Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Belajar sebelum menikah


__ADS_3

"Axel.."panggil Aira, membuat David yang lainnya menoleh menatap ke arah Aira.


"Mommy..."Sahutnya sambil memakan makanannya.


Aira menghela nafasnya, "Ayo kembali ke ruangan Mommy, kenapa malah ganggu mereka sayang..."


Axel menampakan wajah sendunya, "Tapi Mommy aku.."


"Aku yang memintanya biarkan saja.."ucap David dengan datar.


"Kak Aira ayo duduklah di sini, sudah lama kita tidak makan bersama bukan..."ajak Felicia menepuk kursi di sebelahnya yang tepat di sebelah David.


Aira menggeleng, "Tidak Feli, aku sedang bekerja..."


Felicia bangkit lalu memegang tangan Aira, "ayolah kak, makan bersama mumpung kita sedang bertemu. Kebetulan Kak David pesan makanan begitu banyak.."


"Feli aku..."


Felicia menempelkan jarinya pada bibirnya, "Shutt.. Kak Aira diam saja.."lalu Feli bangkit mengambil makanannya.


Wira menggelengkan kepalanya seraya terus memakan makanannya ia menahan senyumnya, 'sepertinya bocah ini sedang melancarkan aksinya, dia tidak percaya jika Aira sudah menikah. Lihat apa yang akan ia perbuat selanjutnya'. gumamnya


"ayo di makan..."titah Felicia


Aira pun berusaha menuruti perintah Felicia ia berusaha menelan makanannya meskipun terasa susah.


Sesekali Aira akan melirik ke arah David yang tampak masih telaten menyuapi Axel.


"Aku gak nyangka Kak David ternyata bisa berperilaku begitu hangat pada anak kecil seperti itu."ucap Felicia yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari David, namun Felicia pura-pura tidak melihat.


"Lihatlah kalian bahkan begitu mirip seperti ayah dan anak.."sambungnya.


uhuk.. uhuk... Aira langsung tersedak makanannya.


David langsung mengambil minuman di depannya dan memberikannya pada Aira, karena merasa sedang terdesak tanpa berfikir panjang Aira langsung mengambil minuman itu dan meminumnya.


"Feli jaga bicaramu, cepat makanlah setelah itu kita pulang..."ucap David dengan tatapan tajamnya.


"ish aku hanya membicarakan apa yang aku rasa, kenapa kakak begitu sensitif seperti perempuan sedang pms saja."gerutu Felicia


Wajah Aira tampak masih memucat dan tegang, ia takut Felicia mencurigai dirinya.


"Ah ya Kak Aira biarkan saja Kak David memperlakukan Axel seperti putranya yah hitung-hitung dia belajar sebelum menikah dengan tunangannya Kak Jelita."ucap Felicia


Entah kenapa hati Aira mencelos seketika ia langsung memandang ke arah David, hingga tatapan keduanya bertemu. Aira memaksakan senyumnya pada David.


" Andai waktu bisa di putar ulang aku akan mencegah Kak David bertunangan dengan dirinya, entah kenapa aku sangat tidak menyukai wanita itu."sambungnya

__ADS_1


"Feli diamlah kau sudah banyak bicara..."seru David.


Merasa David sudah hampir emosi Wira menengahi "Nona Feli sebaiknya anda diam dan nikmati makanan anda.."


Aira menaro sendok dan garpunya, ia meremas tangannya, "Tuan, Feli, Wira terimakasih untuk makanannya. Maaf saya harus kembali bekerja. Untuk Tuan David selamat pertunangan anda.."ucap Aira sambil memaksakan senyumnya.


"Aira... aku..."


"Axel Mommy kembali ke ruangan Mommy, kalau kau sudah selesai susul Mommy ya.."ucap Aira, Axel hanya mengangguk seraya menatap wajah sang Mommy.


Anak itu tau jika keadaan Mommy nya sedang tidak baik-baik saja. Hingga Axel melihat ke arah David pandangan David masih lurus menatap ke arah Mommy nya yang pergi meninggalkan meja mereka.


Banyak pertanyaan yang muncul di benak bocah itu, namun ia memilih memendam semuanya.


Kenapa wajah Mommy begitu sedih..?


Apa hubungan Mommy dengan Uncle David?


benarkah dia Daddy ku, jika memang iya kenapa dia tidak mengenaliku putranya. Lalu untuk apa Mommy menyembunyikannya dariku?


Pasti ada sesuatu tapi aku tidak ingin membuat Mommy sedih, lebih baik aku pura-pura tidak tau saja.?


"Sudah selesai Axel makannya."ucap David lalu ia mengambil tisu di depannya dan menghapus sisa makanan di sudut bibir Axel.


