Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
S2 : Menjenguk Dera


__ADS_3

Hari terus berlalu tanpa terasa kandungan Aira kini sudah memasuki usia tujuh bulan, dengan perut buncit Aira tetap hoby makan. Sesuai dengan janjinya apapun yang Aira minta David akan menurutinya. Axel begitu pengertian tidak pernah merepotkan mommynya, anak itu sekarang lebih sering menginap di tempat opa dan omanya. Deni dan Mega tentu dengan senang hati menyambut Axel di sana.


Felicia juga sudah menyelesaikan wisudanya, wanita itu kini bekerja di salah satu rumah sakit jiwa di Jakarta. Sampai detik ini Felicia belum juga merasakan tanda-tanda kehamilan, jika di tanya soal usaha sering, suaminya itu selalu tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada, namun tetap saja dengan wajah datar dan kakunya itu, paling-paling hanya tersenyum kecil, lambat laun Felicia sudah terbiasa dengan sikap Wira, capek bertanya karena jawabannya selalu sama.


"Mau gimana lagi, udah cetakannya begini.."


sempat terjadi ketakutan pada dirinya, wanita itu memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan. Dokter mengatakan semua baik-baik saja tidak ada yang di khawatirkan.


Berbeda dengan kehamilan Aira yang hobi makan, usia kandungan Tia yang menginjak empat bulan. Wanita itu tergolong susah makan, Tia hanya dapat menelan makanan jika itu berasal dari tangan Dino. Itupun juga harus Dino yang masak.


Mempunyai sebuah cafe dan resto tidak sulit untuk menuruti istrinya dalam hal makanan, hanya saja ia kesulitan melakukan aktivitas karena Tia selalu ingin nempel terus di dekatnya. Dino bahkan jadi jarang mengunjugi cafe miliknya. Ia hanya memantaunya lewat manager yang ia percaya di sana.


Malam ini terlihat indah usai makan malam Dino dan Tia kembali ke kamarnya. Melihat Tia terlelap, Dino pun keluar menuju balkon kamarnya. Entah kenapa malam ini ia begitu merindukan sosok mamanya, sejak mamanya di masukan ke dalam penjara Dino sama sekali belum menjenguknya. Andaikan Mamanya tau Dino sudah menikah dan sebentar lagi akan mempunyai anak, apakah mamanya itu akan menerimanya dengan lapang dada.


"Mas, kenapa belum tidur.."tanya Tia mengejutkan Dino.


Dino menghapus sudut matanya yang basah, "Kenapa bangun, ayo masuk. Angin malam tidak baik untuk kandunganmu.."


Tia melihat mata Dino yang tampak memerah, "Kita jenguk mama besok ya mas.."


Dino tertegun akan ucapan Tia, "Untuk apa.."


Tia menghela nafasnya, ia mengelus tangan suaminya, "Jangan menutupi apapun dariku mas. Aku tau kau juga merindukannya. Apapun dan bagaimana sifatnya dia tetap mama kandungmu juga mertuaku. Sedari pagi kau terus menatap sikap Bunda, aku tau dalam hatimu kau juga ingin mamamu bersikap yang sama padamu bukan. Ayo kita jenguk dia besok. Aku tidak ingin kau menyesal di kemudian hari mas.."ujar Tia


Dino memang wajah Tia, "Apa kau memaafkan kesalahannya Tia.."


"Tentu saja mas,.."


"Tapi aku belom.."dustanya.


🌹🌹🌹

__ADS_1


Sesuai dengan ucapannya semalam hari ini Tia mengajak Dino menjenguk Dera yang berada di tahanan. Pria itu sempat menolak, namun Tia memaksa. Tia menggunakan anaknya yang masih dalam kandungan untuk alasan agar Dino tidak menolak.


Duduk di ruang tunggu Dino dan Tia menunggu Dera yang sedang di panggil oleh polisi. Dino berkali-kali mengusap perut Tia yang tampak sedikit membuncit.


Seorang wanita paruh baya berjalan mendekat ke arah keduanya, matanya tampak berkaca-kaca. Dera sangat menantikan Dino datang menjenguknya, dan hari ini Tuhan mengabulkan keinginannya. Berbulan-bulan berada dalam sel tahanan membuat Dera sadar akan semua perbuatan yang pernah ia lakukan tak berguna sama sekali.


