
Warning 21++
Area dewasa, di bawah umur mohon skip tutup mata.ππ
βββ
Beberapa hari setelah kondisi Deni pulih, akhirnya Deni di perbolehkan pulang. Setelah mengantar sang papa David dan Aira kembali pulang.
Bruk.. David menjatuhkan tubuhnya di ranjang.
"Aku lelah sekali.."gumamnya, tidak di pungkiri ia merasa lelah lantaran kerjaannya juga begitu banyak.
Aira menggelengkan kepalanya, "Mandi lah dulu baru istirahat.."
"nanti.."sahut David matanya terpejam.
Aira melihat guratan lelah di wajah David tak di pungkiri ia pun merasa kasihan, Aira pun berlalu ke kamar mandi tanpa membangunkan David.
Dua puluh menit kemudian Aira keluar dari kamar mandi dengan wajah yang fresh, David yang mendengar kamar mandi terbuka pun membuka matanya.
Ia bangkit dari tempat tidurnya, David menghampiri Aira yang sedang mengeringkan rambutnya.
"Kenapa tidak mengajakku kalau mandi sih.."ucap David tiba-tiba yang berdiri di belakang Aira.
"Kau terlihat lelah, aku tidak tega membangunkanmu.."ujar Aira,
David mendengkus kesal, ia melingkarkan kedua tangannya di pinggang Aira, perlahan David membenamkan kepalanya di ceruk leher istrinya.
"Mandilah, kau mengangguku mengeringkan rambut."ujar Aira, sejujurnya ia pun merasa geli.
David menjauhkan kepalanya dari ceruk leher sang istri, "Pakailah baju yang di dalam paper bag itu, tunggu aku selesai mandi."ucap David sebelum berlalu ke kamar mandi.
βββ
Ceklek pintu kamar mandi terbuka David keluar hanya dengan bathrobe mandi, tapi ia terkejut mendapati Aira yang berpura-pura tidur sambil memunggunginya.
David melangkahkan kakinya menuju ranjangnya, ia langsung tiduran di sebelah Aira. David melingkarkan tangannya pada pinggang Aira.
"Aku tau kau hanya berpura-pura tidur.."ucap David sambil mengigit gigi Aira.
__ADS_1
"aww.. geli.."ucap Aira terkejut.
David terkekeh ia melepaskan tangannya di pinggang Aira, "Ayolah Aira, kita sudah beberapa hari menikah. Masa ia kau membiarkan diriku menahan lebih lama lagi.."desah David
Aira membalikkan tubuhnya menghadap David, hingga kini pandangan keduanya bertemu.
"Aku malu.."lirih Aira wajahnya merona.
David terkekeh, "Kenapa harus malu? bukankah kita berdua sudah pernah merasakannya. Kau dulu bahkan lebih berani. Ayolah aku menginginkan kau yang dulu.."ucap David ia sengaja menggoda Aira.
"Aww.."David meringis saat Aira mencubit pinggangnya, David bangkit dari tidurnya ia mendudukan dirinya bersandar pada ranjang.
"Apakah benar sakit.."Aira langsung ikut bangun duduk disebelah David. David kembali melirik ke arah Aira.
"Gaunnya sangat cocok dan pas di tubuhmu.."tutur David sambil terus memandangi Aira tanpa berkedip.
Aira yang tersadar dengan pakain yang kini ia pakai dari gaun lingerie pemberian David tadi langsung menyilangkan tangannya di dadanya saat menyadari tatapan David.
"Aku.. aku akan ke kamar mandi.."Aira beranjak dari tempatnya.
David langsung menahan tangan dan menariknya membuat Aira langsung jatuh ke dalam pelukannya.
Aira merasa sekujur tubuhnya meremang akan segala sensasi sentuhan yang David berikan, "David aku.."
"Kau siap bukan.."tanya David menatap wajah Aira.
Aira menganggukan kepalanya sambil tersenyum,
David mencium kening Aira, "Aku mencintaimu.."ucap David
Aira terpaku seolah jantungnya langsung berhenti sungguh ia merasa bahagia mendapatkan kata itu meski sederhana namun mampu mengukir senyuman dan menghilangkan segala kegugupannya.
Aira melingkarkan kedua tangannya di pundak David, lalu mengecup bibir David sekilas, "Aku juga mencintaimu.."
Keduanya tersenyum bahagia, David mulai mencium telinga Aira, lalu kembali ******* bibir Aira, keduanya saling bertukar saliva. Hanya terdengar suara decapan dan erangan,.
David mengusap lembut punggung Aira, tangannya menarik gaun lingeria yang Aira pakai, tidak lupa ia membuka penutup kedua pabrik susu untuk Axel yang sudah di tinggalkan beberapa tahun yang lalu melemparkannya ke sembarang arah.
David menghentikan ciumannya, "sangat indah.."pujinya membuat Aira merona, ia kembali menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
"Jangan di tutup, aku suka.."ucap David dengan ders nafas yang tak teratur.
David kembali ******* bibir Aira, lalu membaringkan tubuh Aira. Perlahan David mulai menyusuri tubuh Aira dengan ciuman dan sentuhan lembut, hingga terdengar suara desahan Aira yang membuat ia makin bergairah.
David melepaskan bathrobe yang ia pakai, kini David pun sudah tidak memakai pakaian sehelai benangpun. Aira terlonjak kaget, namun sedetik kemudian ia membuang pandangannya ke araha lain.
David terkekeh, "kenapa harus malu, kau juga boleh memegangnya.."
David mengambil tangan Aira dan menaronya pada bukti kenjantanan miliknya. Perlahan Aira pun mulai menyentuhnya, membuat David mengerang keenakan.
"Sayang, aku akan melakukannya sekarang, kau siap..?"tanya David
Aira mengangguk, "lakukanlah.."
David mulai memposisikan dirinya hingga terdengar suara rintihan dari bibir Aira.
"Apakah sakit, aku akan melakukannya perlahan..."tanya David. Aira menggeleng
Ketika David sudah berhasil memasuki Aira, Aira mencengkram lengan David hingga kuku cantik Aira mempu menggores lengan David.
David membenamkan miliknya sejenak membiarkan Aira rileks, setelahnya ia kembali memacunya. Meski bukan yang pertama David tau pasti akan menimbulkan rasa tidak nyaman pada Aira.
Keduanya terus mengerang nikmat menggapai surga dunia, lalu bersama menuju terbang ke nirwana.
Hingga beberapa jam kemudian David sudah ambruk di tubuh Aira.
"Terimakasih.."David mengecup kening Aira.
Aira hanya mengangguk lemah, David menarik selimut di bawahnya untuk menutupi tubuh polos keduanya.
"Tidurlah.."David membawa Aira ke dalam pelukannya, lalu mengecup pipinya sekilas.
Tidak lama keduanya sama-sama terlelap.
ββ
βkalau kurang panas kalian bisa baca di dekat kompor ππββ
βmenurut kalian novel ini mending aku end sekarang, atau langsung lanjutin kisah Dino, Tia, dan Felicia..? because konflik untuk Aira dan David sudah selesai. Tolong komen di bawah yaπ, aku tunggu..β
__ADS_1
bersambung..