Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Kejutan yang tidak akan terlupakan


__ADS_3

Aira memiliki bayangan punya rumah sendiri lalu ia tempati bersama Papa kandungnya, ia akan menyewa seorang perawat untuk mengurus Papanya, semua angan sudah terkumpul dalam otaknya. Apalagi hutang-hutangnya kini sudah hampir lunas semua.


Malam minggu ini Aira memakai gaun berwarna putih dari bahan yang lentur. Gaun tanpa lengan yang menonjolkan bentuk lengan Aira yang sexy. Bagian dada terhitung sopan dengan bagian punggung sedikit terbuka menampakkan punggungnya yang putih. Panjang gaun ini selutut, Aira memilih menyanggul rambutnya lalu memberikan hiasan yang senada dengan gaunnya. Saat menuruni tangga, terlihat di sana David sudah menunggunya dan menatapnya dengan tersenyum.


"Cantik sekali, seperti Cinderella"pujinya membuat wajah Aira bersemu.


"Tapi saya tidak ingin seperti cinderella Tuan"sangkalnya


"Kenapa..?"


"Banyak nangis dan menderita.."serunya membuat David tergelak tak percaya akan jawaban Aira. Tapi apa yang Aira ucapkan memang benar bukan jika Cinderella banyak menderita dan menangis.


David menuntun Aira menuju mobil, sepanjang jalan keduanya terus mengobrol hingga tidak terasa sudah sampai di lokasi pesta.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Tuan, siapa yang akan kita hadapi nanti"tanya Aira saat David membantunya turun dari mobil.


"Orang-orang yang sebagian kamu kenal, tenanglah ini hanya sebuah pesta santai"sahut David


"Apa ada keluargamu..?"tanya Aira


David mengangguk, "Ada Felicia dan Dinojuga nanti."


David dan Aira masuk ke dalam gedung pest tiba-tiba ia di kejutkan dengan adanya Mega sang Mama kandung David ia memuji penampilan Aira.


"Penampilanmu sangat cantik malam ini, aku jadi iri. "


"Nyonya bisa saja, nyonya juga cantik".seru Aira


Aira menawarkan untuk mengambil minum dan Mega pun mengiyakannya, lalu kedunya terus berbincang-bincang, Aira merasa nyaman bicara dengan wanita itu, ia begitu ramah padanya.


Perbincangan berakhir saat Mega harus menemui tamu yang lain, sementara David entah kemana.


Lalu dari sudut matanya Aira menangkap sosok David yang terlihat bersama Jelita. Wanita itu terlihat menawan dan cantik dengan balutan gaun hitam yang pekat. Keduanya bergandengan tangan dan menyapa para tamu.


"Kak Aira kau tidak ke sana..?"tanya Felicia


Aira melirik ke arah Felicia sebentar, "ke mana..?"


"Itu Kak David, awas lho nanti dia di ambil oleh Jelita.."


"Bukannya mereka berteman.."tanya Aira smabil mengernyitkan dahinya.


"Ih kau bicara apa. Bertahun-tahun Kak David itu tidak bisa move on dari kekasihnya yang meninggal, lalu tiba-tiba datang Jelita yang berwajah hampir mirip seperti Laura. Bagaimana jika Kak David itu tergoda.."seru Felicia


Aira meraba gelangnya, perkataan Felicia memang ada benarnya. Tidak mungkin David tidak tergoda oleh kecantikan Jelita.


Terlebih saat makan malam itu David rela mengingkari janjinya demi wanita itu. Harus di akui Jelita memang segala-galanya di banding dengan dirinya yang hanya wanita sewaan. Rasanya sangat mustahil mengharapkan David menyukainya.


"Hei kenapa melamun, ayo cepat kesana.."ucap Felicia


"untuk apa..?


"untuk mendapatkan Kak David kembali lah.."

__ADS_1


Aira mengangkat bahunya, "Sudah biarkan saja.."serunya.


Felicia mengerucutkan bibirnya kesal saat Aira tidak menuruti ucapannya, ia sangat tidak menyakai wanita yang bernama Jelita itu.


Sementara Aira mengedarkan pandangnnya menatap wajah-wajah yang beberapa ia kenali.


Lalu pandangannya tertuju pad Dera sang tante David, wanita itu terlihat mamaki gaun terusan. Aira tau harga gaun itu pasti sangat mahal, wanita itu menatapnya lalu tersenyum kecil padanya, tingkahnya itu justru membuat Aira heran.


"Kenapa diam di sini.."Tegur David padanya.


"aku tadi bersama Felicia,"


"Sorry Kak Aira aku harus pergi"


Felicia menoleh saat David mencoleknya, "Di mana Dino.."


"Tidak tahu katanya akan datang telat karena ada urusan.."serunya.


"David kenapa kau kesini, masih ada beberap orang yang ingin ku kenalkan padamu"seru Deni yang baru datang lalu membawa David pergi.


Kini tertinggal Aira sendiri, karena Felicia entah pergi kemana. Ia hendak beranjak ke teras saat tiba-tiba Jelita datang menghampirinya.


"Gaunmu cantik sekali Aira.."puji Jelita


"Nona Juga.."sahutnya dengan ramah


"Siapa yang membelikannya, David..?"


Aira terlihat kaget namun ia menganggukan kepalanya, "iya siapalagi"


ucapan Jelita membuat Aira mengepalkan tangannya, ia menahan segala emosi yang tiba-tiba hinggap pada dirinya. Ia ingin beranjak, namun belum sempat dari arah pintu masuk ia di kejutkan dengan kedatangan Dina beserta Virni dan teman-temannya. Jantung Aira rasanya ingin melompat keluar, belum cukup itu kedatangan Rio menambah kegugupan Aira.


