Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Jago berciuman


__ADS_3

**Warning 21++


Di bawah umur mohon skipπŸ˜‚πŸ˜‚


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹**


David kembali mendudukan dirinya di samping ranjang Aira terlihat wanita itu membuka matanya.


"Ada apa Aira..?"tanya David.


Aira berusaha untuk menyandarkan punggungnya di ranjangnya dan menggeliat, ia menarik nafasnya membuat gaun bagian atas wanita itu terbuka, hingga memperlihatkan belahan dadanya yang indah. David mengendurkan dasinya mendadak ia merasa panas.


"Tuan, kenapa sih anda harus gay. Aku yang tadinya naksir jadi ilfil"


David menoleh ke arah Aira dengan cepat "Kamu naksir aku"


"Iyalah siapa wanita yang tidak naksir dengan Tuan, kau sudah tampan, menawan, pintar, banyak uangnya pula" ceplos Aira


David menatap Aira, hingga membuat Aira menyadari ucapannya "maaf aku terlalu jujur"


"tak masalah. Dari mana kamu tau jika aku gay"tanya David menatap tajam Aira.


Bukannya takut Aira justru menggeser tuubuhnya dan mendekat ke David hingga kini dada menempel pada lengan David ia pun berbisik "Dari Freya, dia bilang selama ini kau tak pernah membawa wanita manapun. Kerana kau itu gay"


"Dan kau mempercayai wanita itu"seru David


Aira kembali menyandarkan tubuhnya "tentu saja karena memang sudah ada buktinya"


Menghela nafas panjang David terlalu gemas dengan wanita di hadapannya itu, biar bagaiamanapun ia tidak bisa menyalahkan Aira.


Meski semua orang mengenal David laki-laki normal dan tulen, namun selama Aira tinggal bersamanya David memang tidak pernah berkencan ataupun membawa perempuan lain.


"Apa buktinya?"David kembali bertanya, meski hanya iseng-iseng saja.

__ADS_1


Aira mendekat kembali dan mencolek dagu David membuat David membulatkan matanya akan sikap Aira "Tuan tidak mengerti juga, atau pura-pura tidak mengerti"


David menggelengkan kepalanya. Aira membasahi bibir bawahnya "Tuan apa kau ingat waktu kita ciuman itu, harusnya kalau orang normal kita pasti sudah bercinta, tapi anda menahan diri"


"Saya tau anda begitu karena anda tidak minat ya"sambungnya


Aira kembali mencolek David. David berusaha menahan diri, ada semacam hasrat aneh yang ia rasa.


"Jika kini aku mencium anda, apa anda tidak akan merasakan apapun tuan"ucap Aira sambil terkikik geli. David masih terdiam.


Aira mendesah "Padahal aku sangat jago berciuman lho"


"Benarkah"seru David


Aira mengangguk "Bagaimana jika kita ulangi kejadian waktu itu"


"Kamu mau"tanya David


Aira mendesah lalu menyandarakan kepalanya pada pundak David dan berbisik "Tuan, saya mau"


David menangkup wajah Aira, ciuman itu kini berlanjut ke leher jenjang Aira.


"Tuaan"


Desahan Aira terdengar feminim dan menggoda, hingga gairahnya tergugah. Tangannya menyusuri tubuh wanita dalam pelukannya. Ia merasa hasratnya benar-benat terbakar, kemudian ia menjauhkan tubuh mereka, David menatap wajah Aira dengan suara seraia bertanya pelan.


"Apa kau mau bercinta denganku"


Aira mengerjap berusaha menjernihkan otaknya, namun gagal karena kini yang ada fi fikirannya hanya David dan David. Ia ingin merasakan bagaimana rasanya berkumul dengan laki-laki itu. Dengan berani ia merangkul dan menggesekan tubuhnya pada pria itu.


"Apa kau masih mau bertanya Tuan"tanya Aira


"Aira jangan sampai kau menyesel setelah kau terbangun esok pagi"

__ADS_1


"Saya tidak akan menyesal Tuan"


Tanpa menunggu lama David kembali mencium Aira, dengan nafas memburu serta detak jantung keduanya yang berdetak lebih cepat. David berusaha membuka gaun yang Aira pakai. Setelah gaun ia buang ke lantai kemudian ia membimbing Aira untuk merebahkan dirinya di kasur, dengan ciuman yang tidak terlepas.


Aira merintih saat David menyusuri tubuhnya dengan ciumannya. Ia menyilangkan tangannya ke dadanya.


"Jangan di tutup"ucap David


Kemudian David melanjutkan aktivitasnya ia terus menyusuri tubuh Aira dengan ciuman lembutnya, hingga membuat wanita itu menggeliat. David meremas dada Aira, Aira merasa seperti di terjang ombak yang besar.


David pun bangkit dari ranjangnya kemudian ia melepas pakaian yang melekat padanya. Aira terbelalak kaget melihat bukti gairah yang menyala pada diri David.


Kemudian ia kembali menindih Aira "Aira aku akan melakukannya sekarang"tanya David


"Iya Tuan.."serunya


Saat David sudah berhasil memposisikan dirinya ia merasa was-was, Aira mengernyit merasakan sakit di bawah sana,


"Aira, kamu.."David menghentikan gerakannya, menatap Aira dengan kaget.


Aira mencium bibir laki-laki itu "ayo tuan lanjutkan kenapa berhenti"


"Apakah sakit.."


"Sedikit, tapi sekarang sudah tidak lagi. Ayo lanjutkan"seru Aira


Hingga akhirnya David lupa kendali dalam pergumulannya dengan Aira. Ia terus memacu gerakannya. Hingga membuat Aira merasakan nikmat bagaikan di bawa terbang menuju nirwana. Sampai pada akhirnya keduanya terkulai lemas dengan peluh yang membanjiri keduanya. David kemudian mencium bibir wanita itu, dan mengangkat tubuhnya dari atas tubuh Aira.


"Terimakasih"bisiknya..


Aira tidak menjawab ia merasa lelah hingga akhirnya ia tertidur. David pun tersenyum lalu ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos keduanya, pada akhirnya keduanya tertidur dengan saling berpelukan.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹Nah lho kan akhirnya mereka khilaf jugaπŸ˜πŸ˜‚πŸ˜‚πŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2