Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
S2 : Jeruji besi untukmu


__ADS_3

Begitu tiba di Indonesia David dan Aira tidak mai membuang waktu lebih lama lagi, keduanya memilih langsung menjenguk Tia.


Dengan perasaan kalut Aira menyusuri koridor rumah sakit, David berusaha memberi ketenagan untuk Aira.


"Dino apa yang terjadi.."tanyanya begitu sampai depan ruangan Tia berada, di sana ada Mama Mega, Papa Deni, Axel. Dino terlihat begitu frustasi. Aira menatap wajah keluarganya satu persatu-satu.


"Mommy, maafkan Axel semua karena Axel onty Tia jadi celaka.."Axel menghambur memeluk Aira.


Deg.... hati Aira begitu sakit, Tia mempertaruhkan nyawanya demi melindungi putranya. Jika sampai terjadi apa-apa Aira tidak akan mampu memaafkan dirinya sendiri.


Tidak sepatah katapun keluar dari bibir Dino, ia terlalu cemas dengan keadaan Tia yang terbaring lemah. Rasa kalut dan takut yang kini Dino rasa pagi tadi dokter mengatakan jika Tia kejang-kejang. Siapapun pelaku tabrak lari itu, Dino berjanji tidak akan memberi ampun padanya.


David melangkahkan kakinya menepuk pundak Dino, "Percayalah, Tia pasti akan baik-baik saja."


"Bagaimana keadaan Tia nak.."sebuah suara mengejutkan semuanya.


"Papa.."


"Paman.."


"Surya.."


Surya melangkahkan kakinya mendekati Dino, "Papa, Tia dia..."


Surya merentangkan tangannya memeluk Dino, "Papa tau, percayalah dia akan baik-baik saja. Calon mantu papa gadis yang kuat.."setelahnya ia melepaskan pelukannya.


"Surya, ini benar kamu.."tanya Deni dengan terkejut.


Kini Surya melihat ke arah Deni, "Iya, ini aku Tuan Deni."


"Kenapa memanggilku Tuan, meski kini kau bukan adik iparku, tapi kau tetap ayah dari ponakanku kan."


Surya mengangguk,


"Aku minta maaf atas perilaku adikku."sambung Deni


"Sudahlah lupakan semua yang terjadi"ujar Surya


Keduanya sama tersenyum canggung,. David pun terlihat senang ternyata Dino sudah baikan dengan papanya.


Kedatangan Wira mengejutkan keduanya, "Tuan.."panggilnya

__ADS_1


Ketika melihat Wira, David jadi teringat video itu ia menatap tajam Wira dan mengepalkan tangannya. Aira yang melihat tatapan David.


"David,..."seru Aira ia menggelengkan kepalanya.


David menghela nafasnya, "Ada apa..?"


"Saya sudah menemukan pengemudi mobil yang menabrak Nona Tia.."seru Wira, semua menoleh serentak ke arah Wira.


"Katakan siapa pelakunya Wira.."Kini Dino berbicara.


Wira mulai membuka catatan di tabletnya, "Pengemudi mobil sedan berwarna silver dengan no polisi B 6677AE bernama Baron saudara Tiri dari Nona Aira, satu bulan yang lalu ia di nyatakan bebas dari jeratan hukum."


"Baron dia berniat mencelakai putraku, dia pasti ingin balas dendam padaku lalu yang terkena imbasnya Tia, Ya tuhan.."Aira memijat kepalanya yang mendadak pusing, David segera merangkulnya. Dino mengepalkan tangannya.


"Lanjutkan Wira..."Perintah David


"Dia mengaku setelah keluar dari penjara dia menyelidiki kehidupan anda Nona, benar dia ingin membalas dendam pada anda.." Wira menghela nafasnya, kemudian ia menatap Dino.


"Ada apa..?"tanya Dino


"Tuan Dino mohon maaf mungkin perkataan saya selanjutnya akan sangat mengejutkan anda, namun saya tetap harus menyampaikan hal ini. Di balik perbuatan Baron, Nyonya Dera ikut andil dalam hal ini.."ujar Wira membuat semuanya terkejut.