"Vrini.. hallo.." sapa Jelita


Matilah aku, ucap Aira dalam hati. Virni yang mendengar Jelita menyapanya segera menghampirinya, di ikuti Rio dan Dina .


"Hallo Jelita lama tidak bertemu"sapa Virni


"Hallo juga Virni, ayo kenalkan ini Aira.."


Pandangan mereka langsung tertuju pada Aira, Dina yang pernah bertengkar dengannya karena Rio kini mengingatnya kembali rentetan kejadian dulu.


"Rio bukankah ini kekasihmu, yang kau bilang putus dengannya karena ia mencuri uangmu hingga habis"tanya Dina


Aira terpengarah, "maksudnya apa..?"


Rio menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, "Anu.. bukan... itu apa..?"


"Sudahlah Rio kau bilang saja jika wanita ini dulu hanya wanita sewaanmu"suara Virni terdengar melengking di telinga semua orang tidak terkecuali David.


Kini semua pandangan orang tengah tertuju pada Aira, Aira merasa tubuhnya gemetar.


"Mungkin kalian salah paham, dia itu kekasihnya David.."seru Jelita


Dina berkecak pinggang, "Kamu jangan percaya padanya Jelita. Dia ini hanya wanita bayaran, aku mempunyai buktinya, dia tidak peduli pada siapapun. Dia akan pergi setelah mendapatkan uang. Aku bertengkar padanya saat pernikahan Virni dulu, iya kan Rio..?"

__ADS_1


Wajah Rio memucat, "iya.."


"Nah kan jelas, jangan-jangan Tuan David pun membawa kemari karena menyewanya"Virni ikut menimpali.


Aira menarik nafasnya lalu ia tersenyum, "Tolong Rio, masalah kita jangan di bawa kemari. Aku sudah melakukan pekerjaanku bukan"


"awas saja kalau kau tergoda oleh rayuannya"sahut Dina


"Aira aku...."jawab Rio dengan salah tingkah.


"Ada apa ini..?"David datang bersama Mega dan Deni. Aira menunduk melihat David datang bersama kedua orang tuanya, kini semua orang pandangannya sudah tertuju padanya.


"coba kita tanya Tuan David.." ucap Virni "apa anda mengenal Rio"


David menatap Rio,lalu mengangguk.


" Dulu saat pernikahanku anda datang bukan,Nah waktu itu wanita itu juga datang ke pesta pernikahanku,"tunjuk Virni pada Aira.


"Dia dulu datang bersama Rio, dia mengaku sebagai kekasih Rio, lalu mereka bermesraan di depan umum"


Semua terhenyak menatap ke arah Rio dan Aira secara bergantian.


Aira menggeleng, "Bukan...bukan seperti itu.."


"Jangan membantah kamu semua sudah ada buktinya."


"Tidaakkkk.. itu tidak benar.."Aira menggelang sambil memundurkan kakinya, badannya semua gemetar. Semua orang menatapnay dengan curiga, ia memandang David berharap laki-lak itu membantunya.


"Aku berani bertaruh jika Tuan David pun hanya menyewamu untuk menemaninya datang ke pesta ini kan"ucap Dina


Tidak ada yang bicara ruangan ini mendadak sunyi hanya ada suara Dina dan Virni yang terus melengking. Aira merasa dadanya sesak, untuk pertama kalinya ia merasa di permalukan di depan umum, ia merasa tidak berdaya. Ia menatap David untuk meminta maaf dan membantunya, namun laki-laki itu memalingkan wajahnya. Ada rasa sakit di hati Aira, ia seperti tengah di hantam badai yang sangat besar, orang lain boleh menuduhnya tapi Aira masih berharap David tidak percaya akan hal itu.


"Tuan..."Aira berucap lemah, sungguh ia sudah tidak ada tenaga.


David kembali menatap Aira, namun saat David ingin membuka mulutnya Jelita melingkarkan tangannya ke lengan David.


"Katakan saja David tidak usah malu, kami tahu kau menyewanya untuk membatalkan segala perjodohan"


"Bukan begitu Jelita.. Aku_.."


"Sungguh memalukan David, kau bisa bergaul dan memasukan wanita macam dia ke dalam keluarga kita"ucap Deni dengan nada mengecam


Aira mendongak menahan air matanya agar tidak tumpag saat itu juga, sikap diam David seakan membuat wanita itu jatuh dalam lubang derita yang lebih dalam.


"Cukup.. sudah berbicaranya. Aku mengaku jika aku memang hanya wanita bayaran" Aira berucap dengan gemetar "Jangan lagi bertanya apapun pada Tuan Davi. Permisi.."


Menyibak kerumunan Aira setengah berlari menuju pintu keluar, ia merasa malu dan hina. Seharusnya David membantunya, bukankah laki-laki itu pernah berkata akan melindunginya. Dengan air mata bercucuran Aira terus berlari keluar.


"Aira kau mau kemana..?"tanya Dino saat ia berpapasan dengan Aira di tengah jalan. Lali-laki itu terecngang melihat Aira yang bercucuran Air mata, "Aira kau kenapa?"desak Dino, namun Aira tidak mengindahkan pertanyaaannya ia terus berlari keluar memyetop taxi.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Aku up panjang nie berhubung kemarin gak sempat upπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Marhaban ya Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi yang menjalankanπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2