
Entah kenapa setelah bertemu David suasana hati Axel begitu senang, anak itu begitu riang dan menurut pada Dokter saat ia di periksa giginya.
"Mommy perhatikan kau jadi suka senyum-senyum sendiri sejak tadi habis kabur saat hendak di periksa Dokter.."tanya Aira setelah kini mereka dalam perjalanan pulang. Aira dan Axel duduk di kursi belakang, sedangkan Tia di depan sebelah sopir.
"Senang dong Mommy, aku tadi bertemu dengan Uncle tampan yang baik hati. Dia yang membuat aku jadi tenang dan tidak takit saat Dokter mau memeriksa gigiku tadi."serunya
Aira mengernyit heran, "Siapa namanya..? jangan suka berbicara pada sembarang orang Axel, kita tidak tau orang itu jahat apa tidak."
Mata Axel yang tadinya berbinar bahagia jadi sendu, saat Aira menanyakan nama laki-laki tadi, Axel baru menyadari jika ia lupa menanyakan namanya, dalam hati Axel sangat berharap mereka dapat di pertemukan lagi. Meski tadi hanya sebuah pertemuan secara kebetulan dan sesaat, Axel merasa tenang dan nyaman bersamanya, Axel merasa terlindungi.
"Kenapa malah melamun..."ucap Aira
"Aku lupa tidak menanyakan namanya Mommy, dan aku yakin dia orang baik kok. Mommy apa kau tau wajahnya bahkan sangat tampan, hampir mirip denganku Mommy. Aku bahkan sempat mengira dia adalah Daddyku, tapi aku fikir lagi tidak mungkin, masa Daddy tidak mengenaliku anaknya. Bukankah Mommy selalu mengirimkan fotoku pada Daddy."tutur bocah itu.
Aira tersentak kaget akan ucapan Axel, pikirannya berkecamuk ke mana-mana.
'Apa Axel bertemu Tuan David..'serunya dalam hati ia merasa gelisah dan takut, namun jauh dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasa rindu pada laki-laki itu.
Namun sejenak kemudian ia mengenyahkan pikirannya itu, 'Tidak... Tuan David tidak mungkin sampai di tempat ini kan.'
__ADS_1
πππ
Malam harinya David tengah duduk di gazebo depan rumahnya. Duduk terdiam sambil menyesap teh nya. Sejak bertemu dengan anak kecil tadi, pikiran David tidak tenang ia terus teringat akan tatapan mata bocah itu. Anehnya lagi David merasa tidak asing dengan anak itu, padahal David yakin sebelumnya ia tidak pernah bertemu dengannya, David juga baru sekali pergi ke daerah itu.
David berusaha mengenyahkan pikiran tentang anak itu namun tidak bisa, mata itu seolah mengisyaratkan sebuah kerinduan. Ada apa sebenarnya...?
David tersenyum kala mengingat nama itu, Axel...
Uncle harap kita bisa berjumpa lagi.
"Tuan anda di sini..."ucap Wira menghampiri David.
"Ada apa Wira..."
"Bilang pada Pak Tua itu aku sedang sibuk, aku tidak bisa datang.."seru David
"Tapi Tuan, makan malam ini akan membahas tentang...._"
"Aku tau apa yang akan mereka bahas, tentang pernikahanku dengan Jelita,"David menggelengkan kepalanya seraya tersenyum sinis, "Dan aku tidak mau menikah dengan wanita itu, cukup aku bisa terjebak bertunangan dengannya, tapi aku tidak akan mengorbankan hidupku dengannya.."
__ADS_1
"Kenapa anda tidak membatalkan pertunangan anda dengannya saja Tuan..."tutur Wira
David menatap Wira, "Aku sedang mencari alasannya Wira, tapi sampai detik ini aku belum menemukannya.."
Menghela nafasnya, "Wira katakan begitu saja pada Papa aku tidak bisa datang, pekerjaanya begitu banyak, abaikan saja jika dia marah.."
"Baik Tuan..."ucap Wira, sebelum kemudian ia berbalik.
"Wira..."panggil David.
"Iya Tuan..."Wira kembali membalikan tubuhnya menghadap David..
"Aku akan mengunjungi proyek itu besok, tolong persiapkan semuanya.."titah David
"Baik Tuan..."
ππππ
ππJANGAN LUPA LIKE, KOMEN, DAN HADIAHNYA READERS..πππ
__ADS_1
ππHari ini aku up doble lho..ππ
bersambung...