Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Aku ingin memelukmu


__ADS_3

Mobil Mercy melaju dengan kencang membelah jalanan yang cukup padat. Sebelumnya David sudah menelpon Aira, ternyata Aira sudah berada di rumah sakit.


Sampai di loby David langsung keluar ia berlari kecil menyusuri koridor rumah sakit. Saat sampai depan pintu rawat papanya, David mengerutkan keningnya melihat Aira dan Axel di luar.


"Sayang, kok di sini kenapa tidak masuk.."tanya David


"Daddy.."ucap Axel, David membalasnya dengan senyuman hangat.


Aira menggaruk tengkuknya, "Em aku.. itu.. papa.."


David menatap Aira bingung, kemudian tanpa pikir panjang David memegang pergelangan tangan Aira, "Ayo masuk.."


David memegang tangan Aira membawanya masuk. Bersamaan dengan itu dokter keluar setelah selesai memeriksa kondisi Deni.


"Papa.."panggil David, ia melepaskan genggaman tangan Aira. David berlari langsung memeluk Deni yang tampak sudah duduk bersandar di ranjangnya. Deni berusaha membalas pelukan David, meski terasa susah karena satu tangannya masih tertancap jarum infus. Ya tadi di jalan Wira sudah mengatakan jika Deni sudah sadar.


"David kau baik-baik saja kan.."tanya Deni pada David.


"Apa perlu kau pertanyakan setelah nyawamu kau pertaruhkan demi melindungiku Pa.."jawab David sembari melepas pelukannya.


Mega, Dino, Felicia, Aira, memandang haru keduanya.


"Aku lega mendengarnya, aku hanya melakukan apa yang seharusnya orang tua lakukan untuk anaknya bukan.."jawab Deni


"Kau bodoh pa, bagaimana jika kau mati.."ujar David.


"Setidaknya aku tidak akan membawa rasa penyesalan, karena aku berhasil menyelamatkan putraku.."jawab Deni enteng sembari terkekeh, David bisa melihat kali ini tawa Deni yang tulus meski lirih mengingat ia memang baru pulih.


"Oh ya ampun.."ujar David meraup mukanya dengan kasar.


"Papa aku minta maaf, selama ini sudah menjadi putramu yang pembangkang.."Sambung David menatap Deni dengan sendu.


"Sudah lupakan kau melakukan hal benar, kau hebat.. bahkan kau berhasil memberikan aku cucu yang begitu pintar.."jawab Deni


"Kau tidak dendam padaku, karena aku sudah memukulmu habis-habisan saat itu.."tanya Deni


Deni menggeleng, "karena hal itu pula aku sadar akan kesalahanku.."


David kembali memeluk papanya, "Terimakasih.."


"David mama dan Felicia pulang dulu, bisakah kau menjaga Papamu untukku.."ucap Mega bangkit


"tentu ma.. pulanglah.."ujar David


Mega bangkit berjalan menghampiri Deni, "Aku pulang dulu ya Pa.."


Deni mengangguk, "Hati-hati. Makasih sayang.."


"Pa Feli pulang dulu ya.."Pamit Felicia.


"ya sayang.."

__ADS_1


Setelah kepergian Mega dan Felicia, kini tinggal David, Dino, Aira, Axel, Deni di ruangan itu.


Dino bangkit dari tempatnya, "Dino aku ingin bicara denganmu.."ucap David menghentikan langkah Dino.


"Ayo kita bisa bicara sambil minum kopi mungkin kak.."jawab Dino


"Baiklah.."David bangkit dari tempatnya.


"Sayang, aku titip Papa sebentar ya.."sambung David


Aira hanya menganggukan kepalanya. Setelah kepergian David ruangan mendadak sunyi, Aira merasa canggung.


"Axel, kemarilah opa ingin memelukmu.."Deni merentangkan tangannya.


"Opa.."Axel berlari kecil menghampiri Deni.


Aira menghela nafasnya ia berjalan ke arah sofa dan mendudukan dirinya, sungguh ia merasa takut dan canggung pada papa mertuanya kini.


"Aira.."Panggil Deni membuat Aira menoleh ke arah Deni.


"Kemarilah.."sambungnya


Aira menelan salivanya, ia berjalan lambat ke arah Deni, "Apa Tu.. tuan memerlukan sesuatu.."tanyanya pada Deni.


Deni mengerutkan keningnya merasa tak suka akan panggilan yang Aira sematkan padanya, "Papa, Aira.. Pangggil aku Papa, Aira. Aku mertuamu masa kau panggil aku Tuan.."Ucap Deni sembari terkekeh, sejujurnya ia juga merasa canggung tapi ia berusaha bersikap biasa, melihat wajah ketakutan Aira.


Aira sudah berada dekat dengan Deni, Axel tampak anteng duduk di sebelah opanya itu.


