Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Dimana Aira?


__ADS_3

Pukul tujuh pagi David turun dari kamarnya menuju meja makan, terlihat di sana ada Wira yang lagi tampak mengoleskan selai pada rotinya. David mengundurkan kursinya, lalu mendudukinya.


Sementara ekor matanya bergerak sibuk mencari seseorang.


"Wira, dimana Aira..? apa dia belum turun sarapan.."tanya David yang mampu menghentikan aktivitas asistennya itu.


"Lho, aku tidak tau tuan. Karena aku baru keluar dari kamar juga"serunya.


David mengangguk mengerti, sesaat kemudian seorang pelayan menghampiri mereka "Silahkan Tuan teh nya.."seru seorang pelayan yang bernama Ina.


David mengangguk, "Ina apa kau tau di mana Nona Aira. Panggilkan ia untuk sarapan bersama"perintahnya


Ina kembali membalikan badannya "maaf Tuan, tadi pagi-pagi sekali Nona Aira sudah keluar dari rumah"serunya sambil menunduk.


"Kemana? apa dia mengatakan sesuatu.."tany David


"Nona hanya bilang jika ia ada keperluan penting, untuk perginya ke mana ia tidak bilang apa-apa tuan"seru Ina


"Baiklah terimakasih. Kau boleh kembali ke bekerja"ucap David,


Setelah ina pergi, Wira yang dari tadi menyimak pembicaraan mereka merasa penasaran. Ia melihat raut wajah atasannya yang terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa tuan, apa kau memerlukan sesuatu"tanya Wira


"Tidak.."sahutnya sambil menyeruput tehnya.

__ADS_1


"Aku fikir anda memikirkan Nona Aira.."serunya.


David langsung menatap tajam Wira, "Maaf"seru Wira.


Kini keduanya saling diam. Namun Wira sudah tidak tahan untuk membuka suaranya "Tuan tapi saya merasa jika Nona Aira tengah menghindari anda sejak kemarin. Tuan apa anda mengingkari janji anda padanya.."tanya Wira yang sudah tidak tahan lagi.


David langsung menatap Wira dan kembali berfikir "Aku memang tidak datang kemarin malam, karena aku harus mengantar Jelita membeli sesuatu. Dan itu memerlukan waktu yang lama"seru David.


Wira mengangguk mengerti ia tidak mau ikut campur masalah atasannya itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Sementara itu Aira kini tengah berada di rumah Jhony dan Siska. Tadi ia memang sengaja pergi pagi-pagi dari rumah David, untuk menghindari David, entah apa yang ia rasa yang jelas ia merasa kesal dan masih belum ingim bertemu dengan pria itu.


Aira mengangguk "iya, aku baru saja melunasinya tadi"


Aira memang berencana pergi tadi untuk melunasi rumahnya, karena kontrak dengan David hanya tinggal menghitung hari habisnya.


"Bagaimana kandunganmu, ku dengar ia sering mengerjai ayahnya. Tidak terbayang wajah kesal Jhony"ucap Aira sambil terkekeh.


"Baik, aku merasa sudah sehat. Hahaha apa ia menceritakannya padamu"tanya Siska.


"Sedikit.."sahut Aira.


"Tapi aku senang mendengarnya, aku akan segera mempunyai keponakan"sambungnya.

__ADS_1


"Kau sendiri kapan akan menikah.."tanya Siska, membuat Aira terdiam.


"Aku tidak tau Siska, jangan menanyakan hal itu padaku"sahut Aira, saat di tanya hal itu pikiran Aira justu terbang melayang pada pria yang bernama David, apalagi kehormatan yang ia jaga sudah ia serahkan pada pria itu, Aira tidak yakin akan ada pria yang mau menerima dirinya apa adanya.


Ia tidak bisa menyalahkan David ataupun menyuruh David menikahinya, karena mereka melakukanya sama-sama saling suka. Bahkan Aira tidak berani menceritakan hal itu pada kedua sahabatnya, jika mereka tau mereka pasti akan sangat marah dan kecewa padanya.


"Aira.." panggil Siska membuyarkan lamunan Aira.


"Oh iya ada apa?"sahutnya.


"Ini sudah sore kau tidak ingin pulang"tanya Siska.


"Apa aku menganggumu..?"tanya Aira


"Tentu saja tidak, aku tentu senang ada kau di sini. Jadi aku punya teman ngobrol, akhir-akhir ini Jhony sering pulang malam, bengkelnya ramai terus"seru Siska.


"Baguslah, itu merupakan rejeki untuk anakmu juga"sahut Aira.


*Rasanya aku tidak ingin pulang, aku sungguh ingin menghindari Tuan David. Tapi itu mustahil masih ada sisa kontrak yang harus ku selesaikan. Bukan karena aku marah padanya, tapi aku marah pada diriku sendiri, yang tidak mampu mengendalikan perasaanku. Haish apa yang ku pikirkan, enyahlah semua itu dari pikiranku. seru Aira dalam hati


.


.πŸŽ‹πŸŽ‹jangan lupa tekan like, komen, voteπŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


.bersambung*..

__ADS_1


__ADS_2