
Huek.... huek..
Pagi ini Wira kembali memuntahkan cairan beningnya. Badannya terasa lemas, tidak ia duga jika ia akan mengalami hal selemah ini. Ini bukan dia banget. Ada apa gerangan? apakah ia menyidap penyakit berbahaya..pikirnya.
Felicia membawakan sarapan ke kamar, namun ia terkejut mendapati Wira baru saja keluar dari kamar mandi dengan badannya yang terlihat pucat dan lemas.
"Kakak mual lagi.."tanya Felicia ia meletakkan nampannya di atas meja, lalu berjalan menghampiri suaminya menuntunnya kembali ke ranjang.
Wira hanya mengangguk lemah sambil menatap wajah Felicia, entah kenapa pagi ini ia merasa istrinya itu lebih cantik dan berbinar. Padahal istrinya hanya memakai pakain seperti biasanya.
"Sarapan ya kak, setelah itu aku antar kakak ke dokter.."tutur Felicia, ia bangkit mengambil makanan dan membawanya ke hadapan Wira.
"Fel.."panggil Wira,
"Hem.." sahut Felicia sambil menyuapi Wira, pria itu pun menerimanya suapan dari tangan cantik istrinya.
"Kalau aku mati kau mau menikah lagi gak.."tanya Wira mulai klantur, kok jadi mellow gini.
Felicia mencebik kesal, "Apaan sih ngomongin mati segala, baru juga sakit begini kak. Dosa tau.."
"Tapi aku tidak pernah sakit seperti ini Fel. Ini seperti bukan aku banget..."ujar Wira
"Makanya kakak berobat ke dokter, nanti aku anterin.."seru Felicia
"Kakak takut Fel.."lirih Wira
Felicia mengerutkan keningnya, "Takut apa ?. takut jarum suntik. Gak lucu kali kak seorang pemberani seperti kakak takut jarum suntik.."ucapnya sembari terkekeh.
Wira menggeleng, "Bukan..."
"Lalu.."
"Gimana kalau kakak menyidap penyakit berbahaya, sebentar lagi kakak meninggal. Gimana denganmu Fel, kau pasti akan menikah lagi kan."cerocosnya, Felicia tergelak tak percaya seorang Wira bisa sensitif dan mellow begini.
"Kau kan cantik Fel, pasti banyak yang mau. Kakak tidak ikhlas pokoknya kalau sampai kau menikah lagi. Meskipun mati arwahku pasti akan gentayangan dan mencekik leher calon suamimu.."sambungnya, makin aneh aja.
"Ish apaan sih ngmongnya udah kemana-mana. Makanya berobat biar tau apa yang terjadi."sahutnya kesal, "Ya iyalah, kalau kakak mati ya aku nikah lagi.."sambungnya sambil menahan tawanya, wanita itu bangkit membawa nampan hendak membawanya keluar.
"Feli..."teriak Wira kesal.
🌹🌹🌹
"Gimana dok, suami saya tidak menyidap penyakit berbahaya kan.."tanya Felicia dengan penasaran.
__ADS_1
Dokter hanya tersenyum lalu ia duduk kembali di kursi kerjanya sebelum kemudian ia memberi penjelasan pada pasiennya.
"Tidak ada yang di khawatirkan Nona semuanya normal dan baik-baik saja.."jelas Dokter
"Jadi saya tidak akan mati ya Dok.."timpal Wira, membuat Dokter bertambah bingung.
Dokter hanya menggeleng bingung, Felicia membulatkan matanya akan pertanyaan suaminya.
"Syukurlah, kan kamu jadi tidak nikah lagi. Aku masih hidup.."seru Wira ia mendudukan dirinya di samping Felicia.
"Tapi Dokter jika suami saya tidak ada masalah kenapa dia terus muntah-muntah dan merasakan mual, terus tingkahnya kok aneh-aneh gitu dok.."tanya Felicia, jujur saja ia juga sedikit bingung akan tingkah Wira akhir-akhir ini, suaminya yang ia kenal dingin dan kaku tiba-tiba jadi suka manja dan mellow.