"Aira maafkan perlakuan buruk Papa sebelumnya padamu. Maaf karena banyak membuatmu sakit hati sejak pertama pertemuan kita. Bisakah kau memberikan kesempatan pada Pak Tua ini untuk memberbaiki kesalahannya? Aku ingin menganggapmu layaknya putriku, bukan hanya sebagai menantuku. Kau mau memaafkan Papa kan.."tutur Deni


Aira menggelengkan kepalanya ia semakin mendekat ke arah Deni. "Kau tidak bersalah Pa. Aku cukup mengerti untuk semua tujuan yang kau lakukan. Kau hanya ingin yang terbaik untuk putramu.."


"Tapi caraku salah.. Karena kebahagiaannya ada padamu.. Maafkan Papa."sahut Deni


"Aku sudah memaafkan Papa sejak lama.."seru Aira.


"Kemarilah aku ingin memelukmu.."ujar Deni


Aira menghambur memeluk Deni, ia meneteskan air matanya, rasa haru menyeruak dalam hatinya akan kebahagiaan yang kini ia rasa.


"Terimakasih, telah menerima wanita seperti diriku untuk menjadi menantumu pa.."lirih Aira, ia merasa nyaman memeluk Deni layaknya ia memeluk sang Papa yang sudah tenang di alam surga. Setelah sekian lama ia bisa mendapatkan pelukan tulus dari seorang Papa.


Deni melepas pelukannya, "Aku yang terimakasih. Semoga kau selalu bahagia bersama putraku."Deni mengusap lembut kepala Aira.


Aira kembali mengingat hal yang sama seprti almarhum papanya yang lakukan dulu, tiba-tiba ia merasa amat rindu pada papanya, Aira menangis tergugu.


"Apa Papa menyakitimu Aira.."tanya Deni


Aira menggeleng, "Aku hanya merindukan papaku yang sudah di surga pa.."Sahutnya


Deni tercengang kaget, namun sedetik kemudian ia tersenyum, "Sekarang aku juga papamu Aira. Kau bebas meminta apapun padaku.."

__ADS_1


"Benarkah, jika aku sedang merindukannya bolehkan aku mendapatkan pelukanmu.."tanya Aira.


"tentu saja, asal suamimu tidak cemburu.."Deni terkekeh berusaha menghilangkan rasa mellow yang ada.


"Apa pria seperti dirinya bisa cemburu, aku belum pernah melihatnya.."


"Tunggu saja tanggal mainnya.."ujar Deni


"Opa aku juga ingin di peluk.."ucap Axel.


"kemarilah cucu opa yang tampan.."Seru Deni


Ketiganya berpelukan secara haru.


⚘⚘⚘


David dan Dino kini duduk saling berseberangan, sudah lima belas menit mereka duduk namun tak satupun kata yang keluar dari mulut David, keduanya hanya sibuk menyesap rasa kopi yang ada pada mejanya.


"Kakak cepatlah bicara.."desak Dino dengan penasaran.


"Kau siap mendengarnya Dino.."tanya David


"Tentu.."


David menghela nafasnya, "Dino, mengenai apa yang terjadi pada pesta pernikahanku kemarin. Ternyata, Mamamu juga turut andil di dalamnya.."


Prang..


Dino terkejut, ia menjatuhkan gelasnya, gelas itu hancur, menimbulkan rasa penasaran bagi pengunjung lainnya.


"Aku sudah menduga kau akan terkejut Dino. Tapi apa yang ku ucapkan adalah faktanya Dino, aku harus tetap menyampaikannya padamu.."


"Mama, kenapa dia melakukan ini.."lirih Dino penuh rasa kecewa.


David tersenyum kecut, sebenarnya David tau jika tantenya itu hanya memiliki rasa iri akan segala keberhasilan David , David yang sejak dulu di percaya mengelola perusahaan keluarga begitu di bangga-banggakan oleh kedua almarhum kakek dan neneknya, tidak seperti Dino. Padahal jauh hari David sudah menawarkan diri untuk Dino mengelola perusahaan, namun anak itu menolak keras, Dino ingin mempunyai usaha sendiri.


"Dino, mengingat Tante Dera adalah mamamu, kau adalah adikku. Aku tidak akan melakukan apapun pada mamamu, semua aku serahkan padamu Dino. Aku cukup banyak hutang budi padamu mengenai Aira dan Axel dulu, aku tidak akan membalas perbuatan tulusmu dengan keburukan. Sekalipun kau menyuruhmu untuk memaafkan mamamu, aku akan melakukannya.."ucap David terdengar tulus.


"Tapi bagaimana jika mamaku kembali berulah.."tanya Dino


David tersenyum.."Aku tau kau akan melakukan apa yang seharusnya kau lakukan.."ucap David, ia menepuk pundak adik sepupunya itu. David meninggalkan Dino yang masih berdiri dengan terdiam.


Dino mengepalkan tangannya sambil berfikir, namun sedetik kemudian Dino tersenyum menganggukan kepalanya.


⚘⚘


Nah lho Dera, apa yang akan Putramu lakukan padamu..? komen readers enaknya Dera di apain ya..


Atas permintaan readers aku tidak jadi matikan Deni deh.😂


Jangan lupa like, komen, bagi hadianya biat kebahagiaan Aira dan David makin lengkap😊😊.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2