"Dino.."panggilnya dengan lirih


Dino memutar tubuhnya mencari sosok yang memanggilnya, "Mama.."lirihnya, Dino memandang penampilan mamanya kini, wanita itu tampak kurus tak terawat, entah kenapa hati Dino terasa tercubit, ia merasa menjadi anak yang durhaka. Dino tau Dera tidak memiliki siapapun selain dirinya dan Deni.


Dera berjalan mendekat ke arah putranya ia menghapus sudut matanya yang basah. "Kau menjenguk mama nak.."serunya dengan suara yang bergetar, rasanya ia sangat malu untuk menatap dan memeluk putranya itu.


Dino memalingkan mukanya, hati Dera terasa teiris ia tau putranya masih marah dan kecewa padanya.


"Mama apa kabar ma.."tanya Tia dengan lembut.


Dera kembali mendongak menatap Tia, "Baik. Kau sedang hamil.."serunya


"Tidak, mama sudah tau. Kau jangan meminta maaf untuk kesalahan yang sama sekali tak kau buat. Di sini mama yang salah. Bahkan mama harusnya malu setelah apa yang mama perbuat kau masih kesini menjenguk wanita yang tidak tau diri sepertiku.."ujarnya dengan nada menyesal.


Tia menggenggam tangan Dera yang tampak kasar, "Ma kami tetaplah anakmu kan. Tidak ada namanya manta ibu ataupun mantan anak. Aku sudah memaafkan mama jauh hari ma. Anggaplah semua itu tidak pernah terjadi.."


Dera tersenyum tipis dengan gemetar Dera membelai pipi Tia, "Kau wanita yang baik, pnatas Dino sangat mencintaimu. Mama yakin Dino akan bahagia bersamamu... Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk menjenguk mama, sekarang mama akan masuk lagi.. Jaga cucu mama dengan baik ya.."


Dera bangkit dari tempat duduknya, ia menatap Dino yang masih memalingkan mukanya. Dera tidak berniat bertanya ataupun apa, biarlah ia menuai karma akan apa yang telah buat. Bisa melihat putranya hari ini merupakan suatu kebahagiaan yang tak terkira.


Tia mengusap lengan Dino memberikan kode padanya. Namun Dino tetap acuh.


"Mama masuk dulu ya.."Dera berjalan dengan pelan, wanita itu tampak menahan air matanya.


"Apa kau tidak ingin memelukku ma.."kata Dino, sontak Dera menghentikan langkahnya.

__ADS_1


Dera menghapus sudut matanya yang basah ia kembali memutar tubuhnya, melihat Dino yang kini menatap dirinya dengan rindu "Dino, bolehkah.."


Dino menganggukan kepalanya, Dera tersenyum senang ia kembali berjalan dan memeluk Dino dengan erat. Wanita itu menangis sejadi-jadinya. Menumpahkan segala rasa rindu dan sesalnya.


"Maafin mama Dino. Kamu benar mama memang bukan mama yang baik, mama orang jahat dan kejam.."lirihnya di balik isak tangisnya.


"Tapi mama sudah menyesal nak. Setelah mama menyelesaikan masa hukuman mama. Mama janji akan menjadi orang yang baik,.."sambungnya


"Maaf karena telah memasukan mama ke penjara.."ucap Dino


Dera melepaskan pelukannya dan menatap Dino, "Jangan meminta maaf. Jika kau tidak melakukan hal itu tentu saja mama tidak akan jera nak. Kau tau selama dalam penjara mama merasa sangat bersalah padamu. Mama merasa tersiksa tidak dapat melihatmu lagi.."


"Haruskah aku mencabut tuntutanku ma, agar mama bisa bebas ma.."


"Tidak, biarkan mama menyelesaikan hukuman ini. Kita bertemu setelah anakmu lahir.. Dengan kau dan istrimu datang menjenguk mama. Mama sudah merasa sangat senang. Mama ikhlas menjalani semua ini.."


Dino menggeleng, "Aku dan istriku akan sering kesini ma.."


"Benarkah.."


"Heem.."


"Terimakasih.."


🌹🌹🌹


note : novel ini sudah menuju ending ya. Jujur aku tidak pandai menulis dalam jumlah bab banyak. Novel ini akan ku buat tamat dalam bulan ini. Kalau kebanyakan bab aku takut para pembaca bosan kan.


Jangan lupa like, komen, hadiahnya


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2