Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Aku bingung dengan kehidupan orang kaya


__ADS_3

David yang telah selesai meeting berjalan melewati ruangan di mana Aira bekerja, ia mengerutkan keningnya saat ia tidak mendapati Aira di sana, padahal ini masih jam kerja. David berhenti dan terdiam sejenak.


Berbagai pertanyaan masih berkecamuk dalam pikirannya. Ingin sekali ia bertanya pada teman kerja Aira yang berada di sisinya, namun ia tidak bisa pasti akan menimbulkan banyak pertanyaan nantinya.


Hingga Wira yang tengah berada di sebelah David mengikuti arah pandang atasannya, ia menyadari jika kini Tuannya pasti sedang memikirkan Aira.


"Tuan, ada apa..?"tanya Wira


David menggeleng, lalu kembali berjalan ke ruangannya. Ia mendudukan dirinya di kursinya.


"Wira, apa hari ini Aira tidak masuk kerja..?"tanya David, tadi ia sengaja tidak bertanya karena takut banyak yang mendengar.


"Iya Tuan"sahut Wira


"alasannya apa...?"tanya David


"Aku kurang mengerti, temannya bilang ia tidak masuk karena ada urusan.."jawab Wira


David mengangguk "ya sudah kau kembalilah ke ruanganmu"


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Sementara itu Aira yang tengah berada di rumah sakit, kini papanya sudah sadar dan sudah di pindahkan ke ruang perawatan.


"Aku senang papa sudah sadar, aku akan menemani papa di sini",


Aira memutuskan untuk menjaga papanya malam ini, sementara mama dam saudara tirinya pulang. Dokter bilang jika besok Papa Aira bisa di bawa pulang.

__ADS_1


Aira merasa lelah dan perutnya merasa perih, ia pun memutuskan untuk keluar mencari makan lebih dulu.


"Aira..."sebuah tepukan tangan menganggetkan Aira yang tengah makan di kantin.


Aira menengok "Dino.."serunya


Pria yang bernama Dino itu pun langsung mendudukan dirinya disebelah Aira "Sedang apa di sini kau Aira.."


"Habis menjenguk teman yang sakit.."dustanya Aira,


"Benarkah..?"tanya Dino, Aira mengangguk


"Ini minumannya den.."seorang wanita paruh baya menghampiri mereka dan memberikan minuman itu pada Dino.


"Terimakasih.."seru Dino


"Karywanku ada yang kecelakaan, aku baru saja menjenguknya, "Dino menghela nafasnya.


"Kau hebat sudah memiliki usaha sendiri"puji Aira.


"Itu juga sekedar hobby juga sebenarnya, mama dan papa berkali-kali menyuruhku untuk mencoba di perusahaan, tapi aku sama sekali tidak tertarik dalam hal itu Aira. Biarlah perusahaan itu jadi milik Kak David,aku tidak mempermasalahkannya. Tapi mama dan Papa selalu mendesakku"seru Dino


"Aku sendiri bingung dengan kehidupan orang kaya, kau yang sabar saja"sahut Aira


Dino tersenyum dan mengangguk.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


Pukul delapan malam David sudah sampai di kediamannya ia mengedarkan pandangannya dalam sudut rumah.


Hingga ia melihat Ina lewat, David langsung bertanya.


"Ina, apa Nona Aira sudah tidur..?"tanya David.


Ina mendudukan pandangannya "Tuan, Nona Aira bahkan belum pulang"


"Apa? tapi ia juga tidak ada di kantor.."ucap David.


"Tadi pagi Nona Aira pergi dengan terburu-buru tuan, aku fikir karena ia sudah kesiangan"seru Ina


"Ya sudah kau boleh pergi"ucap David.


David mengusap wajahnya dengan kasar, "Tuan mungkin saja Nona memang ada keperluan yang begitu mendadak"seru Wira


"Entahlah , aku kurang mengerti.."sahut David sambil meninggalkan Wira dan pergi ke kamarnya. David mengamati pintu kamar Aira yang masih tertutup rapat.


"Kemana dia...?"tanya David pada diri sendiri.


"Apa dia masih marah padaku,"sambungnya, sebelum kemudian ia memasuki kamarnya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, voteπŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2