
David duduk termenung di ruang kerjanya, ia tidak menduga jika tantenya tega berbuat sebejat itu. Baron juga sudah di masukkan kembali di dalam penjara dengan jeratan pasal berlapis-lapis percobaan pembunuhan. Belom lagi mengenai video panas Felicia, tante Dera telah mengakui jika dialah pelaku yang mengirimkan video panas Felicia, entah setan apa yang merasuki tantenya itu.
"Tuan.." setelah mengetuk pintu Wira masuk.
David menghela nafasnya ia meredam emosinya sejenak.
"Kemarilah dan duduklah.."perintah David
Wira pun melangkahkan kakinya lalu duduk bersebrangan David. David menatap tajam Wira seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.
"Apa ini Wira? bisa kau jelaskan.."David bertanya sembari memberikan ponsel yang sedang memutar sebuah adegan Felicia yang tengah begitu agresif mencium Wira dalam kerumunan pesta.
Wira terkejut jantungnya serasa mau lepas, tanpa sadar ia bangkit dari duduknya "Maafkan saya Tuan, saya lalai dalam menjaga Nona Felicia. Tapi saya bersumpah tidak ada apapun yang terjadi.."
David mengangguk, "Bisakah aku meminta satu permintaan padamu.."
"Tentu Tuan.."
David bangkit dari duduknya, "Menikahlah dengan Felicia.."
Duar... Wira membulatkan matanya, ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak Tuan, saya berani bersumpah tidak melakukan apapun. Tidak ada yang terjadi saat itu,.."Wira berusaha menolak.
"Aku percaya padamu Wira.."
"Lalu..? Tuan jika masalah video itu akan tersebar aku akan melakukan berbagai cara untuk mencegahnya,"seru Wira
__ADS_1
David menggeleng, " Aku sudah melakukannya. Namun, bagaimana dengan kondisi psikis Felicia Wira.."
"Maksud Tuan.."
"Pesta yang kalian hadiri itu berada dalam lingkup keluarga kampusnya, semua orang pasti akan mencemooh Felicia kan. Wira, Felicia tidak pernah dekat pria manapun sekalinya ia membawa pria dia bertindak tidak bisa mengendalikan diri. Aku mohon menikahlah dengannya Wira, aku percaya kau orang yang tepat untuknya.."
Wira menggeleng, "Tuan, anda tau riwayat kehidupan saya sebelumnya kan. Saya bukan pria baik-baik Tuan, sama sekali tidak pantas untuk wanita sebaik dan sepolos dirinya. Pikirkanlah lagi Tuan, saya hanya seorang bawahan untuk anda, jika saya menikah dengannya bukankah saya juga akan melukai perasaan Tuan Deni, saya tidak punya apa-apa Tuan.."
"Jangan khawatir saya juga sudah membicarakan hal ini pada orang tua saya sebelumnya. Sejak hari itu mereka bilang Feli hanya mengurung dirinya di kamar."
David melangkah mendekati Wira, "entah kenapa aku percaya hanya kau yang menjaga Felicia dengan baik. Pikirkanlah permintaanku ini Wira.."ucapnya sambil menepuk pundak Wira
⚘⚘⚘
Wira melajukan mobilnya dengan sedikit kencang pikirannya sedang kalut, sesekali ia akan meremas rambutnya, terkadang pula ia menghela nafasnya.
"Kenapa aku bisa kesini.."gumamnya,
Menghela nafasnya Wira turun dari mobilnya, kemudian melangkahkan kakinya masuk ke dalam area pemakaman.
Wira berjongkok di depan sebuah makam yang bertuliskan nissan "Metta"
"maafkan aku Metta"hanya kata itu yang keluar dari bibirnya, Wira kembali melangkahkan kakinya keluar dari area makam.
⚘⚘⚘
Dino menggenggam tangan Tia dengan erat sesekali ia akan menciumnya.
__ADS_1
"Jika kau kembali membuka matamu aku akan menikahimu saat ini juga Tia."ucapnya, entah karena lelah atau apa perlahan mata Dino terpejam.
Jari-jari tangan Tia mulai bergerak di ikuti dengan kelopak matanya terbuka secara perlahan.
"Mas Dino."
Dino yang merasakan pergerakan tangan Tia pun membuka matanya , ia terkejut sekaligus bahagia mendapati Tia yang sudah sadar. Dino langsung memencet tombol dekat ranjang Tia. Tidak lama Dokter tiba langsung memeriksa keadaan Tia. Dokter mengatakan keadaan Tia baik tidak ada yang perlu di khawatirkan semua hanya menunggu Tia kembali pulih.
Sepeninggal Dokter, Dino kembali memandangi Tia. Tia berusaha untuk mendudukan dirinya.
"Kau mau apa.."tanya Dino khawatir.
"Duduk Mas.."
Dino pun membantu Tia, ia menaikkan ranjangnya hingga posisi Tia kini bersandar pada ranjang. Dino mengambil minuman di atas meja lalu menyuruh Tia untuk minum.
"Aku senang kau sudah sadar, aku akan menepati janjiku.."ucapnya ia memeluk Tia dengan erat.
"Janji..? janji apa.."
"Sebentar..." Dino melepaskan pelukannya dari. Tia.
Dino mengeluarkan ponselnya lalu menghubungi seseorang, terlihat ia berbincang-bincang sedikit.
⚘⚘⚘
jangan lupa like, komen, hadiahnya..
__ADS_1
bersambung..