Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Obat pencegah kehamilan


__ADS_3

Pagi harinya Air terbangun dengan keadaan polos, ia melihat ke sekeliling kamarnya sudah tidak ada David di sana.


Aira beranjak ke kemar mandi untuk membersihkan diri, dengan sedikit tertatih-tatih akhirnya ia pun sampai di kamar mandi. Ia segera mengguyur seluruh tubuhnya dengan shower.


Tiga puluh menit kemudian Aira telah selesai dengan ritual mandinya ia keluar dari kamar mandi sudah menggunakan pakaian lengkap.


Saat Aira tengah mengeringkan rambutnya pintu kamarnya di ketuk dari luar, Aira mempersilahkan masuk.


Terlihat seorang pelayan wanita menghampirinya dengan membawa nampan.


"Nona, saya di suruh Tuan David untuk membawakan anda sarapan, ia juga berpesan supaya anda menghabiskan sarapan anda juga jangan lupa untuk meminum vitaminnya Nona"serunya,


Aira tampak mengangguk mengerti "baiklah, aku akan menghabiskannya nanti. Terimakasih"


Setelah kepergian pelayan itu Aira berjalan memghampiri makanan yang di bawa pelayan tadi, di situ juga terlihat satu gelas air putih beserta sebutir obat. Aira bukanlah wanita yang bodoh, ia tau jika itu bukanlah vitamin melainkan obat pencegah kehamilan.


Aira segera menghabiskan makannya kemudian meminum obatnya, Aira membuka handphonenya matanya membulat penuh melihat nominal uang transferan yang di kirim David.


Ia tersenyum miris, *Banyak sekali.. kini aku merasa sudah seperti seorang wanita jalang yang menjual tubuhnya pada seorang pria. Tapi sudahlah aku tidak akan menyesalinya, semua sudah terjadi, aku tidak akan tau kedepannya bagaimana. Aku harap semua akan tetap seperti biasa.

__ADS_1


🎋🎋🎋*


Aira bekerja seperti biasa, ia merupakan wanita yang konsisten. Untungnya David tak meninggalkan jejak kissmark di sekitar tubuhnya yang terlihat jadi ia merasa lega.


Kini ia tengah bersama Jhony sahabatnya di sebuah restoran.


"Aira aku sudah merekomendasikan beberapa rumah untukmu, jika kau ada waktu ayo kapan-kapan lihat"ucap Jhony


"Oke, akan ku kabari nanti waktunya"sahut Aira "Apa Siska mengalami nyidam parah"sambungnya.


"Begitulah, ia bahkan amat sensitif. Kadang suka tiba-tiba marah padaku. Kau tau berkali-kali dia mengerjaiku ia sering meminta apapun dengan alasan nyidam, namun kerap juga saat aku menurutinya ia tidak memakannya, bukankah anakku tergolong pintar mengerjainya papanya"seru Jhony


Aira tersenyum "Pintar sekali.."


"Masih satu bulan setengah lagi kalau tidak salah"sahut Aira.


🎋🎋🎋


Aira pulang dengan perasaan lelah pada pukul sembilan malam, saat sampai di depan a sudah melihat jika mobil David yang di pakai tadi pagi sudah terparkir berjajar rapi dengan mobil-mobil lainnya.

__ADS_1


Aira melangkahkan kakinya ia masuk, ia mendapati adanya Wira dan David tengah berbincang-bincang entah soal apa.


Mendengar langkah kaki Aira membuat Wira pun David menoleh bersamaan.


"Kau baru pulang..?"tanya David


Aira menoleh ke arah David, ia tetap bersikap seperti biasa. "Iya Tuan.."sahutnya.


"Aku fikir kau bekerja sambilan Aira sampai jam segini baru pulang"ledek Wira


Aira menghela nafasnya "Tidak Wira, aku hanya bertemu temanku saja. Ya sudah aku akan kembali ke kamar" Aira kembali melangkahkan kakinya.


"Apa kau sudah makan..?"ceplos David membuat Wira menengok terkejut pun dengan Aira yang langsung menghentikan langkahnya.


"Sudah tuan"sahut Aira.


"Ya sudah selamat malam Aira, selamat istirahat.."jawab David


"Selamat malam juga Tuan David, Wira..."sahutnya, ia kembali melangkahkan kakinya menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


🎋🎋🎋


bersambung...


__ADS_2