
David sedang sibuk berkutat dengan pekerjaannya, saat tiba-tiba pintu ruang kerjanya terbuka Deni masuk dengan wajah garangnya. David hanya melirik sebentar kemudian melanjutkan aktivitasnya.
"Akhir-akhir ini kau sering tidak berada di kantormu, kenapa? kau mau membuat perusahaan kacau begitu.."tanya Deni dengan tangan mengepal.
"Pa, bisakah kau untuk tidak marah-marah. Dimanapun aku berada aku tetap mengerjakan pekerjaanku.."jawab David
"Aku mencurigai sesuatu, apa yang kau sembunyikan.."tanya Deni dengan tatapan tajam menyelidik.
David terkekeh, "pentingkah untukmu..?"
"Tidak perlu mencari tau apapun tentang diriku. Tidak usah sok peduli padaku, urusi saja hidupmu.."sambungnya
"David, kenapa kau tidak pernah menghargai aku sebagai papamu. Aku ini papa kandungmu.."ucap Deni
David tersenyum miris, "Karena kau juga tidak pernah menghargai aku sebagai putramu. Kau hanya menjadikanku ajang perjodohan dengan putri dari teman-temanmu. Kau tidak pernah mau mengerti apa kebahagiaanku.."
Deni terdiam, "sudahlah pa, aku sedang tidak ingin berdebat denganmu. Aku harus segera pergi menemui klienku.."sambungnya.
David meninggalkan Deni yang masih berdiri terdiam.
🎋🎋🎋
Malam ini David memutuskan untuk tidur kembali ke rumahnya. Ia tidak pergi ke rumah Aira karena ia merasa cukup lelah.
Mobil David telah sampai di depan rumahnya, ia melirik sekilas ke arah mobil asing yang terparkir di garasi miliknya.
Membuka pintu mobilnya David berjalan masuk ke rumahnya dengan wajah lelahnya.
"Mama.."panggil David pada sosok wanita paruh baya yang sedang duduk di sofa seorang diri.
"Kau baru pulang.."ucap Mega, David berjalan ke arah Mega dan tersenyum.
"Apa Mama sudah lama.."tanya David ia mendudukan dirinya di sebelah Mega.
Mega menggeleng, "Belum sayang.. kau terlihat begitu lelah.."
"Sedikit.."serunya
"Ada apa Mama kemari.."tanya David
"Mama merindukanmu. Sejak perdebatanmu dengan papamu kau bahkan tidak pernah pulang ke rumah, kau tidak pernah menengok Mama. Apa kau tidak merindukan Mama.."ucap Mega
David tersenyum, "Tentu saja aku merindukanmu. Aku selalu menanyakan kabarmu lewat Felicia."
"Lalu kenapa tidak pernah pulang. Apakah sesibuk itu.."tanya Mega
David menggeleng, "Aku malas berdebat dengan Papa.."
"David, Mama minta maaf.."ucap Mega
__ADS_1
David mengernyitkan dahinya, "untuk apa..?"
"Masalah Jelita. Maafkan Mama yang memaksamu untuk menerima Jelita."tutur Mega
David menghela nafasnya, "lupakanlah soal itu Ma.. Aku hanya mencoba menerima apa yang mampu membuatmu bahagia, tapi ternyata aku tidak bisa. Maaf membuatmu kecewa.."
"Mama tidak kecewa padamu. Apapun yang membuatmu bahagia Mama pasti akan mendukungnya.."seru Mega
"Benarkah.."
Mega mengangguk, lalu tersenyum melihat rona bahagia di wajah sang putra, sudah lama ia tidak pernah melihat wajah bahagia itu, terakhir kali lima tahun yang lalu sebelum kejadian memilukan itu terjadi.
"Kau terlihat bahagia, apa ada yang mau kau sampaikan pada Mama.."tanya Mega
"Apa mama akan senang jika aku mengatakannya.."
