
πππ*
Malam ini Aira menemani David untuk mendampinginya ke pesta temannya yang berada di bar.
Suara dentuman musik terdengar bising bagi Aira. Setelah memberi salam pada pemilik pesta, Aira dan David bergabung bersama yang lain.
Tiga puluh menit kemudian Aira merasa haus sekali, Aira mengambil minuman yang ia pikir hanya minuman biasa, ia meneguk habis. Tidak ada reaksi apa-apa,
"Rasanya aneh, tapi aku merasa kurang"desis Aira, ia kembali meminum minuman itu berkali-kali.
David saat itu tengah pergi ke toilet sebentar, tadi tidak sengaja jas nya ketumpahan minuman oleh seseorang.
Entah sampai beberapa gelas Aira meminumnya, hingga ia merasa pusing.
"Kenapa jadi berputar-putar, apakah telau terjadi gempa bumi"celoteh Aira.
David datang mengernyitkan dahinya ia melihat banyaknya gelas kosong di depan Aira.
"Aira kau yang meminum semua ini.."tanya David dengan sedikit terkejut.
__ADS_1
"Hihi tentu saja tuan, memangnya siapa lagi aku hebat bukan"sahut Aira dengan cekikikan tidak jelas.
David mengerti jika Aira sudah mabuk "Aira sudah ku katakan jangan minum, minuman yang mengandung alkohol jika kau tidak biasa kau akan mabuk seperti"
"Tuan kau ini tampan tapi kenapa kau bawel sekali seperti perempuan, minuman itu terasa enak mana mungkin aku tidak meminumnya, ayo kau cobalah"Aira mengambil gelas yang berisi minuman itu ia berikan ke pada David.
"Tidak.." David segera merangkul Aira "ayo kita pulang saja"ucapnya
"Wira ayo pulang.."perintah David pada asistennya itu.
ππππ
Di dalam mobil Aira terus berceloteh tidak jelas sambil sesekali ia akan merangkul David.
"Aira kendalikanlah dirimu, kau itu sedang mabuk"jelas David
"Hihi aku tidak mabuk tuan, aku hanya meras ingin menciummu saja.. Kau pelit sekali. Jangan-jangan kau memang tidak bisa ciumannya ya"seru Aira
David terdiam percuma juga menanggapi ucapan Aira yang sudah kemana-mana, Wir yang duduk di kemudi menahan tawanya mendengar celotehan Aira.
__ADS_1
Entah mengapa bagi David perjalanan menuju rumahnya terasa panjang.
"Tuan kenapa terdiam, kau menunggu aku yang menciummu ya.."ucap Aira sambil bergelayut manja di lengan David.
"Aira jangan seperti ini"ucap David berusaha mengendalikan dirinya ia melepas tangan Aira.
Aira mengernyit bingung ia menatap wajah David "Tuan kau tampan , sayang sekali kau ini gay"ucap Aira membuat David dan Wira terkejut.
"Bagaimana bisa kau bisa bilang jika aku itu gay"seru David
Namun Aira tidak menjawab, tibalah mereka di rumah. David segera merangkul Aira ia membawa Aira ke kamarnya.
"Minumlah dan istirahat"ucap David setelah membaringkan Aira.
"Tuan, kau di sini saja temani aku hanya sebentar"seru Aira.
David pun menghela nafasnya ia kembali duduk di samping ranjang Aira. David memandangi wajah Aira yang memang tampak cantik, lalu ia kembali memandangi bibirnya, entah mengapa bayangan ciuman panas saat di ruang gym terlintas ia menggelengakn kepalanya, namu lagi-lagi bayangan setengah telanjang tubuh Aira kembali terlintas. Ia menggelengkan kepalanya dengan kuat. Tiga puluh menit kemudian Aira tertidur, David berniat untuk meninggalkan Aira. Namun saat baru ingin melangkah David merasa tangannya sudah di pegang oleh seseorang. David pun kembali mendudukan dirinya.
ππJangan lupa like, komen, dan Vote nya yaππ
__ADS_1
ππ jangan bosan dulu ya, karena alurnya memang lambatππ
bersambung..