Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran

Skandal Cinta Sang Wanita Pendamping Bayaran
Dua orang yang berbeda


__ADS_3

David sudah tiba di kediaman kedua orang tuanya, membuka pintu mobil lalu berjalan masuk ke dalam rumah. Sebelum itu ia menghembuskan nafasnya dengan kasar, entahlah ia merasa akan ada sesuatu yang terjadi.


"Kau datang juga, mama sangat merindukanmu."ucap Mega memeluk putranya.


"Demi mama.."seru David, setelahnya David mendudukan dirinya di sofa ruang tamu. David terkejut karena di situ ternyata ada Jelita juga.


"kau di sini..?"tanya David keningnya mengekerut.


Jelita menganggukan kepalanya, "Iya David.."


"Akhirnya kau datang juga, bagaimana kabarmu setelah kejadian semalam"tanya Deni.


"Aku tau setelah kejadian itu kau pasti akan merasa tidak baik-baik saja, ya kan"sambung Deni.


"Katakan apa yang ingin papa katakan..?"tanya David tanpa basa basi, David mengerti jika papanya menyuruhnya pulang pasti ia ingin meminta sesuatu.


"Ternyata kau peka juga ya.."seru Deni sambil membernarkan posisi duduknya.


"Begini maksud Papa, dulu kau pernah mempunya kekasih yang bernama Laura bukan, dia masih saudaranya dengan Jelita"ucap Deni


David terdiam masih mendengarkan ucapan papanya.

__ADS_1


"Menurut Papa bagaimana kalau kau menikah saja dengan Jelita, bukankah wajah mereka sedikit mirip."seru Deni dengan percaya diri.


David mengepalkan tangannya, namun sebisa mungkin ia tetap mengontrol emosinya. "Laura dan Jelita adalah dua orang yang berbeda Pa, aku tidak bisa menganggap Jelita adalah Laura".


"Papa tau hanya saja papa.._"


"Cukup pa, sudah ku katakan berulang kali jangan pernah mencampuri urusan jodohku,"bantah David


Jelita yang mendengar penolakan David hatinya merasa berdenyut nyeri sakit, sejak dulu ia memang sudah mencintai David meski laki-laki itu masih berstatus kekasih sepupunya, namun hingga Laura sudah tiada pun pintu hati David masih tertutup untuknya. Jelita menundukan kepalanya.


"Kenapa? apa karena kau masih memikirkan wanita bayaranmu itu."seru Deni


"itu urusanku,"


"Aku sedang malas berdebat denganmu Pa. Aku rasa semua cukup sampai di sini, aku harus pulang"David bangkit dari tempat duduknya.


"Nak, kau tidak makan malam di sini"tanya Mega


"Tidak untuk malam ini ma, aku pergi dulu"sahut David


"David kebetulan aku mau pulang, bisakah kau mengantarku pulang sekalian"pinta Jelita

__ADS_1


"Iya, sebaiknya kau sekalian antar Jelita pulang David, tadi ia kesini dengan sopirnya sekarang sopirnya sudah pulang"perintah Deni juga.


David memandang tajam keduanya, lalu menggeleng. "Tidak, aku sedang tidak ingin di ganggu siapapun. Kau datang bersama sopirmu jadi panggilah sopirmu dan suruhlah untuk menjemputmu, maaf aku pergi dulu"seru David berlalu pergi.


Jelita mengepalkan tangannya ia pun merasa malu karena penolakan David.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


"Apa ada kabar tentang Aira, Wira..?"tanya David pada asistennya yang sedang menyetir.


"Tidak tuan, aku berusaha melacak nomor ponselnya, dari gps yang aku tangkap nomor ponsel Nona Aira hanya bisa di jangkau saat di rumah sakit terakhir Nona Aira berada Tuan, saya menduga jika Nona Aira memang sengaja menghindari anda Tuan, jadi kemungkinan ia membuang ponsel beserta nomor telponnya"jelas Wira.


"Maksudmu dia tidak mau bertemu denganku lagi"tanya David.


"itu hanya dugaan saya saja Tuan.."


David memijat keningnya kemudian membuang pandangannya kesamping, ini belum dua puluh empat jam Aira pergi darinya namun David merasa sudah kacau. Empat bulan bersama Aira, David memang merasa dekat dengan wanita itu, namun ia tidak pernah bertanya perihal tempat-tempat yang suka Aira kunjungi, dan David menyesal akan hal itu.


πŸŽ‹πŸŽ‹πŸŽ‹


πŸŽ‹πŸŽ‹Ada yang tau di mana Aira berada..?πŸŽ‹πŸŽ‹

__ADS_1


πŸŽ‹πŸŽ‹Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, beri aku hadiah bunga atau kopiπŸŽ‹πŸŽ‹


bersambung..


__ADS_2