"Pasti, asal itu juga membuatmu senang dan bahagia.."sahut Mega
"Ma, bagaimana jika ku memiliki putra tapi di luar pernikahan.."tanya David
Deg..
Jantung Mega berdetak kencang, sontak ia pun langsung berdiri.
"Maksudmu kau menghamili wanita begitu.."tanya Mega
"Apa mama ingat wanita yang lima tahun lalu pernah aku bawa ke pesta keluarga kita, kemudian wanita pergi karena luka yang aku torehkan padanya.."tanya David
"Aira.."ucap Mega cukup terkejut.
David mengangguk, "Ya Aira.."
"David bagaimana bisa kau melakukan hal itu pada dia. "Mega mengusap wajahnya menggunakan telapak tangannya.
"Dia gadis yang baik harusnya kau bisa menjaganya bukan malah merusaknya,"sambungnya.
"Saat itu khilaf ma, aku sudah mencoba manahan diri tapi tidak bisa.."jelasnya
"Lalu apa cucu mama baik-baik saja.."tanya David
David mengangguk, "ya, dia seorang putra namanya Axel. Dia tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pintar.. Lihatlah ini ma.."David memperlihatkan foto Axel di ponselnya.
Mega tersenyum, "Bawalah dia kemari, mama ingin bertemu dengannya.."
David menggeleng, "Tidak, belum saatnya. Aku tidak mau membuat Aira berfikir aku akan mengambil Axel darinya. Aku harus menunggu sampai Aira setuju dengan menikah denganku.."
"Dia menolakmu.."tanya Mega
David mengangguk, "iya, bahkan berulang kali.."
__ADS_1
"Baru kali ini ada gadis yang menolak dirimu.."seru Mega
"Sangat sulit membuat ia peracaya pada perasaanku ma.."ucap David
"Berjuanglah. Kau harus cukup sabar, beri dia sedikit waktu lagi.."
David mengangguk, "Apakah mama setuju jika aku menikah dengannya.."tanya David
Mega tersenyum, "Selama itu bisa membuatmu bahagia Mama akan merestuimu. Dan memang seharusnya kau mempertanggung jawabkan apa yang telah kau perbuat padanya.."
David memeluk Mega, "terimakasih.."
Mega tersenyum, "Mama menunggumu untuk kembali membawanya kemari. Mama ingin minta maaf padanya. Saat itu Mama tidak cukup berani untuk membelanya, andainya kita membelanya mungkin saat ini dia masih bersama kita bukan.."
"Ya, tapi semua sudah terjadi. Biarkan putramu ini berjuang mendapatkannya kembali ma.."ucap David melepas pelukan dari Mega.
"semangat.."
"ya sudah Mama pulang dulu ya.."sambungnya
"Tidak menginap saja, ini sudah malam ma.."seru David
Mega menggeleng, "Tidak nanti papamu mencari.."
"ish pak tua itu.."decak David
"David, bagaimanapun dia papamu.."tutur Mega
"Kau tidak berniat memberi tahu Axel pada papamu.."sambungnya
"Untuk apa, tidak perlu.."
"Barangkali setelah melihat Axel, hatinya tergugah untuk merestuimu.."
"Tidak perlu, tanpa restunya pun aku bisa menikahinya.."
Mega menghela nafasnya, sampai kapan David akan membenci papa kandungnya itu. Nampaknya luka yang di torehkan Deni pada putranya begitu membekas, hingga David begitu membencinya.
"Aku masih ingat tangisan Mama kala itu, jangan memintaku untuk apa yang belum bisa aku lakukan ma.."Ucap David, ya David mengerti akan tatapan Mama nya itu.
"Baiklah Mama tidak akan memaksa. Mama pulang dulu.."pamit Mega
David mengangguk,
🎋🎋🎋
Jangan lupa like, komen, hadiahnya..😊😊
bersambung...
__ADS_1