
Warning 21++
awas panas siapkan es biar dingin..๐๐
Wira merasa senang hari ini ia akan kembali berjumpa dengan istrinya. Seminggu berada di luar kota membuat ia benar-benar tersiksa, rindu ingin memeluk, mencium, mencumbu lalu mengukung istrinya di bawah tubuhnya. Ia mengenyahkan pikirannya berusaha menghilangkan pikiran kotornya.
Dua minggu setelah kelahiran si kembar David masih belum bisa meninggalkan mereka untuk bepergian jauh, akhirnya Wira lah yang menggantikannya.
Bunyi sebuah chat lewat aplikasi berwarna hijau muncul, Wira tersenyum tipis saat membaca pesan dari istri tercinta.
@My Feli
Sampai mana..? kok lama sih nyampainya..
Wira kembali meletakkan ponselnya karena saat ini ia tengah menyetir. Mobil Wira memasuki area parkiran apartemen miliknya. Pria itu keluar sambil menenteng tas miliknya juga sebuah paper bag berisi hadiah untuk istrinya.
๐น๐น๐น
Sampai depan pintu Wira sengaja memencet bell apartemen, padahal bisa saja ia langsung masuk karena ia tau sandi apartemen miliknya.
Ting.. tong..
Tidak juga kunjung di buka, Wira kembali memencet bellnya..
Ting.. tong..
Pintu terbuka otomatis dari dalam, Wira mendongak dan terkejut melihat penampilan Felicia yang menggunakan lingerie merah. Mulutnya menganga , ia menelan salivanya dengan susah mendapat sambutan sang istri dengan pakaian seksi. Dengan belahan dada yang rendah, pakaian yang sangat tipis menampilkan lekuk tubuhnya, terlihat begitu menggoda.
Wira melirik kanan kiri untung tidak ada siapapun yang lewat dan melihat penampilan istrinya, buru-buru ia langsung masuk lalu menutup pintu.
"Kenapa tidak langsung masuk sih, pake mencet bell segala. Niat mau ngerjain aku ya.."cetus Felicia kesal ia mengerucutkan bibirnya.
Wira meletakkan tas dan paper bag miliknya di atas meja kemudian ia berbalik menghadap Felicia, lalu memeluknya Felicia terkejut.
"Sengaja menggodaku ya hem.."bisiknya sensual sembari memberi kecupan singkat di leher jenjang Felicia, membuat hawa panas di tubuh Felicia, sekujur tubuh Felicia merasa meremang.
"Emm.. itu aku..."Felicia gelagapan sendiri bingung mau jawab apa.
Cup... wanita itu kembali terkejut saat Wira kembali mendaratkan kecupan singkat di bibir istrinya, kemudian ia membingkai wajah Felicia menggunakan tangannya, lalu perlahan ia mulai membelai wajah cantik istrinya dengan tangannya.
"Cantik sekali, kau bahkan terlihat seksi.."bisiknya terdengar menggoda. Meski dengan nada yang biasa, namun terdengar sensual dan seksi bagi Felicia.
"Kau baru sampai mandilah sana.."elaknya.
"Untuk apa, nanti berkeringat lagi.."tukasnya, Wira kembali membungkam bibir Felicia dengan bibirnya, ******* dan mengecapnya lidahnya berusaha menyapu isi bibir istrinya.
Permainan bibir Wira begitu memabukkan, hingga Felicia yang tadinya ingin menolak pun akhirnya hanyut dalam permainan suaminya, tidak di pungkiri dia pun begitu mendambakan dan merindukan segala sentuhan-sentuhan lembut suaminya. Dengan kedua tangan yang merangkul pundak suaminya Felicia semakin menekan kepala suaminya untuk memperdalam ciumannya.
Dengan posisi yang berdiri keduanya masih saling beradu bibir, tangan Wira mulai berliaran ia membelai pinggang dari balik gaun istrinya, tangannya kembali turun ke bawah pada bokong istrinya lalu meremas, membuat Felicia menggelijang bak cacing kepanasan.
__ADS_1
Melepas ciumannya, Wira menatap wajah istrinya yang masih ngos-ngosn nafasnya terlihat naik turun akibat ciumannya. Wira kembali mengecup leher jenjang Felicia dan memberikan tanda cinta di sana.
"Sudah ku katakan jangan meninggalkan tanda di leher, aku besok harus bekerja.."decaknya kesal.
"Biarkan saja, biar rekan kerjamu tau kau punya suami.."jawab Wira enteng.
Wira melepaskan jas juga kemejanya sendiri hingga kini ia sudah bertelanjang dada, Felicia menelan salivanya melihat bentuh tubuh suaminya, meski kini Wira sudah berusia 36 tahun namun bentuk tubuhnya tetap bagus. Wira terkekeh ia mengambil kedua tangan Felicia lalu meletakkanya di dadanya.
"Boleh megang.."bisiknya.
Perlahan tangan Felicia mulai membelai lembut tubuh Wira, membuat darah Wira mendesir. Wira kembali mencium bibir ranum Felicia, tanganya kembali bergeliya masuk dari balik gaun istrinya lalu meremas apa saja yang dapat ia jangkau.
Wira menggiring tubuh istrinya menuju sofa ruang tamu.
"Kak, ini di ruang tamu lho.."ucap Felicia, saat pangutan bibirnya terlepas, ketika ia menyadari ia sudah di dudukan di sofa.
"Tau, sengaja. Suasana baru, siapa tau kali ini jadi dede bayi Fel.."jawab Wira enteng pria itu berdiri membuka ikat pinggang juga celananya sendiri, Felicia memalingkan mukanya saat melihat suaminya kini sudah telanjang bulat.
