Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Aku akan menunggumu


__ADS_3

Sampai di rumah Aira membantu David berbaring di sofa. Axel langsung pergi ke kamarnya, anak itu sepertinya kelelahan.


"Tidak menyangka ternyata kelemahan sang Direktur Adinata menaiki wahana extrime.."celetuk Aira mengejek David,


"Kenapa dari tadi kau suka sekali mengejekku.."sahut David lemah


"Terserah aku lah.."sahutnya


David terdiam ia memejamkan matanya sejenak mencoba menghilangkan rasa pusing ya mendera. Aira yang mengerti David butuh waktu istirahat berbalik badan untuk meninggalkan David.


Namun David memegang pergelengan tangan Aira.


"Jangan pergi, tetaplah di sini.."ucapnya,


Aira melirik ke arah pergelangan tangan yang di pegang David, kemudian ia kembali berbalik ia melihat David yang masih memijat kepalanya.


"Aku hanya akan pergi sebentar ke dapur membuatkanmu teh hangat, agar kau cepat baikan.."tutur Aira, David pun melepaskan tangan Aira dan membiarkan Aira pergi.


Lima menit kemudian Aira kembali dengan membawa secangkir teh hangat.


"Ayo minumlah..."ucap Aira,


Aira membantu David meminumkan teh nya.


"Bagaimana? apakah lebih baik.."sambungnya


"Sedikit, terimakasih.."seru David, Aira hanya membalasnya dengan senyuman tipis.


David berusaha duduk ia merasa sudah jauh lebih baik, "Kau mau apa..?"tanya Aira


"Ra..."panggil David lembut setelah ia berhasil mendudukan dirinya.


"Hem.."sahut Aira


David menepuk sisi tempat duduknya, "Kemarilah duduk, aku ingin bicara.."serunya


Aira pun menurut mendudukan dirinya di sofa sebelah David.


"Apa.."tanya Aira dengan penasaran,

__ADS_1


David menatap Aira tersenyum membuat Aira canggung dan salah tingkah.


"Bagaimana? apa kau mau menikah denganku.."tanya David


Aira mengerutkan keningnya, "Jadi kau sedang melamarku.."tanya Aira


David menggaruk tengkuknya, "Boleh di bilang begitu.."


Aira menghela nafasnya, "Gak etis sama sekali masa seorang David Adinata melamar seorang wanita seperti ini.."Aira terkekeh


David memikirkan ucapan Aira lalu ia tersenyum mengangguk.


"Baiklah besok malam aku tunggu kau di Cafe Taste Coffe, tempat pertama kali kita bertemu setelah lima tahun yang lalu.."ucap David


"Aku hanya bercanda.."seru Aira


David menggeleng, "Tapi ku fikir apa yang kau ucapkan benar.."


"Aku akan menunggumu di sana, aku harap kau datang jam delapan malam."sambungnya


"Baiklah, akan aku usahakan.."seru Aira


Di salah satu Mall.


Dino dan Tia baru keluar dari gedung bioskop, jika wajah Tia tampak berseri maka wajah Dino terlihat kesal. Dino sengaja memilih menonton film horor, Dino fikir Tia takut hantu jadi sekalian modusin dikit lah. Taunya Tia nya biasa aja dia asyik nonton.


"Mas Dino kenapa wajahmu begitu.."tanya Tia


"Kelihatan ya.."sahut Dino


Tia mengangguk.


"Ini gara-gara kamu..."decak Dino


Tia mengerutkan keningnya, "kenapa? Tia salah apa.."


"Harusnya tadi di dalam saat nonton kau bisalah berpura-pura takut gitu, agar aku bisa memelukmu.."ceplosnya,


Mata Tia langsung membulat, Dino tersadar dengan ucapannya ia menutup mulutnya, 'kenapa mulutku jujur sekali..'gumam Dino

__ADS_1


Tia menganggukan kepalanya lalu terkekeh, "Oh jadi Mas Dino sengaja memilih film horor, karena Mas Dino fikir aku takut gitu ya."


"Film begitu mah kecil Mas Dino, di bandingkan dengan hidupku dulu bahkan lebih menakutkan"sambungnya


"Memang apa yang terjadi.."tanya Dino penasaran


"Mas Dino pengen tau.."tanya Tia, Dino mengangguk


"Jangan sekarang ya, aku belum siap untuk cerita.."tutur Tia


"Baiklah, aku tidak akan memaksa.."sahut Dino


"Apa kau lapar.."sambung Dino


"Banget.."jawab Tia dengan jujur


Dino terkekeh mendengar jawaban Tia.


"Ayo kita mampir makan dulu.."ajak Dino


"Tapi..."


"Apa lagi.."


"Aku tidak enak dengan Nona Aira, aku kan tidak bilang padanya mau pergi.."seru Tia


"Aku yang akan mengatakannya, sudah tenanglah..."


"Benarkah.."wajah Tia kembali berbinar


Dino mengangguk,


"Ya sudah ayo, aku ingin makan banyak. Gratis pula.."sambungnya, membuat Dino tergelak.


πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Part ini mungkin gaje ya, moodku juga lagi jelek nie tau ih kenapa..πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya ya..πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2