
Pukul enam pagi Axel keluar dari kamar Mommynya. Tia yang melihat Axel keluar dari kamar sang Mommy pun terkejut.
"Axel kamu.."
"shut..."Axel menempelkan jari telunjuknya pada bibir tanda menyuruh Tia untuk diam.
Tia tidak mengerti maksudnya ia hanya diam, Axel membawa Tia ke kamarnya.
"Onty Tia jangan berisik Mommy dan Daddy masih tidur.."seru Axel dengan bangganya.
"Apa..?"
"Jadi semalam Daddymu menginap, ?"sambungnya
Axel mengangguk, "Aku tidak tega membangunkan Mommy dan Daddy sepertinya mereka kelelahan. Jadi onty bantu aku bersiap-siap sekolah ya.."
Tia tersenyum tipis mengangguk, "oke sayang, Onty juga sudah membuat sarapan untukmu.."
Setelah itu Tia pun membantu Axel. Hingga pada pukul tujuh lewat tiga puluh akhirnya kini Axel sudah duduk manis di meja makan untuk sarapan serta meminum segelas susu.
Perlahan Axel pun menikamati sarapannya sendiri, tidak lama itu terdengar pintu di ketuk dari luar.
"Biar Onty saja yang buka.."ucap Tia, Axel menangguk.
Tia berlalu ke depan untuk membuka pintu,
ceklek..
"Tuan Dino.."ucap Tia,
Dino tersenyum, sementara Tia merasa canggung saat melihat Dino ia jadi teringat ciuman itu.
"Kenapa wajahmu memerah..."ucap Dino
Tia gelagapan bingung harus jawab apa, "Ti..tidak"
Dino menaik turunkan alisnya. Saat ingin membuka mulutnya terdengar suara mobil berhenti di depan rumah Aira.
Saat sang pengendara mobil turun ternyata Wira yang datang sambil membawa tentengan paper bag.
" Pagi Nona Tia, Tuan Dino.."sapa Wira
"Pagi juga Tuan Wira.."sapa balik Tia dengan senyum manisnya, semua tidak luput dari pandangan Dino.
"Ada apa pagi-pagi kemari.."tanya Dino to the point, tanpa menjawab sapaan Wira.
"Menjemput Tuan David sekaligus membawakan pakain ganti untuknya.."tutur Wira
Dino menangguk, "Dia menginap semalam.."
"iya.."jawab Wira dan Tia
Dino berdecak kesal saat keduanya menjawab dengan kompak, "kenapa kalian harus menjawab bersamaan, tidakkah satu-satu jawabnya, bikin kesal saja.."ucap Dino berlalu masuk begitu saja, meninggalkan pertanyaan untuk Tia dan Wira.
"Ayo Tuan Wira masuk.."ucap Tia
Wira pun masuk mengikuti Tia menuju meja makan.
"Di mana Daddy mu...?"tanya Dino pada Axel yang tengah duduk manis menikmati sarapannya.
Dino tanpa permisi langsung duduk di sebelah Axel mengambil makanan. Tidak lama Wira dan Tia pun datang.
"Mommy dan Daddy masih tidur.."ucap Axel
uhuk.. uhukk..
Dino tersedak makanananya, dengan cepat Tia mengambilkan minum untuk Dino. Cepat-cepat Dino meminumnya.
__ADS_1
"Maksudnya Daddy dan Mommy mu tidur sekamar gitu.."tanya Dino dengan terkejut
Axel mengangguk, "aku yang memintanya.."
Dino menghela nafasnya, "Axel kalau kau ingin Mommy dan Daddy tidur bersama suruhlah Mommy dan Daddy untuk menikah.."
"Menikah itu apa..?"tanya Axel dengan polos.
Dino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sekaligus mencari jawaban atas pertanyaan sang ponakan.
"Menikah itu semacam pesta untuk membuat Daddy dan Mommy kembali terus bersama, di sana juga nanti akan terdapat banyak makanan enak.."jelas Dino
Mata Axel langsung berbinar, "Aku mau makanan enak. Berarti Mommy dan Daddy harus menikah.."
"Tapi perlahan saja, kau harus membuat Daddy dan Mommy lebih dekat dulu.."ucap Dino
"oke Uncle.."
"Tuan Muda tidak bisakah kau bangunkan Daddymu, hari ini..."ucap Wira terpotong dengan Axel.
"Jangan... jangan ganggu mereka.."seru Axel
πππ
Berbeda suara di ruang makan yang tampak berisik dengan celotehnya empat manusia, sedangkan di kamar Aira, kedua manusia yang berbeda jenis kelamin itu justru tengah menikmati tidur nyenyak sambil berpelukan.
Sinar matahari bahkan mulai masuk menyinari kamar Aira, namun bukannya bangun Aira malah semakin mempererat pelukannya ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang David.
David yang merasa terusik dengan guncangan dari Aira pun perlahan membuka matanya, ia tersenyum tipis saat melihat tangan Aira yang melingkar di pinggangnya serta wajah Aira yang berada di dadanya. David dapat melihat wajah damai Aira saat tidur, baginya wanita itu masih terlihat cantik sama seperti lima tahun yang lalu. Kalau bisa ia ingin menghentikan waktu sejenak untuk saat ini, biarkan ia menikmati posisi ini, memandang dan memeluk erat wanita yang ia cintai, wanita yang pernah pergi membawa sejuta luka yang ia torehkan.
Dulu dalam sekejap ia mampu mendapatkan kepercayaan penuh dari Aira, namun saat untuk mendapatkan kepercayaan dari Aira begitu sulit, David tau meski Aira mengatakan sudah memaafkannya, wanita itu masih menyimpan keraguanny padanya. Tidak masalah David akan menunggu untuk berapa lamapun Aira siap menerima dirinya.
