
Aira menghampiri David yang tengah duduk sambil memegang tabletnya dengan serius, sepertinya pria itu tengah serius mengerjakan sesuatu.
Aira meilirk jam di dindingnya, waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
"Tidak bisakah kau membawa pekerjaanmu di apartemenmu saja.."ucap Aira berdiri di depan David.
David melirik ke arah Aira, "Sebentar.."ucapnya
Aira berdecak kesal, "Aku sudah mengantuk.."sambung Aira
"Kalau begitu istirahatlah.."perintah David tanpa melihat wajah Aira yang sedang menatapnya tajam.
"Aku perlu mengunci pintunya, cepatlah pulang."Aira berdecak pinggang.
David mematikan tabletnya lalu memandang Aira dan tersenyum, "kenapa kau sekarang jadi begitu galak. Dulu tidak.."ucap David
"Jika dulu aku begitu menurut padamu karena aku bekerja padamu, sekarang ini rumahku jadi aku berkuasa.."seru Aira
David bangkit dari tempat duduknya ia merapikan jasnya, "oh ya.."David memajukan langkahnya.
"Kau cukup berani ternyata.."sambungnya kembali mendekati Aira, Aira memundurkan langkahnya.
"Kau mau apa? diam di tempat.."perintah Aira
David tetap melanjutkan langkahnya, hingga kini Aira sudah mepet di tembok, jarak keduanya terlihat begitu intim. Deru nafasnya sudah beradu, keduanya saling berpandangan. Pandangan David tertuju pada bibir ranum milik Aira, masih setengah sadar David mengenyahkan pikirannya. Tidak, aku tidak boleh melakukan hal itu, atau aku tidak akan bisa menghentikannya, gumamnya.
Aira memandang David heran,
"Mommy.."
"Daddy.."
Keduanya terlonjak kaget, "Axel.."
Axel datang menghampiri kedua orang tuanya sambil memeluk gulingnya.
"Kenapa bangun.."tanya Aira yang kini sudah di hadapan Axel mata anak itu terlibat habis menangis.
"Mommy aku mimpi buruk.."ucapnya
"Apa yang kau impikan son.."tanya David
"Aku mimpi di kejar zombie. Dan Zombie itu menggigitku, Mommy Daddy aku takut.."seru Axel dengan dengan bergidik ngeri.
David dan Aira tergelak, keduanya ingin sekali tertawa.
"Tenanglah itu hanya mimpi, sekarang kembalilah ke kamar tidurlah.."perintah Aira
Axel menggeleng, pandangannya tertuju pada David. David tersenyum tipis. "Ikutilah kata Mommy kembalilah ke kamar dan tidur oke.."
__ADS_1
"Jika aku tidur Daddy pasti akan pergi.."ucap Axel
Deg..
Aira dan David terkejut akan ucapan Axel, "Daddy hanya akan menyelesaikan pekerjaan Daddy sebentar sayang, kau kembalilah ke kamar.."ucap David mencoba membujuk Axel.
Axel menggeleng, "lebih baik aku tidak tidur, jika saat aku terbangun Daddy sudah tidak ada di sini.."
"Baiklah, sekarang katakan apa maumu..? kalau kau ingin melihat Daddy di pagi hari, Daddy akan tidur di sini menunggumu.."Ucap David menunjuk sofa panjang di ruang tamu Aira.
"Bisakah Mommy dan Daddy tidur bersamaku.."pinta Axel dengan tatapan memohon.
"Axel, itu tidak.."ucap keduanya.
"Kenapa tidak, tidakkah kalian kasihan melihatku. Aku sungguh takut, aku ingin tau sepertinya apa rasanya tidur di peluk Daddy dan Mommy.."seru Axel matanya mulai berkaca-kaca.
"Baiklah Daddy akan menenamimu tidur.."ucap David, Aira memandang David tajam. Namun David pura-pura tidak tau.
"yes.."Axel bersorak senang, wajahnya langsung berbinar bahagia.
