
*Warning 21+++
di bawah umur mohon skip..π
Makasih
ππππ*
Aira memacu Treadmill nya dengan kencang, sebuah alat olahraga yang berada dalam ruangan Gym rumah David. Ia mengingat semua kata-kata mama tirinya tadi saat ia menjenguk papanya, banyak kata-kata penghinaan yang ia terima. Ingin sekali ia membawa papanya pergi dari rumah itu namun hingga kini uangnya belum cukup untuk membeli sebuah rumah, ia masih harus bekerja lebih keras lagi.
"Sepertinya ada yang tengah kesal,β ucap David membuat Aira menghentikan aktivitasnya sejenak.
"Tuan,..."
"Tidak apa-apa lanjutkan, aku akan menemanimu,β ucap David yang langsung menaiki Treadmill nya di samping Aira.
Tiga puluh menit kemudian Aira sudah merasa lelah ia menghentikan aktivitasnya lalu turun dan duduk selonjoran di bawah.
"Minumlah.β David memberikan minuman bersegel pada Aira.
__ADS_1
"Makasih.β Aira menerima minuman dari David dan langsung meminumnya.
David duduk di sebelah Aira, ia melihat ke arah Aira yang kini memakai celana olahraga serta baju yang hampir basah karena terkena keringat. Entah mengapa tiba-tiba ia teringat ciumannya dengan Aira, beserta lekuk tubuh Aira yang setengah telanjang kala itu. Ia berusaha kuat untuk tidak mengingat hal itu.
"Tuan...β tegur Aira membuyarkan lamunan David.
"Oh iya ada apa?β tanya David.
"Anda melamun?" tanya Aira balik, yang membuat David menggeleng.
βTuan apa kau baru pulang?β sambung Aira.
"Hanya sebuah masalah kecil,β sahut Aira, biar bagaimanapun Aira tidak mungkin menceritakan masalah pribadinya pada David.
David mencoba mengerti, ia melirik ke arah Aira yang tengah mengelap keringatnya dengan handuk di lehernya, lagi-lagi bayangan Aira itu muncul,
"Airaβ panggil David.
Aira menghentikan aktivitasnya. "Ya Tuan.."
__ADS_1
"Bolehkah aku menciummu?β anya David selanjutnya.
Belom sempat Aira menjawab ataupun menganggukkan kepalanya, David sudah dulu membungkam mulutnya dengan bibirnya. Awalnya hanya menempel namun lambat laun David me lu matnya secara lembut. Aira merasa kaget akan apa yang terjadi, ia ingin menolak namun entah mengapa tubuhnya seolah sangat menyukai adegan ini.
Aira membalas ciuman David. David yang menyadari akan hal itu merasa senang, mereka larut dalam ciumannya, Aira menahan tengkuk David, tangan David tidak tinggal diam ia menyingkap kaos yang Aira pake hingga tangannya bisa menjangkau untuk bergelya pada gunung kembar milik Aira. Le gu han lembut dan ******* keluar dari mulut Aira. Ada desiran halus yang ia rasa, entah pesona apa yang David punya, hingga ia hanya bia menurut dan menikmatinya.
Pakaian Aira masih menempel hanya saja terlihat acak-acakan, di ruangan Gym itu hanya terdengar suara le gu han dari kedua manusi yang entah mengapa telah dibutakan nafsu.
Namun beberapa detik kemudian suara telpon dari ponsel David membuyarkan semuanya. Awalnya David tidak menghiraukannya namun ponselnya terus berdering, sampai akhirnya ia terpaksa menghentikan aktivitasnya.
"Aira rapikanlah pakaianmu, dan kembalilah ke kamarmu . Aku akan mengangkat telpon lebih dulu. Dan aku minta maaf," ucap David, Aira pun merapikan pakaiannya yang berantakan lalu ia pergi ke kamarnya.
"Ada apa?" tanya avid pada Wira di balik sambungan telpon.
"Tuan saya sudah melakukan sesuai dengan perintah tuan, saya pastikan jika besok Freya akan membatalkan perjodohan itu tuan," ucap Wira
"Bagus, terimakasih Wira,β sahut David lalu mematikan telponnya.
"Oh ****, apa yang sudah ku lakukan pada Aira, untunglah Wira menelpon jika tidak entah apa yang terjadi selanjutnya,β umpatnya.
__ADS_1