Merasa sesak perlahan Aira membuka matanya, David yang menyadari pergerakan mata Aira pun kembali berpura-pura menutup matanya.
Mata Aira membulat sempurna saat menyadari posisi tidurnya kini yang tengah berpelukan dengan David.
Aira mengambil bantal dan
bug.. bugh.. Aira memukul David..
"Kau sengaja ya mengambil kesempatan... rasakan ini.."ucap Aira
"Aw aira cukup.. aku.. tidak.."
"Tidak mau tau, pokoknya kesal dan marah padamu.."
"Kau yang memelukku bukan aku.."bantah David kembali menghindar dari pukulan Aira. Pria itu duduk
"itu tidak mungkin, kau yang sengaja mengambil kesempatan..."ucap Aira
Ia kembali hendak memukul David, namun Davis memegang pergelangan tangan Aira. Aira terus mendorong David hingga pada akhirnya.
Bugh.. dan cup..
Keduanya jatuh dari ranjang, posisinya Aira di atas tubuh David bibirnya menempel pada bibir David. Aira terlonjak kaget ia ingin bangkit namun dengan cepat David memegang tengkuk Aira lalu ******* bibir manis Aira, Aira ingin bangkit namun anehnya tubunnya tidak menolak, Aira justru membalas ciuman David. Aira mengumpat kesal selalu seperti ini jika ia sudah berhadapan dengan pria ini, Aira akan terlena dengan segala sentuhan dan ciuman lembut yang David berikan. David tersenyum tipis meski Aira menolak dirinya nyatanya Aira tidak menolak ciumannya. Tidak ada nafsu sama sekali David mencium Aira penuh dengan cinta.
David melepas ciumannya dan tersenyum tipis keduanya saling berpandangan.
"Terimakasih.."bisik David
Ceklek pintu terbuka Axel, Dino, Tia dan Wira masuk.
Dino langsung menutup mata Axel, "Kalian.."decak Dino
Aira dan David langsung mengalihkan matanya, mereka tersadar dari posisinya, Aira segera bangkit dari tubuhnya David dengan rasa malu.
"Uncle kenapa mataku di tutup.."ucap Axel, Dino langsung melepaskan tangannya dari mata Axel.
__ADS_1
Aira menari nafasnya, "Axel kenapa tidak membangunkan Mommy.."
"Aku tidak tega, Mommy dan Daddy begitu nyenyak tidurnya."sahutnya
"Alesan saja..."decak Aira
David hanya tersenyum tipis di belakang Aira.
"Mommy aku berangkat ya.."
"Tunggu Mommy mandi, Mommy akan mengantarmu."ucap Aira
"Tidak perlu itu akan membuatmu terburu-buru, biar aku dan Tia yang mengantar Axel ke sekolah"ucap Dino
"Baiklah.."
Axel segera mencium tangan Daddy dan Mommynya kemudian ia keluar.
"Kakak, Aira lain kali kalau mau melakukan hal itu kunci kamarnya agar tidak ada yang masuk.."ucap Dino membuat Aira dan David tergelak.
"Apa yang kau fikirkan.."sahut Aira
David hanya menggelengkan kepalanya, "Wira mana pakaian gantiku.."
Dino berlalu meninggalkan mereka, Wira memberikan baju ganti milik David.
"Aku pinjam kamar mandimu.."ucap David pada Aira
"Pakailah..."ucapnya, David berlalu ke kamar mandi, sementara Aira mengambil baju ia memutuskan untuk mandi di kamar mandi milik Tia saja.
πππ
Aira keluar dari rumahnya dengan terburu-buru, semua tidak luput dari pandangan David, saat sampai di depan motornya ia melihat kedua ban motornya kempes.
Aira menepuk jidatnya, ia berdecak kesal, "bagaimana bisa.."
David menghampiri Aira, "kenapa.."tanya David, pandangannya tertuju pada kedua ban motor Aira yang kempes.
"Ban motormu kempes. Ayo berangkatlah bersamaku, bukankah kau sudah hampir terlambat.."ajak David
"Tapi..."
"Mau tidak, kebetulan hari ini aku akan ke kantor pusat jadi aku melewati tempat kerjamu.."seru David
"Baiklah.."sahut Aira
Kini David dan Aira sudah duduk berdampingan di kursi belakang, dengan mobil yang di kendarai Wira. Mobil mercy itu melaju dengan kecepatan sedang.
"Hari ini aku akan ke kantor pusat kebetulan ada rapat dengan para pemegang saham. Aku tidak janji untuk menemui Axel nanti. Axel memintaku untuk membawanya ke taman bermain akhir pekan nanti, aku harap kau persiapkan dirimu.."tutur David
"kau menyanggupinya.."tanya Aira
"Tentu, selama itu bisa membuatnya bahagia.."sahut David
"Kau saja yang pergi dengan Axel.."ucap Aira
David menggeleng, "Axel pun nanti akan memintamu untuk ikut lihat saja nanti.."
Aira berdecak kesal, "turuti saja maunya Aira. Aku tau apa yang ada di pikiranmu. Aku tidak akan memaksamu untuk cepat-cepat menerimaku atau menikah denganku. Aku akan menunggu sampai kau siap, berapa lama pun itu?. Aku cukup senang kau mengijinkan aku untuk dekat dengan Axel setelah apa yang terjadi lima tahun lalu.."tutur David
Aira hanya melirik David kemudian kembali memalingkan mukanya ke arah jendela ia berusaha mencerna perkataan pria itu.
ππππ
ππJangan lupa like, komen, hadianya yang kenceng yaππ aku up panjang nie kebetulan mood nya lagi baik.. Muda-mudahan para readers juga moodnya sebaik aku untuk memberiku banyak hadiahππππ
bersambung..
__ADS_1