keduanya terjatuh.


Dorr.. peluru tepat mengenai perut Deni.


"Papa.."David terkejut, saat mendengar bunyi peluru meledak,


"Paman.."


"Mas Deni."


Deni terjatuh dengan darah segar mengalir di perutnya.


David bangkit dari tempatnya menghampiri papanya, ia menjadikan pahanya untuk kepala sang papa,


"Da.. vid.. ma.. af..kan .. pa..pa.."ucap Deni dengan terbata-bata.


"kenapa kau lakukan ini Pa, bertahanlah ku mohon.."Teriak David ia meneteskan air matanya saat melihat papanya tergelatak tak berdaya demi menyelamatkan dirinya, ia segera mengangkat Deni membawanya ke dalam mobil, di bantu oleh beberapa penjaga,


Mega tampak tergesa-gesa menyusul David ke rumah sakit,


"Bibi, biarkan aku yang menyetir.."Sahut Dino


Mega hanya mengangguk dengan air mata menetes, "Aku ikut.."felicia menyahut dengan badan bergetar.


Ballroom hotel yan tadi di penuhi kebahagiaan sekarang terasa mencekam. Pesta pernikahan bubar dengan seketika


Sementara itu Wira sedang memborgol wanita yang tadi menembak Deni. Wira mencengkarm erat langan wanita itu hingga wanita itu memgaduh kesakitan.


Wira membuka paksa masker wanita itu, "Nona.."Wira terkejut..


โš˜โš˜


โš˜โš˜jujur nulis part ini ada rasa bahagianya saat David dan Aira berhasil nikah, rasa haruku muncul saat pertemuan Axel dan Deni, rasa sedihku saat di mana melihat pengorbanan Deni untuk David. Tetap seorang ayah akan melakukan apapun demi sang anak bukan, meski ia harus mengorbankan nyawanya๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ.โš˜โš˜


โš˜โš˜Jangan lupa like, komen, lempar bunganya yang banyak ya buat pengantinnya, makasih..๐Ÿ˜Šโš˜โš˜

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2