
Tanpa memperdulika panggilan Dino yang terus meneriaki memanggil namanya, Aira terus berlari kencang mencari taxi. Aira memasuki taxi kemudian menyuruh sopir untuk mengantarkannya ke rumah David. Saat ini pikirannya kalut yang ia pikirkan hanya pergi menjauh dari kungkungan orang-orang kaya yang telah merendahkan dirinya. Aira menghapus sisa-sisa air matanya.
"Aku tidak akan memangis untuk orang-orang seperti mereka"ucapnya
Ponsel yang berada dalam tasnya bergetar, ia curiga jika itu David yang menghubunginya. Namun Aira mengabaikannya, saat ini ia tidak ingin berbicara pada siapapun, kemudian Aira meminta sopir untuk menambah laju kecepatan. Ia ingin sekali secepatnya sampai di rumah itu.
Tiba di rumah David Aira begergas lari ke atas menuju kamarnya. Ia langsung mengganti pakaiannya dengan celana jins serta kaos berwarna navy. Kemudian ia meminta pelayan untuk membantunya membereskan pakaiannya yang berada dalam lemari untuk memindahkannya ke dalam kopernya.
"Anda mau ke mana Nona..?"tanya Ina
"Pulang, tolong kau bawa koper ini ke dalam motorku lalu ikatlah yang kuat"perintahnya
__ADS_1
"Tapi Nona, Tuan_.."
"Tuan David tau akan hal ini, jadi cepatlah turuti perintahku"ucapnya dengan tegas.
Lalu Ina segera pergi menuruti perintah Aira. Sementara itu, Aira kembali mengambil gaun yang tadi ia copot dan letakkan begitu saja di atas ranjang, ia melipat rapi gaun itu kemudian ia mencopot gelang yang David berikan saat itu. Kini tidak ada lagi barang pemberian apapun yang melekat pada diri Aira dari David. Ia mengedarkan pandangannya ke segala sudut kamar, mengingat bagaimana di kamar ini ia menyerahkan tubuh dan hatinya pada David. Kini kenyataan pahit justru menghantamnya dan membuat ia harus cukup tau diri.
"Selamat tinggal Tuan David"
Aira memakai jaketnya dan meletakkan ponselnya di saku. Kemudian ia bergegas keluar dari kamar itu, setelah menyambar kunci motornya, ia menuruni anak tangga dengan sedikit terburu-buru. Terlihat di sana kopernya sudah di ikat dengan rapi oleh pelayan rumah ini.
Sepanjang jalan kata-kata penghinaan itu terus terngiang-ngiang di dalam ingatannya, ini akan menjadi sebuah kenangan buruk yang tidak akan pernah ia lupakan. Keadaan yang sudah basah kuyup pun tidak mengindahkan dirinya untuk berhenti sejenak. Aira bahkan sudah menggigil. Hujan beserta angin kencang saat ini seakan menjadi saksi akan kehancuran dirinya. Entah sudah seberapa jauh ia pergi dari rumah itu. Aira tidak pernah merasakan malu dan hina seperti ini sebelumnya.
__ADS_1
Saat akan membelokkan motornya menuju jalan toll, tiba-tiba motornya oleng Aira kehilangan kendali bersamaan dengan hal itu sebuah mobil melintas dengan kecepatan tinggi, Aira berusaha untuk menghindari kecelakaan itu ia membelokkan motornya.
Dan brakk...
Aira kehilangan keseimbangan, di tengah malam yang gelap, hujan yang deras Aira jatuh tergeletak tak sadarkan diri. Kopernya pun jatuh dan terbuka barang-barang Aira jatuh berserakan ke mana-mana.
πππ
πππikut sakit hati rasanya menjadi Aira π’π’ππ
ππJangan lupa tinggalkan jejak like, komen dan votenya pake hadiah ya readers baikπππ
__ADS_1
ππterimakasih, selamat membacaπππ
bersambung..