
Warning..
Terdapat kekerasan.., dan kata-kata kurang sopan.. Jangan di tiru..
⚘⚘⚘
Wira memacu motor sport nya dengan kecepatan tinggi. Ia ingin segera melampiaskan api kemarahannya.
"Berhenti bodoh, pecundang..."teriak Wira pada pengendara mobil Mitsubishi Xpander, yang Wira yakini dialah dalang di balik apa yang menimpa Felicia.
Sang pengendara mobil tampak grusar, dia tetap nekat mengendarai mobilnya, dia kembali meningkatkan kecepatan mobilnya.
"Tidak akan ku lepaskan dirimu.."ancamnya.
Citt... mobil itu berhenti mendadak saat ada segerombolan pengendara mobil sport menghadangnya, dialah anak-anak buah Wira. Sang pengendara mobil tampak grusar nyalinya menciut.
Wira menghentikan motornya melepas helmnya, kemudian ia berjalan ke arah mobil itu di situ terdapat seorang pria dan wanita.
"Biar aku yang membeli pelajaran padanya, kalian cukup diam dan awasi teman wanitanya.."ucap Wira pada anak buahnya.
"Baik Tuan.."
"Keluar kau pecundang.."teriak Wira menggebrak kaca mobil itu.
"Bima, bagaimana ini aku takut..."Ucap Maya penuh ketakutan.
"Tenanglah semua akan baik-baik saja,.."Bima berusaha tenang meski dalam hati ia sendiri merasa takut.
Bima memutuskan untuk keluar Wira menatap tajam Bima tangannya mengepal.
Bugh.. Wira menonjok pipi Bima hingga membuat pria itu tersungkur, Maya yang melihat hal itu menjadi semakin takut.
"Apa yang kau lakukan.."Tanya Bima di selai rintihan karena kini bibirnya sudah tampak berdarah.
"Hanya seorang pecundang yang beraninya dengan wanita. Kau memang banci, ayo hadapi aku jika memang kau pria.."tantang Wira
Merasa harga dirinya di hina Bima tidak terima ia bersiap menonjok Wira namun Wira menangkisnya lalu ia mengambil kedua tangan Bima lalu memutarnya.
Krek.. bunyi tulang Bima, hingga merintih kesakitan..
"Aaa.. sakit bodoh.."teriak Bima
"Kau tau, jumlah tulang manusia ada 206 tulang. Dan aku bisa membuatnya patah sekitar 200 tulang, apa kau ingin mencobanya.."ucap Wira dengan tajam.
Wajah Bima memucat mendengar ancaman Wira, "Brengsek apa maumu. Lepas...."Teriak Bima
"Tidak akan, katakan apa maksudmu memberikan obat perangsang untuk Felicia.."tanya Wira, ia kembali memelintir tangan Bima, hingga ia kembali teriak.
"Ayo cepat katakan.."sambung Wira penuh tekanan, Wira memberi kode untuk anao buah merekam pengakuan Bima.
"Kau menghabisiku hanya demi gadis sombong seperti dirinya,.."Ucap Bima sinis,
Wira menatap tajam Bima, "Kenapa? aku mengatakan hal yang benar. Dia memang pantas mendapatkan hal itu. Malu, ya aku ingin membuatnya malu. Seperti apa yang pernah ia lalukan padaku, dia menolakku mentah-mentah di depan seluruh penghuni kampus, aku merasa di terima ketika semua orang mengejekku, aku bersumpah akan membalasnya.."
"Kau benar, aku dan Maya memang merencanakan semua itu. Sayangnya dia datang denganmu, coba dia datang sendiri aku yakin nasibnya tidak akan sebaik itu.."
"Bajingan.."salah satu tangan Wira mencekik leher Bima. Ia memutar tubuh Bima, lalu menatap tajam Maya yang masih berada dalam mobil. Maya yang merasa takut, ia beringsut membuka pintu mobil hendak kabur.
Namun terlambat, anak buah Wira mencengkramnya erat.. "Kau mau kemana Nona,.."Seru salah satu anak buah Bima.
__ADS_1
"Pegang dia, jangan sampai kabur. Aku ingin memberikan pelajaran pada seorang pengkhianat.."ucapnya dengan tatapan menusuk.
uhuk.. uhukk... Bima terbatuk saat Wira melepaskan tangannya.
Wira mendorong tubuh Bima ke anak buahnya, "Pegang dia, biarkan aku menghabisinya.."
Kedua anak buah Wira memegangnya,.
Bugh.. bugh.. bugh.
Wira berulang kali menonjok Bima hingga pria itu tak berdaya dan lemas..
"Ternyata nyalimu hanya seujung kuku.."ejek Wira
"Aku tidak akan membuatnya mati di tanganku, ringkus dia. Aku ingin dia mendekam di penjara, lihatlah kedua orang tuamu juga akan hancur karena perbuatan putranya sendiri.."ucap Wira
Kali ini Wira beralih menatap Maya dan menatap tajamnya. Maya beringsut takut wajahnya memucat melihat tatapan Wira seperti hendak mengulitinya hidup-hidup.
"Nona Maya.."ucap Wira
"Seorang pengkhianat yang berkedok sebagai sahabat, kau seorang wanita haruskah aku melakukan hal sama seperti kekasihmu itu.."sambung Wira
"ja.. jangan ku.. mohon maafkan aku.."sahut Maya dengan tergagap.
