Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
S2: Manusia robot


__ADS_3

Ini salah, untuk apa aku marah pada Mas Dino. Jelas kami tidak ada hubungan apa-apa, harusnya aku cukup sadar diri, gumam Tia


Menatap langit malam sesekali ia akan meremas tangannya. Tia berada di gazebo depan rumah David.


"Tia.."Panggil Dino membuat Tia menoleh.


"Iya Mas Dino..."serunya


"Kau marah.."Dino melangkahkan kakinya mendekati Tia.


Tia menggeleng, "tidak.."


"Tapi sejak aku datang kau tidak menyapaku, ada apa. Maaf aku tidak pernah menemuimu, aku terlalu pusing dengan sikap mamaku.."tutur Dino ia mendudukan dirinya di samping Tia.


Tia menghela nafasnya, "Tidak ada yang salah dengan sikapmu Mas Dino."


"Lalu.."Dino mengerutkan keningnya.


Tia bangkit dari duduknya Jika wanita seperti Kak Aira saja di pandang rendah oleh Mamanya Mas Dino, apalagi dengan aku yang tidak punya kehebatan apa-apa, gumamnya


"Tia.."


Tia tersentak kaget, namun sebisa mungkin ia bersikap biasa.


"Mas Dino sudah malam aku akan istirahat.."Ucap Tia.


"Aku sengaja datang kesini untuk menemuimu, lalu kenapa kau menghindar dariku. Apakah kau marah karena saat makan malam berlangsung aku menatap Aira, itu hanya hal spontan Tia. Ada yang ingin aku sampaikan padanya, tapi.."


Tia membalikkan tubuhnya, "Mas Dino sudah ku katakan aku tidak marah padamu, aku hanya sedang menyadari siapa diriku sebenarnya."


"Apa maksudmu.."tanya Dino, Tia terdiam ia membuang pandangannya ke sembarang arah.

__ADS_1


"Bukankah kau tau jika aku menyukaimu Tia."sambung Dino


"Mas Dino aku rasa lebih baik kau pikirkan kembali ucapanmu itu. Aku bukanlah wanita yang pantas untukmu. Aku hanya.."


"Omong kosong, jangan banyak berkilah. Saat hatiku sudah memilihmu aku tetap tidak akan memundurkan langkahku.."tegas Dino


"Tuan aku hanya seorang anak yatim piatu yang tidak mempunyai apa-apa, aku takut mamamu..."


Dino menghampiri Tia keduanya saling bersitatap, Dino memegang kedua bahunya.


"Aku mencintaimu Tia. Kau juga mencintai ku bukan.."tanya Dino dengan sorotan mata yang mendamba.


Tia berusaha menghindari kontak mata dengan Dino, ia ingin mengatakan tidak, namun anehnya ia justru menganggukan kepalanya.


Dino tersenyum lalu membawa Tia ke dalam pelukannya.


"Terimakasih, jangan pikirkan tentang mamaku. Semua akan baik-baik saja."ucap Dino.


Dino melonggarkan pelukannya lalu menatap wajah Tia, Dino memajukan wajahnya ia ingin mencium Tia, hingga jarak kedua bibir mereka hampir bersentuhan.


Sontak Tia langsung mendorong Dino, wajah Tia memerah, Dino menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Oh itu tadi Onty hampir terjatuh jadi Uncel hanya membantunya", kilahnya


Axel hanya mengangguk-anggukan kepalanya.


⚘⚘⚘


David memandangi foto dirinya, Aira dan Axel dengan senyum yang terus mengembang.


"Tuan ini berkas yang anda inginkan.."ucap Wira.

__ADS_1


"Taruhlah di situ.."sahut David.


Wira meletakkannya di atas meja David.


"Wira.."panggil David, saat Wira hendak melangkah pergi.


"ya tuan.."serunya ia kembali membalikkan tubuhnya menghadap David.


"Apa kapan kau akan menikah.."tanya David, membuat Wira tergelak.


Wira tersenyum kaku, "Belum ada pikiran untuk itu Tuan.."


"Aku sudah bahagia memiliki keluarga, apa kau tidak ingin sepertiku. Kau juga harus mulai memikirkan dirimu sendiri Wira."tutur David


"iya Tuan.."


"Saya permisi.."sambung Wira.


⚘⚘⚘


Felicia membuang undangan pesta ulang tahun temannya kampusnya dengan kasar, lalu ia menjatuhkan dirinya di ranjangnya.


"Dasar Maya gak ada ahlak sudah tau aku tidak punya pasangan, kenapa menyuruhku datang membawa pasangan.."umpatnya.


Felicia mendapatkan undangan dari teman kampusnya yang hendak mengadakan pesta ulang tahun, awalnya ia girang ia memang begitu menyukai pesta, namun ketika mendapatkan undangan dengan wajib membawa pasangan membuat ia kesal setengah mati.


"Aku tidak mungkin meminta Kak Dino mereka akan menertawakanku. Wanita seperti cantik seperti diriku jomblo, ini semua karena papa dan kak David selalu membatasi diriku dengan pergaulan. Akhirnya aku jadi jomblo abadi. Aku harus membawa siapa ke pesta Maya akhir pekan nanti.."seru Felicia sambil berusaha mencari ide.


"Kak Wira.."Felicia menyebut nama itu dengan mata berbinar dan senyum manisnya, namun sedetik kemudian ia mengenyahkan pikirannya.


"Masa iya aku minta tolong padanya, aku tidak bisa membayangkan sikapnya yang seperti robot itu. Aku jamin dia pasti belum pernah ciuman.."Felicia tergelak akan ucapannya sendiri.

__ADS_1


⚘⚘


bersambung..


__ADS_2