Wira menarik dagu Felicia, "Malu ya.. Ah kau malu-malu juga mau.."sambung Wira
"Kakak.."teriak Felicia kesal bercampur malu.
Wira menempelkan jarinya di bibir istrinya menyuruhnya diam, "Jangan brisik, merusak suasana.."
Felicia memberanikan diri menatap suaminya yang juga sedang menatap dirinya penuh damba, kilatan-kilatan gairah terlihat jelas di mata pria itu. Wira kembali mencium bibir istrinya sambil merebahkannya di sofa hingga posisi Felicia sudah terlentang dengan posisi Wira yang di atasnya. Felicia membulatkan matanya saat menyadari bukti kejantanan suaminya sudah menegak sempurna. Merasa penasaran tangan Felicia terangkat untuk memegangnya lalu meremasnya, membuat Wira mendesah.
"F...fel.."desah Wira
Wira menyingkap lingere milik istrinya lalu membelai area bawah Felicia, tidak lupa ia memasukan jarinya ke dalamnya, lalu memaju-mundurkan hingga membuat Felicia menggelijang hebat.
"K..ka..k.."Desah Felicia, Wira merasakan sebuah cairan hangat.
Menyingkir dari atas tubuh istrinya, Wira menarik gaun lingere milik Felicia.
Srreeettt... Wira berhasil menyobek gaun Felicia seperti biasanya.
"Ih kebiasaan selalu di sobek, itu stok punyaku yang terakhir.."decak Felicia kesal.
Dalam hal begini saja dia masih meributkan pakaian padahal kedunya sudah di liputi gairah.
"Nanti beli lagi Yang banyak.."jawab Wira
"Gak mau, aku malu hampir setiap minggu aku beli lingere namun selalu berakhir di sobek dan di buang. Di kira aku mau jualan apa."seru Felicia, tanpa kembali melihat apa yang kini suaminya tengah lakukan di bawah sana.
"Aaa..."teriak Felicia saat Wira berhasil memasukan miliknya.
"Kakak, kenapa tidak bilang-bilang.."decaknya
"Kau banyak bicara, aku sudah pusing mana bisa menahannya.."jawabnya
__ADS_1
"Dasar pria.."umpat Felicia
"Dasar wanita bilangnya tidak mau tapi juga menikmatinya.."sahut Wira membuat Felicia melototkn matanya , namun Wira justru terkekeh. Ia semakin cepat menggerakan pinggulnya maju mundur, membuat sensasi yang menggairahkan, Felicia yang tadi banyak bicara kini tengah begitu menikmati apa yang suaminya lakukan di bawah sana.
Sembari bekerja tangan Wira juga tidak tinggal diam ia pun meremas dan memelintir kedua bukit kembar melihat istrinya yang terlihat begitu menantang.
Keduanya begitu menikmati permainan yang mereka lakukan, saling meleguh dan mendesah. Peluh keringat sudah membanjiri tubuh keduanya. Wira membalikkan tubuhnya, meminta Felicia untuk berganti posisi di atasnya.
"Aku malu.."ucap Felicia
"Ayo cepat.."paksa Wira
Felicia pun menurut apa kata Wira dengan di bimbing suaminya. Awalnya malu lama-lama pun juga ia menikmatinya.
Hanya sebentar, kini Wira sudah mengganti posisi semula dengan Felicia yang di bawahnya. Wira kembali bekerja menggerakkan pinggulnya ia semakin mempercepat gerakkannya. Hingga saatnya Felicia merasakan sesuatu hangat mengalir di bawah sana, juga tubuh suaminya yang sudah ambruk di atasnya.
"I love u Darling.."bisiknya, Felicia tersenyum meski ia merasakan lelah.
"Love u too..."serunya
"Berat kak,.."ucap Felicia
cup.. Wira mengecup kembali bibii istrinya.
"Terimakasih, kau hebat.."pujinya membuat wajah Felicia merona.
Wira bangkit dari atas tubuh istrinya, lalu ia menggendong tubuh Felicia.
"Kak lepas mau apa lagi.."Felicia berusaha memberontak dalam gendongan Wira.
"Mandi bersama..."jawabnya enteng, Wira membawa Felicia masuk kamar lalu berjalan ke arah kamar mandi.
Wira meletakkan tubuh istrinya di bathup dan mulai menyalakan kran mengalir, Wira pun ikut masuk ke dalam bathup di duduk di belakang Felicia.
Satu jam kemudian Felicia berdecak kesal saat menyadari suaminya mengerjainya dirinya, suaminya kembali bermain di kamar mandi.
"Sambil menyelam minum air.."ucap Wira enteng saat melihat wajah Felicia kesal ia justru menikmatinya.
Usia selesai dengan aktivitasnya di kamar mandi Wira menggendong Felicia keluar, ia mendudukannya di ranjang lalu mengambil pakaian istrinya dan mulai memakainya.
"Maaf ya membuatmu kelelahan.."ucap Wira usai selesai memakaikan pakain Felicia.
Felicia menghela nafasnya, "Aku ingin istirahat kak.."ucapnya ia merasakan lelah juga remuk, suaminya itu menggempurnya habis-habisan, entah apa yang suaminya makan dan minum selama berada di luar kota, pikir Felicia
"Istirahatlah.."Wira membantu Felicia membaringkan dirinya lalu mengecup keningnya, kemudian ia memutar tubuhnya dan membaringkan dirinya di samping Felicia. Menarik selimutnya Wira menyusul Felicia tidur.
๐น๐น๐น
๐น๐นAyo komen tentang isi bab ini ya.. ini panjang lho readers๐๐น๐น
__ADS_1
jangan lupa like, komen, hadiahnya ya..