
Seperti apa yang di rencanakan kemarin jika malam ini David meminta Aira untuk menemaninya datang ke makan malam keluaga di rumah utama.
Mereka tiba di depan rumah utama. Aira terlihat canti dengan gaun berwarna abu-abu di padukan tas jinjing dan sepatu yang menambah kesan sempurna. David mengenakan stelan jas dengan kemeja berwarna abu-abu, namun ia tidak menggunakan dasi.
"Bisakah aku kembali saja,"ucap Aira
"Kenapa..?"
"Entahlah.."
"Kau takut, tenang saja di sini ada aku.."seru David
Aira menganggukan kepalanya "ayo turun dan kita masuk, semua pasti sudah menunggu"
Aira mengikuti langkah David dengan menggandeng lengannya seperti biasanya.
Sampainya di meja makan, "Ah dia lagi, kenapa kau selalu membawanya,"ucap Deni dengan kesal melihat David membawa Aira kembali ke rumah ini. Sementara Mega mengelus lengan Deni untuk menenangkannya.
"Jika Papa tidak menerima kehadirannya, aku kembali saja"ucap David
"David duduklah, kami menerimanya.."seru Mega
Sementara tatapan yang lainnya terlihat tajam melihat ke arah Aira.
"David, apa yang kau lakukan pada keluarga Freya, sampai ia membatalkan perjodohan kalian"tanya Deni dengan tajam.
David terlihat tenang "Hanya sebuah peringatan kecil, dan itu akan membuat Papa terkejut jika Papa mengetahui yang sebenarnya"serunya
"Waha semua pada berkumpul, aku tidak terlambat kan.."ucap seorang pria yang baru datang.
"Dino kenapa kau baru datang," ucap Dera pada putranya yang bernama Dino.
Dino tidak menjawab ucapan mamanya, ia justru terkejut karena adanya Aira" Wah, ada Aira juga di sini," ucap Dino, Aira tampak tersenyum sedang yang lainnya tampak kaget karena Dino juga mengenal Aira.
"Dino mama bertanya padamu"ucap Dera dengan keras.
"Aku sibuk ma restoranku rame"sahutnya asal.
πππ
__ADS_1
Lima belas menit kemudian seorang wanita datang ke meja makannya.
"Malam semua.."sapanya membuat semua menengok.
"Oh sayang kau datang ayo duduk"ajak Dera
"Hai David.."
David hanya menganggukan kepalanya. Wanita yang datang ini bernama Jelita.
"Jelita ayo makan bersama kami"ucap Dera.
Merekapun kembali makan, di benak Aira timbul tanda tanya besar siapa wanita itu, tidak lama itu setelanya mereka selesai makan.
"David ajaklah Jelita ke taman belakang ia ingin jalan-jalan sebentar mungkin"perintah Dera
"Tidak"sahut David
"Aku sudah lama sekali tidak kesini, aku ingin sekali melihat ke taman belakang"ucap Jelita
"Biar aku saja yang mengantarnya"seru Dino
"David temanilah Jelita, biar Aira bersama Mama.."ucap Mega
"Baiklah" David pu akhirnya bangkit dan mengantar Jelita.
Setelah David pergi Dera bersiap-siap untuk memanas-manasi Aira "Hei kau gadis kampung apa kau tau, siapa wanita itu"
Aira hanya menggelengkan kepalanya "Dia merupakan sepupu dari mantan kekasih David, lihatlah penampilannya jauh berbeda denganmu, David pasti akan sangat menyukai Jelita"ucapnya dengan percaya diri.
Aira hanya diam tanpa berniat untuk menjawab. Sampai akhirnya Dino menghampiri Aira "Aira ayo kita ke gazebo, kau bisa bernyanyi tidak aku sudah membawa gitarnya"ajak Dino, pria ini jauh lebih muda di bandingkan Aira, kedekatakannya bahkan bisa di katakan layaknya seorang adik pada kakaknya.
Aira bangkit mengikuti Dino "Aku ikut..."teriak Felicia adik kandung David
Sedang Dera terlihat kesal ia tidak berhasil memancing emosi Aira.
Sampainya di gazebo mereka duduk "Aira bagaimana pertemuan pertamamu dengan Kak David"tanya Dino
"em aku.. aku.."Aira gugup
__ADS_1
"Aku tau kau pasti di bayar olehnya untuk menjadi kekasih pura-puranya"seru Felicia, gadis pintar yang masih menduduki kelas 3 SMA.
"Benarkah Aira..?"tanya Dino dengan penasaran.
"iya.."jawab Aira.
"Tapi aku berharap hubungan kalian bukan hanya sebatas pura-pura, aku berharap sekali kau benar-benar menjadi kekasih Kak David, sudah lama sekali aku tidak melihatnya membawa wanita, aku bahkan sempat berfikir dia gay"seru Felicia
"hai gadis kecil, diamlah jangan banyak bicara jangan sampai omonganmu di dengar oleh Kak David"
Felicia menutup mulutnya. Aira tersenyum, melihat kelakuan Dino dan Felicia.
πππ
"Wah tamannya bahkan sangat terawat, David sudah lama aku tidak kemari"ucap Jelita
"Apa kau sudah selesai"tanya David
"David ini bahkan baru beberapa menit mana mungkin aku puas.."seru Jelita
"Aku harus pergi, kau nikmatilah sendiri"ucap David meninggalkan Jelita. Jelita terdiam berusaha memanggil David namun David tidak menghiraukannya.
πππ
David melihat Aira tengah bercanda tawa dengan kedua adiknya. Ia terlihat cantik, ketika dengan dirinya Aira tidak pernah tertawa sepuas itu, entahlah karena ia yang tak mampu membuat Aira tertawa atau karena memang keduanya merasa canggung.
"Aira ayo pulang.."ajak David
"Tuan, kau sudah selesai.."sahut Aira menengok ke arah David.
David mengenyitkan dahinya, mendengar Aira memanggipnya tuan. Sedang kedua adiknya menahan tawanya, mendengar panggila Aira ke David.
Aira pun mengikuti langkah David, ketika berada di mobil keduanya sama-sama diam.
πππ
ππterus baca dan beri dukungan cerita ini ya readersππ
bersambung...
__ADS_1