"Terimakasih Uncle, apakah setelah ini Uncle mau pulang.."tanya Axel


Entah kenapa Axel merasa kecewa ingin sekali ia mencegah David, "Uncle bolehkah aku memelukmu.."tanya Axel.


"tentu saja, kemarilah.."David merentangkan tangannya lalu membawa Axel ke dalam pelukannya.


Tanpa sadar Axel merasa begitu nyaman dalam pelukan David hingga matanya berkaca-kaca. 'Beginikah rasanya di peluk sama Daddy, sangat nyaman. Daddy ini aku putramu, tidakkah kau mengenaliku.'gumamnya tanpa terasa ia meneteskan air matanya.


"Hei Son ada apa kenapa kau menangis..?"tanya David setelah melepas peleukan bocah itu melihat mata Axel yang tampak menangis.


Axel bingung harus menjawab apa, "Axel hanya sedang merindukan Daddy."ucapnya


"Memangnya di mana Daddymu", kali ini Felicia yang bertanya


Axel merasa terjebak dengan ucapannya sendiri, "Feli sudahlah jangan ikut campur masalah orang lain,"pungkas David.


"Uncle David, Onty Felicia, Uncle Wira terimakasih untuk makanannya, aku harus kembali ke Mommy dulu."ucap Axel


"sama-sama.."


"Aku harap kita akan kembali bertemu lagi Uncle David.."ucap bocah itu sebelum beranjak


"Pasti.."entah kenap kata itu yang meluncur daei bibir David seolah ia begitu yakin jika mereka akan kembali di pertemukan kembali.

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Aira menyandarkan bahunya di sandaran kursinya sesekali ia akan memijat pelipisnya, berusaha untuk tetap konsentrasi mengerjakan pekerjaannya namun tidak bisa kata-kata Felicia tentang David yang sudah bertunangan dengan Jelita begitu terngiang-ngiang di telinganya.


Tanpa sadar ia meraba dadanya entah kenapa ia merasa begitu nyeri mendengar berita itu. Apakah rasa cinta itu masih ada, pikirnya. Aira berusaha untuk tetap terlihat baik-baik saja.


"Mommy..."pintu ruangan terbuka, Aira langsung tersenyum manis pada putranya.


"Ada apa..?"tanya Aira sambil membawa Axel ke dalam pangkuannya.


"Bolehkan Axel bertanya...?"


Aira menganggukan kepalanya.


"Sebenarnya apa hubungan Mommy dan Uncle David..?"tanya Axel


"Hanya sebatas teman.."


"Tapi kenapa Mommy tampak begitu canggung dengannya, padahal Uncle David baik lho . Dia bahkan mau menyuapi Axel padahal kami baru beberapa kali bertemu, apa Mommy tau apa yang aku rasakan saat bersamanya...."


Aira menggeleng.. "Aku merasa seperti dengan Daddy Mommy, aku bahkan tadi sempat memeluknya rasanya sangat nyaman. "celoteh bocah itu dengan binar bahagia di wajahnya.


'Karena dia memang Daddymu sayang, maaf kan Mommy tidak jujur padamu, Mommy tidak siap untuk kehilangan dirimu, Mommy hanya punya dirimu. Biarkan saja takdir yang menentukan jalannya nanti..'gumam Aira dalam hati


"Mommy aku juga mendapatkan no ponselnya, jika sewaktu-waktu aku merindukannya bolehkah aku menelponnya Mommy.."ucap bocah itu, Aira hanya menganggukan kepalanya. Ingin bilang tidak tapi ia tidak tega merusak rasa bahagia yang sedang putranya rasakan itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


David merebahkan dirinya di ranjangnya, entah kenapa hari ini ia merasa bahagia bisa bertemu dengan Aira. Entah karena ia sudah meminta maaf pada wanita itu, atau karena ia memang mencintainya.


David sendiri tidak menyangka akan berpelaku begitu hangat pada Axel padahal mereka hanya baru beberapa kali bertemu. Apa karena Axel itu putranya Aira, atau apa David masih belum mengerti.


David bangkit dari ranjangnya mencari Wira, tampak Wira sedang duduk di sofa.


"Wira...?"panggil David


"Iya Tuan,.."


"Tolong carikan aku apartemen di sekitar sekolah Axel ya.."perintah David.


"Baik Tuan..."


Setelah itu David kembali ke kemarnya, meninggalkan Wira begitu saja. Tanpa di beri tahu Wira mengerti kemana tujuan atasannya itu mengapa menyuruh untuk mencari apartemen di sana.


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa like, komen, hadiahnya. Komen sekedar next atau lanjut gitu juga gak masalah kokπŸ˜‚ author udah seneng. Apalagi jika komennya panjang mengenai isi cerita ini, berarti kalian menyimak baik kanπŸ˜ŠπŸ˜ŠπŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹Aku up pagi karena besok siang aku sibukπŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2