Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Bab 15 : Sesuatu Yang Aneh


__ADS_3

David keluar menemui Wira yang berada di ruang tamu.


"Bagaimana Nona Aira tuan?" tanya Wira dengan cemas,


David menghela nafasnya. "Aku masih membiarkannya untuk berendam agar efek obat itu segera hilang"


"Wira kau pasti tau apa yang harus kau lakukan, pastikan Freya jera dan tidak akan mengulangi kesalahannya," sambung David.


"Baik tuan!" jawab Wira


"Selidiki segala latar belakang kehidupan dia dan keluarganya, aku juga ingin dia sendiri yang membuat pembatalan perjodohannya denganku," perintah David


"Saya akan melakukan sesuai perintah Tuan."


🎋🎋🎋


Kini Aira tengah terbaring lelap di ranjangnya, setelah tadi ia kelelahan dan tertidur di kamar mandi. David mengangkatnya dan menyuruh pelayan wanita untuk menggantikannya baju.


Paginya Aira tersadar dan membuka matanya, ia melihat adanya David di situ.


"Tuan maafkan saya," ucap Aira, sungguh ia merasa malu dengan kelakuannya semalam.


"Bagiamana keadaanmu?" tanya David,


"Aku sudah merasa jauh lebih baik," sahut Aira.


"Aku akan memberi bonus yang lebih untukmu, maaf karena hampir membuatmu dalam bahaya," ucap David.


"Itu tidak perlu tuan, semua yang terjadi memang karena kecerobohan saya," seru Aira.

__ADS_1


"Tidak, semalam kau pergi bersamaku jadi itu tanggung jawabku, bagaimana jika saat itu yang bersamamu orang lain, tentu mereka akan mengambil keuntungan darimu bukan?"


"Terimakasih tuan, tapi gaunnya rusak," ucap Aira lirih.


"Lupakan soal gaun, aku bisa membelikannya lagi untukmu nanti," sahut David.


🎋🎋🎋


Hari ini Aira berencana untuk menjenguk papanya, sudah lama ia tidak menjenguknya ia merasa amat merindukannya.


Saat Aira tengah berjalan id di kejutkan dengan adanya David, Wira, dan Dino.


"Aira?" sapa Dino membuat David mengernyit heran.


"Kau mengenalnya?" tanya David.


David mengangguk mengerti meski mungkin dalam hati ia ingin bertanya lebih,.


"Bagaimana mungkin kau tinggal di sini Aira?" tanya Dino


"Aku.. Aku hanya numpang sebentar di sini," sahut Aira setengah gugup.


"Benarkah..? tapi biasanya Kakakku itu tidak akan mungkin mengijinkan seorang wanita kerumahnya ini, kecuali..."


"Dino jangan ganggu Aira," potong David lalu ia melihat ke arah Aira yang sudah rapi, entah mengapa bayangan tubuh setengah telan jang Aira kembali muncul bersama dengan ciuman panasnya semalam. "Aira kau mau pergi kan, jadi pergilah jangan hiraukan Dino," sambung David


Aira pun mengangguk mengerti, namun Dino menghentikannya.


"Tunggu Aira, memangnya kau mau kemana?" tanya Dino

__ADS_1


"Aku mau ke bekasi, menjenguk papaku," sahut Aira


"Kalau begitu ayo bareng kau bawa motormu kan, Aku akan mengecek kondisi restoranku di sana," ucap Dino.


"Tapi aku hanya punya helm satu," sahut Aira.


"Tidak masalah aku akan membelinya nanti di jalan," seru Dino.


"Dino bukankah kau membawa mobil kesini, untuk apa kau kau pergi bersamanya?" tanya David


"Aku hanya ingin suana baru, aku pergi dulu kak," pamit Dino


Aira pun melihat ke arah David dan setelahnya berlalu pergi. Pandangan David tidak lepas dari Aira hingga sampai Aira tidak terlihat oleh matanya, entah apa yang terjadi ada sesuatu yang tak mampu ia mengerti dan tak bisa ia jelaskan saat bersama Aira, apalagi ia terus teringat akan kejadian semalam. Wira dari tadi diam hanya memperhatikan David.


🎋🎋🎋


Sampai di rumahnya Aira segera turun dari motornya, saat membuka pintu dikejutkan dengan sejuta kata-kata pedas dari mama tiri dan saudara tirinya itu.


"Dasar anak kurang ajar, kau telah membuat Baron masuk dalam penjara, kau tidak tau balas budi aku yang merawatmu dari dulu," teriak Nesya.


"Kenapa? Dia memang berhak untuk berada di sana, jadi kau diamlah atau aku tidak akan memberikan uang seperpun padamu," sergah Aira menantang.


"Memangnya kau bisa, papamu bahkan masih sangat memerlukan ku," ucap Nesya


"Aku bisa saja membawanya bersamaku," sahut Aira tenang.


****


like, komen, hadiah jangan lupa ya

__ADS_1


__ADS_2