"Daddy akan menghubungi Uncle Wira sebentar, kau kembalilah ke kamar nanti Daddy akan menyusulmu.."perintah David,
"Aku akan menunggu di sini saja.."ucapnya
David menghela nafasnya, tampaknya Axel curiga jika David hanya akan membohonginya saja.
David menghubungi Wira, "Tidak usah jemput aku akan menginap. Besok pagi antarkan aku baju ganti saja.."ucapnya setelah itu mematikan ponselnya.
Aira masih terdiam di tempatnya, "Mommy ayo.."ajak Axel.
"Axel, kau tidurlah dengan Daddy saja. Ranjangnya juga tidak muat kan kalau tidur bertiga.."ucap Aira ia berusaha menghindar.
Axel tampak berfikir, " Oh ya ranjangku kan kecil.."
"kalau gitu kita tidur saja di tempat Mommy.."sambungnya.
"Apa..?"pekik Aira
David malah terkekeh, ia tau apa yang Aira rencanakan. "Sudah turuti saja maunya.."
"ini semua karena kau, coba saja kau tidak menyanggupinya.."cetus Aira
"Kenapa kau begitu takut tidur denganku, padahal dulu kita sudah melakukan yang lebih kan.."bisik David pelan agar tida terdengar oleh Axel.
"kau.."tunjuk Aira
"aku hanya bercanda, kenapa kau begitu serius.."seru David
"tidak lucu.."ucap Aira
__ADS_1
"Aku tidak akan melakukan apa-apa,"kata David
Aira menarik nafas lega, "kecuali jika khilaf.."
"Kau.."ucap Aira
"Mommy Daddy ayo.."ajak Axel yang sudah sampai depan pintu kamar sang mommy.
"Semua gara-gara Zombie.."dengus Aira dengan kesal ia pun menyusul Axel.
David tampak tenang, ia mengikuti langkah Axel dan Aira.
Begitu membuka pintu kamar Aira, Axel langsung merebahkan dirinya di posisi tengah. Sementara David matanya masih sibuk menyapu segala isi penjuru kamar, kamar yang di dominasi dengan warna putih, ranjang ukuran besar, di situ tampak beberapa bingkai foto Axel dan Aira.
"Apa yang kau lihat.."tanya Aira
David terseyum tipis sambil mengedikan bahunya, "tidak ada.."
David membuka jasnya, lalu membuka kemejanya.
"Kau mau apa kenapa membuka pakaianmu.."tanya Aira
"tenang saja, aku tidak mungkin telanjang di depan Axel. Aku hanya akan mencopot bajuku. Aku tidak mungkin bukan tidur memakai pakaian ini, tenang saja aku masih pakai kaos tidak mungkin bertelanjang dada.."jelas David
Aira menghela nafasnya lega, kemudian ia mengambil sisi sebelah kiri Axel, dan David sisi kanan Axel.
Axel tersenyum senang, "aku senang sekali bisa seperti ini dengan Mommy dan Daddy.."
"Benarkah, kalau begitu tidurlah.."ucap Aira
"Rasanya aku jadi tidak ingin tidur.."seru Axel
Aira mencoba menahan rasa ngantuknya ia ingin menunggu Axel tertidur kemudian ia akan pindah ke kamar Axel, begitu rencananya.
Namun nasib baik sepertinya tidak berpihak padanya, bocah itu terus mengoceh bercerita panjang lebar segala aktivitasnya selama ini dengan mata yang masih melek sempurna. Pada akhirnya David dan Aira lah yang tertidur duluan.
"Mommy.."
"Daddy.."
Panggil Axel pada kedua orang tuanya namun keduanya sudah tidak menyahut mereka sudah tertidur lelap.
"Yah pada tidur, mereka begitu kompak.."ucapnya sambil tersenyum saat melihat kedua tangan orang tuanya yang melingkar di badannya.
"aku ingin selalu seperti ini.."ucap Axel, sebelum kemudian ia menyusul orang tuanya untuk terlelap.
πππ
ππkira-kira apa yang akan terjadi saat mereka bangun yaππ
__ADS_1
ππJangan lupa like, komen, hadiahnya. Sebagai bentuk dukungan kalian untuk penulis..ππ terimakasih..ππ
bersambung..