
CAFE AND RESTO DINO
Pukul sepuluh pagi David sudah tiba di restoran milik Dino. David masih memerlukan penjelasan dari Dino. Sedang untuk Aira, David cukup mengerti semua tidak semudah itu untuk menerimanya. Mengingat masa lalu yang David berikan menimbulkan luka yang cukup serius.
"Kau sudah lama menunggu..?"tanya Dino
David menggeleng, "Hanya sepuluh menit.."
"Sorry aku harus memberikan arahan dulu pada karyawanku."jelas Dino ia mendudukan diri sofa ruang kerja Dino.
"Tidak masalah.."ujar David.
"Apa yang ingin kau ketahui..?"tanya Dino to the point.
"Semuanya, setelah kejadian lima tahun yang lalu."jawab David dengan tenang.
Inilah yang Dino sukai dari kakak sepupunya itu, ia tipikal pria yang selalu bersikap tenang dalam menghadapi masalah tidak seperti dirinya yang selalu mengandalkan emosi.
Dino mengangguk mulai menceritakan semuanya tanpa terkecuali dari bagai mana Dino bisa menemukan Aira di rumah sakit setelah kecelekaan itu, hingga akhirnya Aira sampai tinggal di rumahnya kini. (kalian bisa baca ulang pas flasback lima tahun yang lalu oke, aku tidak mungkin menulis ulang kanπ)
David mendengarkan dengan seksama.
"Jadi, Papa Aira sudah meninggal.."ucap David terkejut.
"ya, dia meninggal akibat serangan jantung. Entah secara kebetulan atau gimana, awalnya dia baik-baik saja. Tapi begitu mendengar berita kehamilan Aira, kondisinya langsung drop kami berusaha membawanya ke rumah sakit tapi tidak terselamatkan. Sejak kepergian papanya Aira terus menyalahkan dirinya, ia selalu berkata dialah penyebab papanya meninggal.."ucap Dino
David yang mendengar cerita Dino jantungnya merasa di tikam dengan jarum, perasaan bersalahnya semakin besar.
"Kau ingat saat tiba-tiba aku datang memukulmu.."tanya Dino
Flashback on
Setelah mendengar berita kehamilan Aira, di susul kematian papanya Aira, tidak lupa pula saat ia mendengar kenyataan siapa ayah dari janin kandung Aira. Dino berusaha membujuk Aira untuk menemui kakaknya namun sayangnya Aira menolak dengan tegas, di tambah pula Aira memohon untuk tidak memberitahukan kehamilannya dan keberadaan dirinya pada kakaknya itu.
Pulang dari rumah Aira, Dino tidak melajukan mobilnya menuju rumah utama, ia membelokkan mobilnya menuju rumah David.
Keluar dari mobilnya wajahnya memerah, kedua tangannya mengepal, rahangnya mengeras.
__ADS_1
"Kakak.."panggil Dino dengan keras.
David yang saat itu tengah berada kamarnya terkejut mendengar suara orang yang memanggilnya, David pun kemudian keluar dari kamarnya menghampiri orang tau.
Terlihat di sana Dino berdiri dengan raut wajah yang menunjukkan kilatan-kilatan amarah. Saat David melangkahkan kakinya di anak tangga yang terakhir, Dino langsung maju dan memukul David.
Bugh..
Bugh..
David tersungkur jatuh saat Dino memukulnya dengan membabi buta.
"Ternyata kau pria brengsek kak, kau pria yang tidak bertanggung jawab."teriak Dino
David tergelak, "Tidak bertanggung jawab maksudmu..?"tanya David dengan mengimidasi, ia mengela sudut bibirnya yang berdarah.
Saat Dino ingin membuka mulutnya bayang wajah permohonan Aira untuk tidak memberi tahukan apapun tentang dirinya pada David kembali terlintas, hingga akhirnya Dino memilih diam dan pergi dari tempat kakaknya itu.
"Dino.. katakan apa maksudmu..."teriak David
"Lupakan..."hanya kata itu yang Dino ucapkan.
"Kenapa kau tidak memberi tahuku saat itu juga Dino. Kenapa kau membiarkan aku menyesal begitu dalam.."ucap David dengan lirih
"Maaf, aku tidak bisa mengingkari janjiku pada Aira. Awalnya aku pikir semua akan baik-baik saja, namun saat Axel terus beranjak semakin bertambah usia saat itu pula aku menyadari Axel sangat merindukan sosok dirimu kak, sampai suatu hari dia bertanya pada diriku seperti apa wajah Daddynya. Hatiku sakit kak saat aku harus menjawab pertanyaan putramu itu, aku bisa merasakan bagaimana menjadi dia." Dino menghela nafasnya sejenak matanya sudah berkaca-kaca.