"Aneh, aku biasa aja kok Fel.."sangkal Wira
Dokter tersenyum, "Jadi begini Nona, Tuan. Tidak ada masalah apapun dari Tuan Wira, namun masalah ada pada diri anda Nona."
"Saya.. Kenapa..?"sahut Felicia
"Dari gejala yang Tuan Wira sebutkan saya pikir ia mengalami Couvide Syindrome. Saya sarankan anda untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan Nona. Saya pikir anda sedang mengandung namun suami anda yang mengalami morning sickness, ini biasa terjadi sih pada beberapa pasangan suami istri. Berhubung saya bukan Dokter spesialis kandungan saya tidak dapat menjelaskan lebih banyak Nona.."tutur Dokter, membuat senyum simpul di wajah Wira terbit.
"Baiklah kami akan mengikuti saran dokter. Terimakasih.."sahut Wira.
Keduanya berpamitan untuk menuju ruangan Dokter spesialis kandungan.
🌹🌹🌹
"Hati-hati sayang..."celetuk Wira menggandeng Felicia menuju mobil.
"Kakak, aku tuh hamil bukan sakit jangan berlebihan lah..."seru Felicia, usai di nyatakan istrinya hamil Wira langsung menunjukkan over protektifnya.
"Kan takut dede bayinya terguncang Fel, udah deh nurut aja apa kata suami.."tuturnya sembari mengelus perut rata Felicia.
Felicia memutar bola matanya jengah. Keduanya kembali masuk ke dalam mobil, dengan Wira yang mengemudi.
"Pokoknya aku ingin kau keluar dari kerjaanmu ya, aku tidak ingin kau kelelahan. Aku juga akan menyuruh orang-orang untuk bersih-bersih apartemen. Oh ya aku pikir aku akan membeli rumah saja. Tinggal di apartemen tidak baik juga untuk kehamilanmu.."seru Wira
"Terserah kakak sajalah, membantah pun juga percuma.."decak Felicia kesal.
"Jangan cemberut gitu lah Fel, kan semua demi kebaikan.."
"Kak Aira hamil, Kak David tidak secrewet se protektif dirimu Kak. Kenapa kau berubah jadi crewet begini, kaya ibu-ibu komplek.."
"Tega amat nyamain suami kaya ibu-ibu komplek Fel.."Wira menatap Felicia dengan melas, membuat Felicia terkekeh.
__ADS_1
"Tapi benar juga sih kamu, kok aku jadi berubah gini ya. Kamu yang hamil aku yang repot. Aku pula yang sakit.."
"Itu nama adil kak.."sahut Felicia
Wira terkekeh, ia menghentikan mobilnya di sebrang jalan lalu keluar. Felicia mengerutka keningnya.
"Kenapa dia, apa dia kebelet pipis tapi di sini tidak ada toilet.."ucap Felicia
Tak lama Wira kembali dengan membawa kantong kresek.
"Apa itu kak.."tanya Felicia
"Rujak, kayaknya kok enak ya.."tutur Wira
"Kakak doyan..."
"Sebelumnya enggak, tapi gak tau kenapa tiba-tiba kepengen.."
Wira menyerahkan seporsi rujak itu pada Feli, "Apaan kak, aku gak mau.."
"Suapin maksudnya..?
"Apa.."pekik Felicia
"Kan kakak lagi nyetir Fel.."
"Ya udah makan di apartemen."saran Felicia
"Enggak mau, maunya sekarang. Ntar di rumah beda lagi Fel.."
Felicia menghela nafasnya, "Manja amat sih kak.." namun ia juga tetap menuruti apa mau suaminya.
🌹🌹
Selamat hari raya idul adha readers.
Jangan lupa beri ucapan selamat dan hadiah buat Feli dan Wira ya 😊.
Like
Komentar
Hadiahnya ya😚😚
__ADS_1
Bang Wira nya berubah jadi manja ya😂😂😂