
Malam minggu ini Aira tengah bersiap diri. Malam ini ia akan datang kembali menemani David ke sebuah pesta. Saat ini ia tengah menunggu David di depan kosannya.
Lima belas menit kemudian mobil yang di kendarai oleh Wira itu tiba, lalu Aira pun langsung masuk.
"Kau sudah siap?" tanya David setelah Aira mauk ke dalam mobilnya. Aira pun mengangguk.
"Kali ini kita akan datang ke pesta ulang tahun anak dari rekan bisnisku. Kau ingat dengan wanita yang datang di rumah orang tuaku kemarin malam?" ujar David selanjutnya, tanpa mau menyebut nama Freya.
"Iya Tuan," jawab Aira.
"Mungkin nanti di sana juga kita akan bertemu dengannya, atau mungkin sejenis wanita lainnya. Aku ingin kau membuat ia menjauh dariku, lakukan berbagai cara aku akan mendukungmu apapun itu," perintah David, Aira kembali mengangguk.
"Kau mendengarkan aku bukan?" sambung David dengan memicingkan matanya, melihat Aira yang tampak melamun.
"Iya tuan, saya mendengarnya," sahut Aira, ia salah tingkah pasti David tau saat tadi Aira tengah memperhatikannya, baginya setiap kata yang keluar dari mulut David membuat pria itu makin berkharisma. Tapi secepat kilat, ia mengeyahkan segala pikirannya itu.
"Baguslah, aku tidak perlu mengulangi ucapanku," ucapnya dengan datar.
🎋🎋🎋🎋
Tiga puluh menit kemudian mobil yang mereka tumpangi tengah sampai di pelataran sebuah hotel mewah dan ternama.
Lalu Aira dan David turun, beranjak masuk jangan lupakan sebuah akting menggandeng tangan. Aira terlonjak kaget seperti biasanya, lalu menengok ke arah David.
"Kenapa kau terkejut, kita harus melakukan ini bukan. Jangan lupakan ini sebuah akting agar mereka percaya jika kita memang seorang pasangan kekasih," ucapnya penuh penekanan.
Ucapan David seperti sedang mengingatkan mengenai kontrak perjanjian itu. Bahwa dirinya hanyalah perempuan yang tengah disewa.
"Saya tau tuan," ucap Aira.
"Ya karena kau memang harus tau," balasnya dengan datar.
__ADS_1
🎋🎋🎋🎋
Sampailah mereka di dalam mereka disuguhkan dengan pemandangan yang indah. Bagi Aira ini merupakan pesta ulang tahun termewah. Namun, bagi David ini hal yang biasa.
Saat sedang sibuk mengamati sebuah pesta ini, Freya datang dengan senyum genitnya, ia memakai pakaian yang bagian dadanya terbuka terbuka, jangan lupakan warnanya yang merah menyala, serta dandanannya yang super tebal.
"David, kau datang juga kesini? Aku tau kau pasti merindukanku," ucapnya tiba-tiba berjalan mendekat ke arah David. Aira yang teringat ucapan David di mobil pun menjalankan misinya.
Aira menghalangi langkah wanita itu. "Jangan dekati kekasihku nona, apa kau tidak lihat dia begitu risih denganmu," ucapnya penuh dengan penekanan.
"Aku tidak menganggapmu kekasihnya, kau tidak ingat jika kami sudah di jodohkan," ucap Freya dengan lantang.
"Maaf nona Freya jangan membuat keributan yang akan membuat anda malu," sahut Aira penuh penekanan, seketika Freya menyadari kondisi sekelilingnya yang ramai.
🎋🎋🎋
"Selamat ulang tahun Gina!" ucap David
"Selamat ulang tahun nona Gina," ucap Aira
"Oh iya, kenalkan ini Aira," ucap David membuat wajah Aira bersemu meski ia tau ini hanya sebuah akting.
"Aira," sahut Aira memperkenalkan diri.
"Gina. Okey nikmati pestanya, aku akan menemui tamu yang lain," pamit Gina, yang diangguki keduanya.
Setelahnya mereka berdua berdiri dengan canggung, David yang merasa jenuh pun pamit untuk menemui rekan bisnisnya yang lain. Aira pun menyetujuinya.
Saat Aira sedang menikmati hidangan, datanglah Freya dan temannya.
"Lihatlah orang kampung sedang menikmati makanan enak, aku yakin jika ia datang kesini berniat untuk makan gratis," celetuk Freya dengan senyum mengejeknya, lalu di tanggapi tawa oleh teman-temannya.
__ADS_1
Aira merasa sudah kebal rasa, jadi ia hanya diam tanpa membalas hinaan Freya. Geram melihat Aira yang tidak juga terpancing dengan ejekannya Freya pun mendekat.
"Ku dengar David itu seorang gay, apa kau tau itu?" tanya Freya berniat menghasut Aira.
"Benarkah?" sahut Aira cuek.
"Apa kau tidak tau bertahun-tahun David tidak pernah sekalipun terlihat bersama wanita. Lalu tiba-tiba ia datang membawamu, aku curiga jangan-jangan kau dibayar olehnya. Dan aku tau karena senjata David tidak akan berdiri pada wanita manapun," ucap Freya.
"Jika kau tau dia gay, untuk apa kau mengejarnya. Oh ya aku ingin memberi tau, mungkin senjata David tidak akan berdiri jika bersamamu. Namun, jika bersamaku wah dia sangat jago di ranjang," ucap Aira penuh dengan penekanan membuat Freya kesal lalu pergi.
"Kau sudah selesai makannya?" tanya David yang tiba-tiba berdiri di belakangnya, membuat Aira panik dan kaget.
Matik aku, jangan sampai ia mendengar ucapanku!
"Sudah tuan!" jawab Aira gugup.
David tersenyum membuat Aira terpana, padahal ia tersenyum karena hal lain.
"Baiklah ayo kita pulang," ajaknya.
🎋🎋🎋🎋🎋
Sepanjang jalan pulang keduanya sama-sama terdiam dengan pikiran masing-masing.
Aira menengok ke arah David, pria itu terlihat tampan dan berkharisma Sayang sekali dia guy, batin Aira.
Sedang David masih memikirkan ucapan Aira tadi pada Freya, David tau apa yang diucapkan Freya dan Aira tadi ia mendengar jelas semuanya. Tapi, ia tidak akan menjelaskan apapun pada Aira biarlah perempuan itu berfikir semaunya.
"Kenapa? apa ada yang ingin kau tanyakan?" tanya David menyadari arah pandang Aira padanya. Saat berkali-kali memergoki Aira menatap ke arahnya.
"Tidak ada tuan," sahut Aira memalingkan mukanya ke samping jendela, matanya menyusuri jalanan yang di penuhi lampu-lampu yang menyala .
__ADS_1
David tersenyum tipis, ia tidak menyangka jika perempuan seperti Aira bisa berbicara vulgar pada seorang. Tapi ia tau jika ini hanya trik yang ia lakukan agar pekerjaan yang ia lakukan cepat selesai.
🎋🎋🎋🎋🎋