"Suatu hari aku memberanikan diri berkata pada Aira untuk mempertemukan dirimu pada Axel, tapi lagi-lagi Aira menolak dengan alasan dia takut kau tidak akan percaya, atau kau justru mengambil Axel darinya."sambungnya
"Kenapa dia berfikir negatif padaku. Setelah apa yang terjadi, bagaimana mungkin aku mengambil Axel darinya. Aku tidak akan mungkin memisahkan Axel darinya.."seru David
"Aku tau... untuk itu setelah semua ini terungkap. Tolong jagalah mereka kak, Aira sudah cukup banyak menderita selama ini.."ucap Dino
David mengangguk, "Dino.. Apa kau menyukai Aira..? jawablah pertanyaanku dengan jujur Dino.."tanya David
Untuk sesaat Dino tergelak, sebelum kemudiam dia tersenyum tipis, "Siapa yang tidak akan menyukai Aira kak, dia wanita yeng tegar, kuat, energik, mandiri, baik. Dia hampir mendekati kata sempurna bagi setiap kaum pria yang melihatnya dari sisi hatinya.."
"Lalu.."sambung David
__ADS_1
"Aku tau apa yang di pikiranmu kak. Menyukai dan mencintai berbeda bukan. Aku menyukai Aira layaknya seorang teman yang menganggap Aira sebagai kakak yang harus aku melindungi, bagaimanapun aku tau tempat pada siapa aku harus jatuh cinta sebenarnya. Melihat kehidupan Axel seperti melihat kehidupan aku saat kecil, bedanya aku adalah korban broken home,"Dino tersenyum getir mengingat segala kenangan kecilnya.
"Aku pikir dengan membantu Aira dan Axel aku bisa sedikit membalas budi padamu. Kau pasti ingat bukan bagaimana hancurnya rumah tangga kedua orang tuaku, mereka saling merebutkan ego masing-masing tanpa memikirkan aku. Mereka tidak pernah pedulikan aku, hanya kau dan Tante Mega yang setiap saat selalu ada untukku. Saat aku menangis aku butuh pelukan kasih sayang kau akan selalu ada untukku. Saat semua orang menyalahkanku karena kenakalanku di waktu remaja yang suka mabuk-mabukan demi mendapat kasih sayang kedua orang tua ku, tapi hanya kau yang membelaku kak. Mama dan Papa tidak peduli sama sekali padaku. Bahkan mungkin sampai kini mereka tidak mengerti apa yang ku inginkan. Tapi aku beruntung memiliki kakak seperti dirimu, aku belajar banyak darimu. Kau bekerja keras untuk membantuku belajar sampai akhirnya aku bisa menjadi seperti sekarang,"jelas Dino sambil menitikkan air matanya.
David mendengarkan ungkapan hati Dino hatinya merasa teriris, tanpa sadar ia menghapus sudut matanya yang basah. David berjalan mendekat ke arah Dino lalu menepuk pundak Dino, "Jangan sedih, semua yang terjadi ada hikmahnya bukan. Aku tidak menyangka kau sudah tumbuh menjadi pria yang sangat dewasa, kau bahkan sudah sukses,. Aku juga merasa beruntung mempunyai adik seperti dirimu. Aku sangat berterimakasih untuk apa yang kau lakukan selama ini untuk Aira dan Axel,. Aku justru malu padamu karena ketika semua terjadi aku tidakk bisa berfikir dewasa seperti dirimu."ujar David
"Kakak aku..."ucap Dino tertahan, dia menghambur memeluk David.
"Maaf aku banyak melukaimu kak, aku bahkan memukulmu saat itu"
David tersenyum tipis, "Aku justru berterimakasih untuk pukulanmu saat itu, aku pantas mendapatkan yang lebih dari itu bukan"
David melepas pelukannya, "Apa kau merindukan papamu.."tanyanya
"mana mungkin.."
"Temuilah dia jika kau memang merindukannya,"saran David
"Tidak untuk sekarang..."jawab Dino
"Kakak berjanjilah untuk tidak meninggalkan Aira dan Axel.. Jangan biarkan Axel merasakan seperti apa yang aku rasakan kak. Biarkan dia tumbuh dewasa bersama kasih sayang kau dan Aira."sambung Dino
"Aku tau, entah bagiamana cara aku meyakinkan Aira kembali. Dia terlihat marah sekali padaku.."ucap David
"Setidaknya kakak harus sabar dan berusaha. Aira butuh waktu.."
"Tentu,"seru David
"Aku sungguh sangat menyesal Dino.."sambung David
"Kalau begitu perbaikilah, aku akan mendukungmu kak"seru Dino
"Terimakasih.."
πππ
ππNext part, aku akan bawa David kembali berbicara pada Aira,.
__ADS_1
Maaf telat up, akunya habis bepergian, pulang-pulang kepala pusing banget jadi gak sempet ngetik, ini juga tidak aku baca ulang maaf ua kalau banyak typoππππ
ππJangan lupa like, komen, hadiahnyaππ