"Bagaimana mungkin Wira, mungkin saja Baron hanya mengada-ngada.."Mega mencoba menolak laporan Wira, ia masih tidak percaya.


Wira segera memutar rekaman pertemuan Baron dan Dera, terlihat di sana Dera tampak memberikan sejumlah uang pada Baron. Wira juga merekam pengakuan Baron secara langsung. Entah sadar atau tidak keduanya melakukan transaksi hal itu tidak luput dari jangkauan CCTV di sebuah cafe.


"Saya juga sudah memotret beberapa chat antara Nyonya Dera dan Baron, saya sengaja merampas ponselnya untuk mendapatkan bukti yang lebih lengkap dan akurat.."


"Di mana sekarang Baron.."tanya David


"Aku ingin mematahkan lehernya.."sambungnya


"Saya membawa di gudang kantor, saya juga sudah menempatkan beberapa penjaga di sana. Saya jamin dia tidak akan lari, mungkin juga tidak mampu.."tutur Wira begitu yakin, karena ia telah melumpuhkan Baron dengan tangannya..


⚘⚘⚘


Dino berdiri di ambang pintu dengan rasa emosi. Begitu masuk..


"Dino kau pulang nak. Mama bahagia sekali."serunya sambil tersenyum tanpa rasa bersalah, ia memeluk Dino seolah menyalurkan rasa rindu pada putra satu-satunya itu.


Dino tersenyum getir, mencoba menerima kenyataan pahit akan perbuatan mama kandungnya sendiri sangat menyakitkan. Tidak cukupkah penderitaan Dino selama ini tanpa kasih sayang darinya, lalu kenapa Mamanya ingin merenggut wanita yang sangat ia cintai.

__ADS_1


"Kenapa mama melakukan ini padaku ma..?"tanya Dino melepas pelukannya pada Dera.


Mata Dino tampak berkaca netra matanya menatap Dera, "apa maksud mu..?"


"Kenapa mama membuat Tia celaka.."seru Dino tajam.


"Mama tidak melakukan apa-apa..?"Dera mengelak.


Dino mengeluarkan ponselnya lalu memperlihatkan video yang di kirimkan Wira padanya. Wajah Dera mendadak pucat,


"Ini.."


"Mama terkejut bukan.."seru Dino


"Begitupun aku, sangat kau membuat putramu ini sangat terkejut ma.."sambungnya


"Dino mama akan jelaskan.."Dera berusaha menggapai lengan Dino, Dino menepisnya.


"jika semua seorang ibu seperti dirimu, aku yakin tidak ada satu orang pun anak yang terlahir dari rahimmu.."ucap Dino,


Hati Dera mencelos seketika, perkataan Dino seakan benda tajam yang menusuk hatinya.


"Dino, mama tidak sekalipun berniat mencelakai Tia. Meski mama tidak menyukainya mama tidak akan membunuhnya. Mama sadar kau sangat mencintainya.."


"Lalu apa itu ma."


"Mama mengaku salah, mama hanya ingin memberi pelajaran untuk David, dengan mencelakai Axel, mama tidak menduga jika Tia akan menolongnya.. Maafkan mama Dino.."


Dino menggeleng, "Aku sudah berkata sebelumnya jika mama kembali berulah aku sendiri yang akan membawa mama ke dalam penjara.."


"jangan.. mama mohon.."


Dino menepukan tangannya tidak lama dua orang polisi memasuki rumahnya, Dera meronta-ronta tidak ingin ke penjara. Felicia yang mendengar keributan di bawah segera turun. Melihat semua yang terjadi, ketika Dera berteriak memanggil Felicia, Felicia mengacuhkannya membuang mukanya. Karena ia sudah tau apa yang terjadi.


Berani sekali dia mengacuhkanku, tunggu saja tanggal mainnya.


Sementara Dino sudah pergi ke kamarnya, ia juga sedih harus menjerat mamanya ke dalam penjara, namun Dino itulah yang terbaik. Ia tidak mungkin membiarkan keluarga kakaknya dalam bahaya.


⚘⚘⚘⚘


⚘⚘Jangan lupa like, komen, hadiahnya⚘⚘

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2