Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Axel Lionel


__ADS_3

πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


__________Lima tahun kemudian____________


Seorang wanita berparas cantik sedang duduk di depan rumah yang sederhana menikmati indahnya senja, sambil menikmati secangkir teh. Ia merasa bersyukur untuk kehidupannya saat ini, sesekali wanita itu akan tersenyum tipis, saat ini ia tengah menunggu kehadiran seseorang yang sangat spesial dalam kehidupannya.


"Mommy..."ucap seorang anak laki-laki kecil yang berusia sekitar empat tahunan, di susul seorang pria dan wanita di belakangnya yang sepertinya tengah kerepotan membawa barang-barang anak kecil itu.


Aira segera tersadar dari lamunannya, "Axel. Sudah pulang anak Mommy,?"tanya Aira sembari bangkit menyambut kedatangan putranya lalu berjongkok memeluk putranya yang terlihat begitu senang.


"Mommy aku merasa sangat senang, Uncle membawaku jalan-jalan terus, lalu aku juga boleh membeli mainan yang aku suka", serunya dengan bahagia.


Aira tersenyum tipis, "Syukurlah mommy juga senang mendengarnya. Sekarang gantilah bajumu dengan Onty Tia oke."titahnya pada sang putra.


"Oke Mommy, ayo onty.."


"Dino terimakasih telah membuat putraku senang",ucap Aira


Laki-laki itu tersenyum tipis, "hei kenapa? Axel juga ponakanku bukan. Jadi jangan pernah merasa sungkan"

__ADS_1


Aira menghela nafasnya, "Kau banyak membantuku selama ini, aku tidak tau jika tidak ada dirimu."


"Jangan jadikan semua itu beban Aira, kehidupan itu terus berjalan. Biarkan semua berjalan sesuai takdir. Anggaplah aku ini keluargamu,"tutur Dino


"Kau tidak ingin masuk dulu Dino,"tanya Aira


Dino menggeleng, "Tidak, aku masih ada keperluan. Aku pamit pulang saja, hubungi aku jika kau membutuhkan bantuan."ucap Dino sebelum pamit pergi.


Aira menganggukan kepalanya, lalu melambaikan tangannya saat mobil Dino hendak melaju meninggalkan kediamannya.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Pukul tujuh malam David baru menginjakkan kakinya di apartemennya. Semenjak kepergian Aira saat itu David memutuskan untuk tinggal di apartemen, mengingat saat berada di rumah itu ia terus terbayang-bayang Aira. Namun ia tidak membiarkan rumah itu kosong, ia menyuruh Wira untuk tetap tinggal di sana.


Beberapa tahun ini kehidupannya terus di hantui perasaan sesal dan bersalah, bayangan Aira yang menangis saat di ballroom hotel saat selalu bermunculan.


David sungguh pusing belum lagi kedua orang tuanya yang terus menuntutnya menikah dengan Jelita. Padahal David sudah menolak dengan tegas, namun seolah tidak ada habisnya Papanya terus mendesaknya.


"Sebenarnya dia ada di mana. Sudah enam tahun yang lalu tapi aku sama sekali tidak bisa melupakannya."

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


Suasana kediaman utama begitu rame keluarga besar Adinata akan melakukan makan malam. Tidak begitu lama David tiba bersamaan dengan Dino, mereka hanya saling bertatap.


"Kalian sudah tiba, ayo kita ke ruang makan.."ajak Mega


Tanpa berkata keduanya mengikuti instruksi Mega.


"Akhirnya kau datang juga, beberapa kali saat keluarga besar Adinata mengadakan makan malam bersama kau selalu saja tidak datang"seru Dera sang Mama Dino


"Aku sibuk.."jawabnya datar.


Semuanya hanya terdiam, "Apa restoranmu selalu rame, kau makin sukses Dino.."


"Tentu.."serunya.


Dino mengedarkan pandangannnya ekor matanya bergerak mengabsen satu persatu orang yang berada di rumah ini. Hingga pandangannya berhenti pada kakak sepupunya itu, David.


Dino melihat ada guratan lelah di wajah sang Kakak, Dino juga tau jika sampai kini Kakaknya itu masih berusaha mencari Aira.

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa tekan like, komen, dan hadiahnya ya readers tersayangπŸŽ‹πŸŽ‹


__ADS_2