Wira menatap Maya sinis, mengangkat tangannya ia mencengkram dagu Maya dengan erat, "Kau takut,? saat kau merencanakan pengkhianatan pada sahabatmu apa kau berfikir juga dampaknya.."
Maya terdiam takut,
"Tidak bukan. Apa yang telah kau tanam maka akan kau tuai. Dan inilah hasil perbuatanmu.."sambung Wira, ia mencengkram erat leher Maya hingga ia terbatuk saat Wira melepaskan cengkramananya.
"Katakan apa motifmu melakukannya.."tanya Wira
"Berarti kau memang bodoh, dan kau harus menerima hal itu.."ucap Wira, tangan Maya mengepal.
"Kenapa? tidak terima takdir hidupmu. Pikiranmu terlalu dangkal hanya karena seorang pria kau tega mengkhianati sahabatmu. Jika kau ingin mendapat pujian dan nilai yang bagus kau harus belajar, bukan membesarkan keegoisan dan rasa iri dengkimu itu.. Kau bahkan tidak pernah berfikir sebaik apa Felicia padamu"ucap Wira, ya Wira ingat bagaimana kedekatan Felicia dan Maya layaknya seorang saudara.
"Sekarang aku tidak mau tau kau harus mendapatkan ganjaran dari apa yang kau perbuat,.."seru Wira
"Ringkus keduanya dan bawalah ke kantor polisi, berikan bukti rekaman pengakuan keduanya beserta rekaman cctv yang kau dapatkan, aku ingin keduanya terjerat dengan pasal yang berlapis-lapis..."perintah Wira
"Baik Tuan.."
"Ku mohon jangan.. maafkan aku..."Maya terus meronta dalam cengkraman anak buah Wira.
⚘⚘⚘
Novi yang merasa terusik dengan kedatangan Wira pun membuka matanya.
"Kau sudah pulang.."tanya Novi
"Sudah.."
"Apa dia belum sadar.."
"Belum, mungkin terlalu lelah. Jika sampai besok belum sadar kau harus membawanya ke dokter.."ujar Novi
Wira mengangguk, "Aku pulang ya.."sambungnya
"Iya.. Makasih ya.."
__ADS_1
"oke.."
Setelah kepergian Novi, Wira memberanikan diri mendekati Feli. Perlahan mata Felicia mulai terbuka, ia merasakan pusing di kepalanya.
"Ugh.."leguhnya
"Apa yang anda rasakan Nona..."tanya Wira
"Pusing.."lirihnya, ia berusaha mendudukan dirinya.
"Anda mengingat sesuatu..?"tanya Wira
Felicia kembali memejamkan matanya bayangan ketika ia minum dan bertindak agresif kembali terlintas,
"Kak Wira..aku... maaf.."Felicia menghambur memeluk Wira, membuat Wira terdiam kaku.
Wira melepas pelukannya Felicia, ia bangkit mengambil minum yang sudah tersedia.
"Minumlah Nona, tenanglah semua baik-baik saja. Tidak ada yang terjadi.."ujar Wira, Felicia mengambil minuman yang Wira berikan lalu meminumnya.
Felicia kembali melihat penampilannya kini bajunya telah terganti dan tidak ada siapapu di sini, Wira yang menyadari hal itu pun menjelaskan.
"Saya meminta tolong Novi sekretaris Tuan David, untuk mengganti pakaian anda sekaligus meminjamnya. Kebetulan dia juga tinggal apartemen ini, hanya beda lantai.."tuturnya, Felicia menghela nafas lega.
"Siapa yang tega melakukan hal itu padaku Kak Wira.."tanya Felicia.
Wira menghela nafasnya, "Bima dan Maya.."
Felicia terkejut, "Maya bagaimana bisa ia.."
"Anda tidak akan percaya kan Nona.Saya akan mengirimkan bukti rekaman perbuatan keduanya pada anda Nona.."
Felicia menangis, "kenapa dia begitu tega.."lirihnya
"Terkadang seseorang yang terlihat baik di mata kita menyimpan niat terselubung di dalamnya, maka saran saya hanya satu. Jangan terlalu mempercayai seseorang Nona,"ujar Wira
"Tenanglah Nona, mereka sudah mendapatkan ganjaran dari apa yang mereka perbuat."sambung Wira
"Terimakasih kak, entah apa jadinya jika aku tidak pergi bersamamu.."ucap Felicia
Wira mengangguk, "Nona makanlah, saya tidak tau selera makan anda apa. Jadi saya hanya membelikan ini, anda belum makan apapun sejak tadi. Makanlah setelah itu kembali istirahat.."ia mengambil bungkusan nasi yang tadi ia bawa.
"Mama.. Papa.."Felicia baru menyadari jika ia belum menghubungi kedua orang tuanya.
"Maaf Nona saya terpaksa berbohong pada kedua orang tua anda, saya mengatakan jika anda menginap di rumah Tuan David. Saya hanya tidak ingin membuat kedua orang tua anda khawatir.."tutur Wira
"Baiklah Kak, terimakasih.."
"Saya akan mengantar anda besok, sekaranh makanlah lalu istirahat.. Saya akan tidur di luar, jika memerlukan bantuan panggil saja.."ujar Wira.
Felicia mengangguk,
⚘⚘⚘
⚘⚘Aku up panjang nie lho.. udah nulis daei tadi ternyata sinyalnya tiba-tiba hilang😂😂..
Jangan lupa like, komen, hadiahnya ya😊😊..⚘⚘
bersambung..
__ADS_1